Kekasihku Bad Boy Milyuner

Kekasihku Bad Boy Milyuner
Maaf! Lupakan. Aku


__ADS_3

"Apa yang sedang kamu rencanakan Rikha?" ketus pemuda tampan itu pada teman masa kecilnya.


"Aku hanya ingin kita kembali dan merajut kasih lagi, Shane," berikan aku kesempatan kedua kalinya.


Kata itu terucap kembali setelah bertahun-tahun, ditatapnya gadis yang pernah memberi warna indah di hati Shane dengan begitu dingin.


"Jangan berharap lebih, Rikha."


Menghela napas kesal lalu menyambung ucapannya, "Maaf! Lebih baik lupakan saja aku, aku sudah milik wanita lain yang kini menungguku di rumah," jelas Shane dengan begitu tegas.


Rikha tertawa dengan begitu lepas, "Omong kosong apa itu, aku bahkan tidak percaya akan ucapan yang kamu buat-buat seperti itu."


"Terserah, aku sudah jujur apa adanya padamu, namun kamu hanya memandangku dengan ucapan kosong."


Tanpa kata lagi Shane segera meninggalkan ruangan inap Rikha dengan langkah panjang, dia ingin segera masuk ke dalam mobil dan melajukan nya ke rumah orang tuanya.


Wajahnya tampak tiang dan juga selalu mengulus senyum.


"Tunggu aku, Sayang, aku akan menemui mu."

__ADS_1


Beberapa saat kemudian, akhirnya pemuda tampan dengan sejuta pesona itu langsung masuk dan mencari keberadaan istrinya.


Di ruang keluarga hanya ada ayahnya yang duduk dengan membaca berita bisnis.


"Yah, di mana istriku?" tanya Shane dengan nada yang terlihat terburu-buru.


"Sudah pulang, lagian sedari tadi ke mana, ayah sudah menghubungimu untuk segera pulang, malah begini, lihat jam sudah menunjukkan pukul berapa," ketus pria paruh baya itu pada Shane.


"Maaf, Yah, tadi Rikha sakit jadi aku membawanya ke rumah sakit," terang Shane dengan wajah kusut. Tubuhnya sudah lelah untuk mencari keberadaan Flora.


"Mengantarkan saja gak harus selama itu juga," kesal sang ayah yang masih memendam rasa pada Rikha.


"Tapi, Yah a....."


Belum selesai pemuda itu berucap, suara halus yang dia rindukan membuat alis Shane berkerut.


"Ayah, apa Ayah butuh sesuatu lagi?" tanya Flora yang membawa nampan kecil yang berisi kopi dan kue di atasnya.


"Kamu masih ada di sini," ujar Shane dengan nada riang, wajah lesunya berganti dengan rona bahagia.

__ADS_1


Flora hanya membalas dengan senyum tanpa mau menjawab ucapan dari suaminya.


"Ayah yang meminta dia tinggal di sini, sudah larut malam tidak baik anak perempuan harus keluar malam," sahut ayah Shane dengan nada tegas.


Shane berniat untuk mendekati Flora, namun langkahnya terhenti saat ayahnya berujar dingin, "Jangan gerak dari tempat duduk, kembali pada posisimu tadi."


Napas berat keluar dari lubang hidung pemuda yang mancung tersebut.


"Duduk dulu, ayah mau menyidang mu karena sudah menyia-nyiakan istrimu yang menunggu di lobby dengan menangis," jelas pria paruh baya itu pada putranya.


"Lobby?" tanyanya ulang, memastikan jika ucapan ayahnya tidak salah atau pendengaran nya tidak bermasalah.


"Iya, kamu malah berduaan sama Rikha sementara istrimu......"


Pria paruh baya itu menggantung ucapannya, dirinya kesal dengan sang putra yang lebih mementingkan perasaan orang lain dari pada istrinya sendiri.


"Maaf, Ayah, tapi kalian salah melihat, aku keluar dan berniat mencari Flora tapi Rikha menahan ku dan kalian mengira aku ada main dengan dia, tapi kenyataan tidak," jelas Shane pada orang yang dia sayangi.


"Apa buktinya, di rumah sakit katanya hanya mengantar saja, tapi lama hingga jam segini," cecar sang ayah membuat Shane ingin pergi, namun dia rindu dengan kekasih halalnya.

__ADS_1


Dengan kesal dan tidak tahu harus berbuat apa lagi, Shane membawa Flora dengan paksa. Dia menggendong kekasih halalnya membawanya ke suatu tempat.


__ADS_2