
Suara pintu terbuka mengalihkan perhatian Rikha dari layar televisi yang tengah menayangkan berita seputar dunia selebritis tanah air. Senyum perlahan terkembang di bibir seksinya, kala wajah seseorang yang tengah menguasai pikirannya muncul dari balik daun pintu tersebut.
"Shane! Kau datang menjengukku?" Rikha berseru dengan riang. "Apa kau merindukanku dan berubah pikir …an." Seketika suaranya melemah saat melihat sosok yang berada di belakang Shane. Senyum gadis itu perlahan memudar, melihat wajah seseorang yang sangat dia benci.
"Sayang … ayo masuk," ajak Shane menarik tangan Flora yang sejak tadi digenggamnya dengan erat.
Dengan perasaan enggan yang terlihat jelas, Flora melangkah masuk ke dalam ruangan tempat Rikha dirawat sekarang. Sementara itu, wajah riang bahagia Rikha telah hilang dalam sekejap. Berganti dengan tatapan mata yang menyorotkan rasa tidak suka terhadap tamu tak diundang tersebut.
Menggandeng tangan sang istri dengan erat, Shane melangkah maju mendekati ke arah Rikha yang sedang duduk bersandar di atas ranjang pasien.
"Apa maksudnya ini, Shane?" tanya Rikha dengan nada tidak suka yang terdengar jelas di telinga keduanya. "Kenapa kau bawa dia kemari? Aku tidak suka melihatnya di sini!" ujar Rikha sembari memalingkan wajahnya ke arah lain.
"Rikha, aku datang ke sini membawa istriku untuk menjelaskan semuanya agar berakhir dengan jelas tanpa ada kesalahpahaman lagi diantara kita bertiga," kata Shane menatap lurus ke arah Rikha tanpa melepaskan genggaman tangannya pada sang istri.
Gadis itu tidak bergeming. Hanya suara dengusan tak suka yang menjadi jawaban bagi Shane. Melihat ini, perasaan tak suka Flora terhadap gadis yang ada di depannya ini juga semakin bertambah. Flora menoleh ke arah sang suami dengan salah satu alis matanya naik ke atas. Seakan mengutarakan pertanyaan kepada Shane.
Ditatap seperti itu oleh kekasih hatinya, jantung Shane berdenyut keras. Entah kenapa perasaan tidak aman mulai muncul di dalam hatinya. Apalagi saat Flora melepaskan genggaman tangan mereka berdua.
Menahan emosinya yang mulai kacau, Shane menoleh kembali ke arah Rikha. Menatap tajam gadis itu dengan geram.
"Seperti yang sudah aku katakan padamu, Rikha. Aku tidak akan pernah kembali kepadamu karena hatiku sudah sepenuhnya menjadi milik Flora, istriku yang sah." Shane meraih kembali tangan sang istri dan mengecupnya dengan mesra.
__ADS_1
Rikha melihat semua itu dari sudut matanya. Dia menggigit kecil bibir bawahnya saat melihat perlakuan lembut pria itu terhadap wanita lain dan bukan dirinya. Ada rasa menyesal di dalam hatinya karena pernah melepaskan pria itu, tetapi rasa sakit dan cemburu lebih kuat menggerogoti hatinya saat ini.
Semua pergerakan kecil Rikha tidak luput dari pandangan tajam mata Shane yang merasakan perubahan suasana hati gadis itu. Karena itu dia melanjutkan perkataannya agar semuanya berakhir dengan jelas saat ini juga.
"Kita berdua adalah masa lalu. Jadi jangan berharap untuk bisa mengulang semuanya kembali karena itu tidak akan pernah terjadi untuk kedua kalinya, Rikha," kata Shane dengan tegas.
Perkataan tegas pria itu membuat hati Rikha semakin berdenyut sakit. Kedua tangannya terkepal erat di samping tubuhnya. Namun itu tidak berarti Rikha menyerah untuk mendapatkan Shane kembali.
"Jadi aku harap kamu bisa segera membuang semua angan-anganmu untuk kembali bersamaku. Karena hatiku hanya untuk istriku tercinta, Flora." Sejelas perkataan Shane, tapi Rikha masih menolak untuk mengakui kekalahan dirinya sendiri.
Membalikan badannya tiba-tiba, tatapan mata Rikha terlihat tajam membara menusuk ke arah Flora yang berdiri diam di samping Shane.
"RIKHA! Cukup!" bentak Shane pada gadis masa lalunya itu.
Kedua mata Rikha semakin berkobar penuh amarah saat mendengar bentakan Shane terhadap dirinya. Dia tidak suka melihat lelaki yang dulu mencintainya itu, kini lebih membela wanita lain.
"Apa?! Bukankah itu benar, kalau dia yang sudah merayumu sehingga kau jatuh dalam pesonanya dan lebih memilih dia daripada aku, kekasihmu!" sahut Rikha tidak terima. "Jika bukan karena wanita ini, kita masih akan terus bersama dan kau tidak akan pernah membentakku seperti ini!" tuduh Rikha sengit.
Mendengus sinis, Shane menatap malas pada Rikha yang tengah terbakar emosinya sendiri.
"Apa kau bilang? Bersama denganmu? Apa kau lupa, Rikha … jika kaulah yang pergi meninggalkan aku lebih dulu. Kau yang membuangku seperti sampah tak berarti waktu itu. Apa kau lupa!" bantah Shane segera.
__ADS_1
"Tapi aku pergi untuk mengejar karirku. Kau tahu kalau aku sangat ingin menjadi model profesional. Kau itu jika itu adalah mimpiku, Shane. Kau tahu itu!" balas Rikha berargumen. "Menjadi model internasional yang terkenal adalah impianku sejak kecil. Dan kau sendiri yang bilang bahwa kau akan mendukung mimpiku, bukan?" desak Rikha berargumen.
"Ya! Aku memang mendukung mimpimu itu, tetapi bukan berarti kau bisa pergi meninggalkan aku seenaknya seperti itu. Kau sama saja membuangku," sahut Shane emosi.
"Bukankah kau tahu jika itu adalah kesempatan besar untukku, Shane. Kau bilang akan mendukung sepenuhnya," ucap Rikha membela diri. "Tapi lihat … saat aku kembali, kau justru jatuh dalam pelukan wanita murahan ini. Aku tidak terima itu!"
Raut wajah Flora semakin gelap saat mendengar setiap perkataan yang keluar dari mulut Rikha. Lagi dan lagi, dirinya dilecehkan oleh perkataan wanita itu. Membuat hati Flora semakin panas dan membencinya. Akan tetapi dia masih bergeming di tempatnya berdiri. Hanya ingin melihat apa yang akan dilakukan oleh Shane untuk dirinya.
Menyadari bahwa sang istri sangat marah sekarang, Shane semakin terpancing emosinya. Apalagi melihat Rikha yang semakin lama semakin memuakkan, membuat Shane membeberkan masalalu antara dirinya dan Rikha. Dia hanya tidak ingin jika Flora berpikir macam-macam tentang hubungannya dengan Rikha.
"Kau lebih memilih karir daripada hubungan kita. Padahal kau tahu jika saat itu aku sangat membutuhkan dirimu. Tapi kau justru memutuskan aku dan berlari mengejar mimpimu itu tanpa menoleh ke belakang sekalipun. Sejak itu hubungan kita sudah berakhir, Rikha," tegas Shane dingin.
"Tidak! Aku tidak terima itu. Semua ini karena wanita murahan ini. Jika tidak, kau masih menjadi milikku. Bukankah kau pernah berjanji tidak akan meninggalkan aku apapun yang terjadi, Shane? Kau bilang akan terus mencintaiku seumur hidupmu." Rikha masih terus mencoba menyalahkan Flora sekaligus berusaha untuk meraih hati Shane kembali.
Berbalik menatap ke arah Flora dengan sengit, Rikha semakin melontarkan makian dan menuduhnya menjadi orang ketiga yang menghancurkan hubungan Rikha dengan Shane.
"Ini semua gara-gara kamu, wanita murahan! Jika kau tidak datang dan menggoda kekasih orang lain, sekarang kami pasti sudah bahagia bersama!"
Tuduhan demi tuduhan dan celaan serta makian terus terlontar dari mulutnya yang masih tidak terima jika Shane lebih memilih wanita lain dibandingkan dirinya.
"Kamu tidak bisa menuduh dan menyalahkan Flora, Rikha! Dia tidak tahu apapun tentang masa lalu kita. Itu tidak ada hubungannya dengan dia, karena akulah yang lebih dulu merayu Flora agar mau bersamaku!" bantah Shane membela sang istri dengan segera.
__ADS_1