Kekasihku Bad Boy Milyuner

Kekasihku Bad Boy Milyuner
Penolakan Tegas Flora


__ADS_3

Shane memutuskan untuk menyudahi pekerjaannya dirinya keluar dari ruangan besar miliknya untuk memberikan kejutan-kejutan kecil untuk Flora yang masih ada di kampus, pemuda itu memang mengawasi pasangannya melalui salah satu pengawal yang ditugaskan untuk mengawasi kekasih halalnya saat berada jauh dari dirinya.


Banyak notif yang kini membanjiri chatnya dengan seseorang, orang tersebut mengirim foto-foto Flora yang tampak serius dengan pelajarannya, di sisi lain dirinya melihat pemuda yang sempat dia cemburui, dari tatapannya Adrian memang menyukai sosok Flora, sang penakluk hatinya yang masih terluka karena tuduhannya.


"Sial sekali, kenapa istriku begitu cantik bak bidadari, hingga banyak yang ingin dekat dengannya dan juga memilikinya," keluh Shane yang masih di dalam mobil, saat kendaraan mewah itu terparkir tidak jauh dari mall besar milik keluarganya.


Dari ponsel pintar miliknya, Shane hanya memerintah seseorang yang dia percayai untuk memilihkan beberapa kado yang ingin dia berikan untuk istrinya.


Tidak lama kemudian, sebuah pesan masuk ke dalam ponsel pintar miliknya, [Tuan muda, apa tidak sebaiknya, Anda yang memilih beberapa kado indah untuk istri Anda, karena bagaimanapun hadiah yang dipilihkan oleh seseorang yang dicintai oleh sang istri akan menjadi barang berharga dan juga mewah.]


Sebuah saran yang begitu bagus membuat Shane tampak berpikir, kalau sebuah lukisan senyuman terbit di wajah tampan miliknya.


"Baiklah jika begitu, aku akan memilih sendiri," putus Shane pada akhirnya.


Dengan menggunakan kaca mata hitam dan jas yang masih menempel di tubuh Shane. Dirinya masuk dan langsung disambut ramah oleh kepala manager dengan senyum dan juga hormat.


"Silahkan, Tuan Muda, kami akan menemani Anda hari ini, apa yang. bisa saya bantu untuk membuat Anda nyaman di mall ini," ujar ramah kepala manager pada Shane.


Pemuda itu hanya diam, sesekali melihat benda-benda yang di rasa cantik jika dipakai oleh Flora.


"Berikan aku buket bunga mawar putih dan merah jambu jangan lupa untuk diberi hiasan baby breath dan krisan putih di buket tersebut," perintah sang pemilik mall dengan nada dingin.


"Baik, Tuan, akan saya carikan sesuai dengan permintaan Anda."


Kepala manager itu memberikan sebuah catatan kecil lalu diberikan pada salah satu staff bagian toko bunga. Memberikan apa yang Shane inginkan.


Lama berkeliling mall, pemuda itu tampak tertarik dengan gamis cantik dan anggun, dia memberi kode pada kepala manager untuk membungkus tiga setel gamis yang paling baik dari toko tersebut, termasuk yang ditunjuk langsung oleh Shane.


Lagi, kepala manager memberikan tulisan dan menyerahkan pada staff yang bertugas di sana.


"Bungkus kado dengan rapi," imbuh Shane pada pria paruh baya yang mengikutinya.

__ADS_1


"Baik, Tuan muda."


Shane masih berkeliling lagi, atensinya melihat sebuah tas csntik dan menunjuk pada kepala manager untuk membungkus tas tersebut.


Tidak hanya itu saja, perhiasan lengkap, sepatu, hijab, pernak pernik hijab, coklat serta boneka teddy bear warna coklat dibungkus rapi sesuai dengan permintaan Shane.


"Semua sudah lengkap, Tuan," ujar kepala manager yang hari itu tampak lelah, mengikuti ke mana anak dari pemilik mall itu berjalan dan memilih kado untuk istrinya.


"Baik, aku minta bawa semua kado ini ke rumahku, tidak boleh ada yang tertinggal satu pun."


Glek


Rasanya pria paruh baya itu sedang diuji, lelah tetapi harus terlihat ramah dan baik-baik saja.


Shane kembali melajukan kendaraan miliknya setelah selesai memilih beberapa kado untuk Flora, dia ingin meminta maaf dengan memberikan hadiah manis.


Untung saat itu jalanan masih lenggang, tidak sepadat jika pulang kerja, hingga dirinya sampai di depan rumah megah yang dia bangun dengan hasil kerja kerasnya sendiri.


Shane meminta para asisten rumah tangga untuk menyiapkan kue tart dan hidangan mewah lainnya, sementara para bodyguard untuk menyiapkan dekorasi di halaman belakang sebagai latar untuk makan malam romantis bersma dengan Flora nantinya.


Sementara itu di kampus, wajah Flora tampak sedih, dia yang ada di dalam perpustakaan seorang diri, dikejutkan oleh pemuda tampan yang selalu mengikuti dirinya, hingga timbul perasaan kesal akibat ulahnya.


"Hayoo sendirian saja di perpustakaan, aku temani bagaimana?" tutur Adrian pada Flora, hingga wajah cantik istri Shane itu menatap nyalanng.


"Weish, Nona cantik kelihatannya tidak begitu baik hari ini, aku akan menemui mu esok hari saja," imbuh Adrian dengan polosnya.


"Tunggu Adrian!" seru Flora yang tidak menatap lawan bicaranya.


"Jauhi aku dan jangan lagi dekat denganku," pinta gadis cantik berhijab merah muda itu pada pemuda yang tampak bingung.


Adrian duduk lagi di depan Flora dengan wajah memelas, "Kenapa aku harus menjauhi mu? Bukankah kita ini teman?" tanya pemuda yang sebenarnya sudah jatuh cinta dengan istri orang lain.

__ADS_1


"Maaf, karena kehadiran mu di tengah-tengah kami, membuat aku tertimpa banyak fitnah, termasuk dari suamiku sendiri. Kamu paham 'kan, wanita mana yang tidak terluka jika suaminya memfitnah istrinya selingkuh tanpa bukti nyata," tegas Flora hingga membuat Adrian terdiam.


Pemuda itu menyadari akan kesalahannya, mencintai wanita yang sudah bersuami. Adrian tersenyum miring.


"Kenapa selalu begini, setiap aku ingin memiliki wanita, ada saja halangannya," keluh jujur Adrian pada Flora.


Gadis berhijab itu tidak berbicara apapun, dia hanya menyimak saja tanpa ingin menyela.


"Terlalu menyakitkan saat tahu jika perempuan baik selalu mendapatkan pemuda yang baik juga, tapi tidak denganmu, kenapa kamu harus menikah dengan orang yang dikenal dengan kurang perhatian itu," sindir Adrian yang mendengar cerita banyak orang tentang Shane dan keluarganya.


"Kamu bahkan tidak lebih baik dari suami ku," sahut Flora yang merasa panas ada orang lain yang menilai jelek suaminya.


Gadis cantik itu beranjak dari tempat duduknya, di mana dia sudah tidak mau mendengar ucapan yang menjelekkan Shane.


"Kamu layak bahagia, tapi tidak dengan suamimu yang percaya dengan hasutan orang lain," teriak Adrian yang membuat semua orang melihat kepada dirinya.


Flora tidak menjawab, dia terus saja berjalan dan kini sampai di lapangan parkir, di sana mobil jemputan sudah menunggu dengan sabar.


Gadis berkerudung merah muda itu membuka pintu mobil dengan wajah murung.


"Nona muda kenapa wajahnya seperti itu?" tanya seorang sopir yang memakai kaca mata hitam dan juga topi yang sama setiap harinya.


"Tidak ada apa-apa, Pak, hanya saja hari ini suasana hati ku sangat buruk. Aku tidak suka dengan orang yang menjelekkan suami ku di depan orang banyak, mereka tidak tahu saja bagaimana sabarnya suamiku waktu kita......" Flora menjeda ucapannya, bulir bening itu meluncur dengan begitu derasnya.


"Rasanya aku rindu dengan Bapak dan Ibu di desa, ingin aku kesana dan menceritakan semua keluh kesahku saat ini."


Terdengar lirih namun si sopir mendengar jelas ucapan dari gadis cantik itu.


"Kita jalan segera, Nona."


Flora hanya menjawab sebagai anggukan saja.

__ADS_1


__ADS_2