Kekasihku Bad Boy Milyuner

Kekasihku Bad Boy Milyuner
Hampir Tercyduk


__ADS_3

Shane tidak menyadari jika istri cantiknya itu sudah berada di belakangnya, dia kini bagai tertusuk satpol PP sedang melakukan kesalahan besar.


"Mas kenapa pucat? Mas Sakit?" cecar Flora sampai mengecek suhu Shane namun pemuda itu hanya tersenyum saja.


"Aku baik, Sayang aku juga sehat."


Flora meletakkan cangkir kopi di meja suaminya, namun saat hendak berbalik Shane menarik lengan istrinya dan Flora jatuh tepat di pangkuannya.


"Mas jangan nakal deh, ini dah pagi loh," rajuk wanita cantik itu pada suaminya.


"Nakal sedikit sama kekasih halal gak apa dong, 'kan sah saja, Sayang," goda Shane pada istrinya.


"Iya deh iya, tapi, Mas sedang lihat apa? Kayaknya undangan pernikahan deh?" tanya Flora yang menatap lekat manik suaminya.


"Memang undangan pernikahan, Sayang, kamu mau ikut ke acara itu sama aku 'kan, sambil aku kenalkan sama orang yang bekerja sama denganku nantinya," tawar Shane pada istrinya. Wanita cantik itu mengangguk mengiyakan.


"Sudah ya, Mas aku mau turun lagi, di bawah sedang sibuk menyiapkan sarapan pagi untuk kita, aku mau membantu lagi," terang Flora pada Shane. Pemuda tampan itu mengiyakan dengan anggukan kepala, namun sebelum istrinya hendak turun dari pangkuannya, kecupan lembut nan singkat mendarat di bibir pink alami milik Flora.


Wajah wanita cantik itu bersemu merah dan berlalu meninggalkan kamar mereka.


Setelah pintu ditutup kembali, hela napas lega dari Shane menemani sunyi nya pagi setelah kepergian istri cantiknya.


"Huft untuk saja, tadi dia tidak sempat melihat nama dari pengantinnya," monolog pemuda itu seorang diri.


Ponsel Shane berdering nyaring, di sana tertera sebuah nama dan membuat wajahnya mulai bahagia. Dengan sangat bersemangat dirinya menjawab panggilan tersebut.


["Tunggu satu jam lagi, kami akan datang nanti setelah istriku sarapan dan bersiap untuk menemaniku ke pesta pernikahan."]


["Iya."]

__ADS_1


Shane menutup ponsel pintar miliknya dan mulai menutup semua laporan yang akan dia pending hingga acaranya selesai.


Pemuda gagah dan tampan itu mengenakan tuxedo navy, membuat auranya terlihat begitu kuat.


"Aroma masakan kalian mampu membuat ku segera turun dan meninggalkan semua pekerjaan yang ada," puji Shane pada ART yang sekarang selalu diberikan pada pemuda itu untuk mengucapkan rasa terima kasih pada pihak yang selalu membuat dirinya tidak merasa sendiri.


Flora tersenyum manis menanggapi ucapan dari suaminya. Wanita cantik itu memberikan nasi beserta lauk dan sayur pada suaminya. Ditambah dengan satu gelas air putih yang sudah Flora siapkan untuk Shane.


"Terima kasih juga untuk mu, Sayang, karena kamu hidupku semakin berwarna dan juga indah," tutur Shane dengan melayangkan tatapan sayang.


"Jangan hanya berterima kasih padaku saja, Mas, mereka juga sudah membantu Mas sekuat tenaga, lalu ada yang lebih utama dari manusia yaitu Sang Pencipta, tetaplah berzikir dengan mengucapkan alhamdulillah sebagai bentuk rasa syukur Mas sudah mempunyai ini semua," saran sang istri yang membuat Shane selalu kagum dan bersyukur sudah menikah dengan Flora.


"Alhamdulillah juga aku punya makmum yang selalu mengingatkan setiap kesalahan yang kadang aku buat dengan tidak sengaja."


"Alhamdulillah juga aku mempunyai suami yang bisa mengerti aku yang masih banyak belajar ini."


"Ah iya, berarti hotel yang Mas pesan itu untuk kita bermalam setelah acara selesai 'kan?" terka Flora dengan wajah berpikir.


"Kenapa kamu berpikir begitu?"


"Aku pernah membaca sebuah novel karya dari Ree Ichi kalau kemalaman selepas acara pernikahan di kota besar, mereka memilih untuk menginap saja."


Shane tertawa mendengar kepolosan dari istrinya.


Selesai dengan sarapan pagi, Shane meminta istri cantiknya untuk segera bersiap, gaun yang warnanya senada dengan Shane sudah dipersiapkan di atas ranjang.


"Kalau sudah selesai ayo kita ke kamar lebih dulu, aku ingin membenarkan bajuku yang rasanya kurang pas."


Flora menganggu kan kepalanya patuh, tidak ada penolakan sama sekali, menuju lantai atas, pemuda itu membantu Flora menapaki anak tangga satu per satu dengan menggenggam erat tangannya.

__ADS_1


Hingga sampai di kamar mereka, Flora segera mencari gaun di dalam almari, membolak balik baju yang pas untuk dirinya, guna menemani suaminya yang katanya sedang ada acara kondangan pernikahan.


"Sayang, aku sudah siapkan gaun yang warnanya sama dengan yang aku kenakan sekarang, aku ingin kamu mengenakannya untuk saat ini," ucap Shane sambil memberikan kotak besar berwarna merah pada Flora.


Wanita cantik itu menerima dan segera mengenakannya di belakang almari baju, khusus untuk mengganti baju.


Pemuda itu sengaja menunggu istrinya berganti pakaian dengan dalih agar tidak jenuh, padahal dia hanya ingin berlama-lama dengan sang Istri yang selalu membuatnya candu.


Akan tetapi detik kemudian, Flora keluar dan melihat kearah Shane dengan malu serta takut.


"Mas tidak salah memilih gaun ini, ini kayak orang lagi nikahan malah, bukan kondangan," protes Flora pada suaminya yang hanya tersenyum manis ke arah wanita cantik tersebut.


Shane mendekat dan membisikkan sesuatu pada istrinya.


"Sayang, di kota besar seperti ini pakaian orang yang kondangan ya seperti ini, jadi jangan malu atau merasa berlebihan ya," pungkas Shane yang meyakinkan sang istri agar mempercayai ucapannya.


"Mas tidak sedang menjahili aku 'kan?" selidik Flora sambil menyipitkan matanya.


Pemuda itu tertawa lalu berbisik lembut, "Aku lebih suka menjahili kamu di atas ranjang, Sayang, kalau mengenakan gaun seperti ini mana bisa aku berniat menjahili istriku, sedangkan aku akan mengenalkan kamu pada seluruh dunia, jika kamu adalah satu-satunya dan pemilik dari seorang Shane Andriwijaya."


Shane menjelaskan panjang lebar dengan jujur dia memang sudah menyiapkan semuanya agar semua orang bahkan seluruh dunia tahu jika wanita yang menjadi pendampingnya itu adalah satu-satunya dan akan dia bahagiakan sampai akhir hayat.


Flora tersenyum lembut, lalu menjawab ucapan dari suaminya, "Terima kasih untuk selalu membuatku menjadi wanita yang selalu beruntung berada didekat mu, Mas, takdir memang lucu mempertemukan kita dan mempersatukan kita dengan begitu singkat, aku sudah mengikhlaskan semua pada ketentuan Sang Pencipta saat itu, dan sekarang malah aku bersyukur setiap detik karena mendapatkan kamu," terang Flora panjang lebar mengungkapkan perasaannya yang teramat dalam pada Sang suami.


"Aku juga berterima kasih untuk mu, Sayang, kebaikan dan kelembutan hatimu lah yang kini merubah aku menjadi lebih baik, dan terima kasih sudah menolong ku tepat waktu saat aku sudah pasrah jika akan masuk ke nirwana."


"Berterimakasih pada takdir, Mas yang sudah menyatukan kita dalam sebuah ikatan suci," tutur Flora dengan senyuman manisnya.


Shane melihat kearah istrinya lalu, "Tunggu...!"

__ADS_1


__ADS_2