
Saat ini Shane tengah duduk diatas tempat tidur dan bersandar pada kepala ranjang sambil menonton TV yang menayangkan kartun. Kemudian perhatian Shane teralihkan saat terdengar suara pintu kamar mandi terbuka.
"Kau sudah keramas?" tanya Shane menatap sosok Flora yang baru saja keluar dari kamar mandi.
"Huh? Iya aku keramas. Ada apa, Mas?" jawab Flora memandang bingung ke arah suaminya.
Seulas senyum mulai terlihat ketika Shane mendengar jawaban dari sang istri. Tiba-tiba Shane memiliki ide untuk mereka berdua. Dia bangkit berdiri dan berjalan mendekat ke arah sang istri yang sedang mengeringkan rambut di depan meja rias.
"Sayang," panggil Shane dengan suara manja.
Flora mengangkat pandangannya. Menatap penuh tanya ke arah sang suami lewat cermin rias di depannya.
Shane mengulas senyuman manis penuh rayu ke arah sang istri. Sementara tangannya merangkul kedua bahu sang istri dari arah belakangnya.
"Sayang, karena kau sudah keramas … itu artinya palang merah sudah selesai 'kan?" Shane kembali bertanya untuk memastikan sebelum melaksanakan rencananya.
"Huh?" Flora menoleh ke arah suaminya dengan bingung. "Maksudnya?"
"Ya … maksud Mas, kamu sudah tidak halangan lagi 'kan? Sudah bersih?" Shane meremas lembut kedua bahu Flora saat dia mencoba menegaskan kembali tebakannya.
Awalnya Flora tidak paham dengan maksud pertanyaan sang suami. Tapi kemudian wajahnya merona merah saat dirinya sadar apa yang tengah dimaksud oleh suaminya tersebut. Tersipu malu, Flora mengangguk pelan, menjawab pertanyaan sang suami.
Mendapat penegasan seperti yang dia inginkan, seketika raut wajah Shane berubah sumringah. Senyum di wajahnya semakin lebar hingga deretan gigi putihnya terlihat jelas lewat pantulan cermin rias di depan Flora.
"Yes!" seru Shane kegirangan.
Melihat tingkah Shane yang seperti anak kecil, Flora hanya menggelengkan kepalanya geli. "Ada-ada saja kamu, Mas," ujar Flora tak habis pikir.
Akan tetapi Shane tidak perduli hal itu. Bagaimanapun sudah satu minggu lamanya dia puasa karena sang istri tengah kedatangan tamu bulanan. Jadi wajar saja jika sekarang dia merasa bahagia karena akhirnya Shane bisa segera melepaskan penatnya yang telah dia tahan selama satu minggu terakhir.
__ADS_1
"Sayang, bagaimana kalau kita pergi jalan-jalan? Mas ingin ngajak kamu belanja dan juga makan di luar. Lalu kita bisa menginap di villa setelahnya. Gimana menurutmu, Sayang?" ucap Shane mengutarakan idenya kepada sang istri tersayang.
"Jalan-jalan? Shopping?" Flora mengerutkan keningnya heran.
"Iya, shopping. Bagaimana?" Shane menganggukkan kepalanya dengan cepat. "Lagian besok kita juga libur 'kan? Jadi sekalian saja. Oke?" sahut Shane penuh semangat.
"Yakin … Mas mau ngajak aku shopping? Aku bisa belanja apapun yang aku mau? Mas nggak akan marah sama aku?"
Saat ini Flora sudah memutar posisi duduknya, sehingga kini mereka berdua saling berhadapan muka satu sama lain dengan Shane yang berdiri di depan sang istri.
"Ya. Apapun yang kamu mau, Mas akan membelikannya untukmu. Sepatu, baju, tas, atau apapun itu. Terserah kamu yang pilih," ujar Shane dengan penuh percaya diri di depan Flora.
Toh dia kaya raya. Jadi tidak akan menjadi masalah bagi Shane jika istrinya ingin membeli apapun untuk dirinya sendiri. Seandainya Flora meminta untuk dibelikan toko mas pun, Shane akan langsung membelikan toko mas itu langsung. Sekarang juga tanpa harus menunggu lama.
Tawaran dari sang suami sangat menggiurkan bagi Flora. Bagaimanapun setiap wanita pasti tergoda oleh tawaran murah hati seperti yang diberikan oleh Shane kepada Flora. Bahkan Flora yang biasanya selalu suka tampil sederhana, sebenarnya juga tertarik oleh tawaran sang suami.
Jadi setelah berpikir sebentar, Flora setuju dengan usul Shane tersebut. Lagipula itu tawaran murah hati yang diberikan oleh suami sahnya sendiri. Tentu saja Flora tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini.
"Bagus. Karena kau sudah setuju, maka dengarkan aku sampai tuntas, oke?"
Flora kembali diam memandang sang suami penuh tanda tanya.
"Aku akan mengajakmu belanja yang kau butuhkan. Kemudian kita akan makan malam di tepi pantai sambil menikmati indahnya sunset di pantai. Setelah itu kita akan menginap di villa dekat pantai," terang Shane secara lugas kepada istrinya.
Setelah mereka berdua sepakat, keduanya lalu segera bersiap untuk pergi keluar. Tujuan pertama mereka adalah mall yang tergolong mewah karena di dalamnya ada gerai dari beberapa brand ternama di dunia.
Dengan mengendarai mobil, mereka berdua akhirnya tiba di mall yang mereka maksud. Shane membantu membukakan pintu mobil untuk sang istri. Setelah itu mereka berdua berjalan masuk ke mall bersama bergandengan tangan.
Sesuai janji yang dia ucapkan, Shane membiarkan sang istri untuk berbelanja sesuai dengan yang dia inginkan.
__ADS_1
"Mas!" seru Flora memanggil Shane yang sedang duduk di kursi tunggu yang disediakan oleh gerai dan pengelola mall tersebut. "Ini bagus. Boleh aku ambil lebih dari satu?" tanya Flora menunjukkan barang yang ada di dalam genggaman kedua tangannya.
Setelah selesai berbelanja dan membeli keperluannya, Flora berjalan menghampiri Shane dan mulai mengeluh tentang perutnya yang terasa lapar sekali.
"Mas, aku sudah selesai belanjanya. Jadi kemana kita akan pergi selanjutnya? Aku lapar, Mas," rengek Flora untuk pertama kalinya kepada sang suami.
Melihat tingkah Flora yang tiba-tiba itu, membuat Shane merasa gemas sendiri pada istri cantiknya itu. Meraih kantong belanja di kedua tangan sang istri, Shane mengambil alih untuk membawanya ke dalam bagasi mobil.
"Apa kau sudah sangat lapar, Sayang?" Shane bertanya sambil menyalakan mesin mobil setelah memastikan semua barang telah masuk dan aman di dalam mobil. Begitu juga Flora yang sudah duduk manis di samping kursi kemudi.
"Hu'um. Aku lapar dan ingin makan sekarang," tegas Flora kembali.
Shane mengulurkan tangannya untuk mengusap rambut sang istri dengan gemas. "Kalau begitu, bersiaplah karena kita akan pergi ke restoran yang enak," ucap Shane sebelum kembali fokus pada tugasnya sebagai seorang supir.
Shane membawa mobil langsung menuju ke sebuah restoran yang lagi viral. Dia sudah memesan meja di sana sejak tadi siang sebelum mereka berangkat. Jadi saat mereka tiba di sana, pelayan resto sudah siap menyambut kedatangan mereka berdua.
Mereka diantar ke meja milik mereka. Lalu sebuah buku menu disodorkan ke depan mereka. Shane dan Flora melihat menu kemudian mulai memesan makanan sendiri. Tak perlu menunggu lama, akhirnya pesanan mereka sudah datang. Mereka berdua segera melahap makanan mereka. Maklum saja, ini adalah makan siang mereka yang terlambat.
"Apa kau sudah kenyang?" tanya Shane memastikan kondisi istrinya.
Flora segera mengangguk puas. "Aku sudah kenyang, Mas. Jadi setelah ini kita mau kemana, Mas?"
Flora bertanya pada sang suami, tetapi matanya melihat ke arah pantai yang secara perlahan mulai berubah warna karena waktu telah memasuki senja. Sorot kekaguman dan bangga melintas di ujung kedua matanya sangat jelas.
"Mau berjalan-jalan kecil di pantai berpasir putih bersamaku?" Shane membuat gerakan seperti seorang pria bangsawan tulen.
Flora tertawa kecil melihat tingkah absurd sang suami. Menyambut tangan sang suami, Flora kemudian bangkit berdiri dari kursinya.
Shane mengajak Flora berjalan santai menelusuri tepi pantai. Dengan bergandengan tangan, keduanya terlihat sangat serasi dan mesra.
__ADS_1
"Sayang, kita kembali ke hotel sekarang. Mas sudah nggak tahan ingin meminta jatah Mas, Sayang."
Flora bergidik saat mendengar ucapan Shane yang diucapkan tepat di sisi lehernya yang sangat sensitif. Namun hal ini bukan berarti Flora akan menolak.