Kekasihku Bad Boy Milyuner

Kekasihku Bad Boy Milyuner
Kampus Baru


__ADS_3

Hari ini Shane mengajak Flora untuk pergi ke kampus bersamanya. Keduanya pergi bersama dengan mobil Shane. Sepanjang perjalanan menuju ke kampusnya, Flora dan Shane terlibat pembicaraan.


Mereka berdua sudah kembali menjalani hari-hari seperti biasanya setelah masalah tentang Rikha berlalu. Sikap Flora juga kembali hangat dan ramah. Mereka berdua berbagi cerita dengan ceria.


"Lalu, seperti apa kampus tempat kau kuliah itu?" tanya Flora dengan rasa penasaran.


"Yaah.. seperti kampus pada umumnya. Hanya saja karena ini termasuk ke dalam salah satu kampus yang bergengsi … jadi beberapa fasilitas dan yang lainnya terlihat sedikit mewah. Juga ada beberapa yang kami miliki, tetapi tidak dimiliki oleh kampus lainnya," terang Shane santai sembari mengemudikan mobilnya dengan kecepatan normal.


Hari ini dia tidak ada kuliah. Akan tetapi dia pergi ke kampus untuk menyelesaikan beberapa urusan terkait dengan proyek di kampusnya. Karena itu dia sengaja mengajak Flora agar wanita itu kesepian ditinggal sendirian di rumah mereka.


Tidak lama kemudian, mereka telah tiba di kampus Shane. Setelah memarkirkan mobilnya dengan benar, Shane mengajak Flora untuk turun dan berjalan bersamanya menuju ke ruang dekan.


"Waaah … benar-benar pantas disebut sebagai kampus bonafit. Gila … gedungnya aja semewah ini," decak Flora merasa kagum saat melihat tampilan gedung dan suasana kampus Shane di depannya.


Shane tersenyum kecil, melihat kekaguman nyata yang terpantul dalam sorot mata wanita di sampingnya itu saat menatap ke sekitar mereka. Istrinya itu terlihat semakin cantik dengan blus warna baby blue yang dipadukan dengan celana jeans hitam. Terlihat anggun sekaligus seksi dalam satu waktu.


"Hehehe," kekeh Shane karenanya.


"Pantas saja jika uang kuliahnya sangat mahal. Dengan gedung dan segala fasilitasnya serta tata letaknya yang sangat sempurna, pastinya semua itu butuh dana yang besar," gumam Flora pada diri sendiri.


Shane yang mendengar gumaman istrinya itu, semakin terkekeh geli. Menurut Shane, Flora yang seperti ini terlihat sangat imut dan cantik sekaligus.


"Apa kau puas dengan apa yang kau lihat, Nona?" bisik Shane menggoda Flora di telinga gadis itu.

__ADS_1


Seketika rona merah muncul diwajah cantik Flora karena nafas Shane yang menyapu di telinganya. Membuat dia merasakan gelenyar aneh dan dia merasa malu karenanya.


"Mas!" pekik Flora kesal pada Shane.


Namun bukannya takut dan berhenti, Shane justru tergelak lebih keras karena wajah lucu Flora saat wanita itu mencebikkan bibirnya dengan imut.


"Jangan terus menggodaku,atau aku akan …" Tatapan mengancam Flora arahkan kepada Shane dengan tajam.


Sementara mereka berdua terus berjalan sambil bertukar cerita, mereka tidak menyadari jika apa yang dilakukan oleh mereka mencuri perhatian dari sebagian besar mahasiswa yang ada di sana.


Para mahasiswa dan mahasiswi itu menatap mereka dengan perasaan iri, cemburu dan lainnya. Sesekali canda tawa dan geraman terdengar dari arah mereka berdua, membuat orang yang mendengarnya semakin penasaran kepada mereka berdua.


Banyak dari mereka terkejut, saat melihat penampilan dan sikap Shane yang berbeda dari dia biasanya. Shane yang mereka tahu adalah seorang pria dingin dengan pakaian penuh robekan ala berandalan sejati. Namun hari ini kesan itu telah sepenuhnya hilang berganti dengan Shane yang terlihat hangat dan ramah.


"Lihat! Bukankah itu Shane? Dia terlihat sangat tampan hari ini," seru seorang gadis pada temannya dengan heboh.


"Aku tahu dia tampan sejak dulu, tapi aku tidak tahu jika dia jauh lebih tampan saat tersenyum seperti itu," ucap gadis lainnya penuh kekaguman menatap tanpa berkedip ke arah Shane.


"Bukankah dia terlihat berbeda? Tetapi gadis disampingnya itu terlihat cantik," puji seorang mahasiswa yang tak bisa melepaskan tatapannya dari sosok Flora.


"Yaah, aku juga akan berubah lebih baik jika ada gadis secantik dia di sisiku," sahut temannya yang lain.


Segala macam komentar terlontar dari para mahasiswa dan mahasiswi yang melihat interaksi keduanya. Namun Shane dan Flora tidak menyadarinya. Atau lebih tepatnya, mereka berdua tidak peduli dengan hal-hal itu. Keduanya hanya fokus pada diri satu sama lain. Berbagi cerita sambil berjalan menuju ke tempat tujuan mereka.

__ADS_1


Tidak ada yang menyadari, jika diantara decak kagum dan beberapa kata tak sopan yang dilontarkan oleh para mahasiswa itu kepada Shane dan Flora, ada seseorang yang menatap kedua orang itu dengan penuh cemburu dan rasa benci. Lebih tepatnya adalah Flora.


"Huh! Apa bagusnya gadis itu. Bahkan aku jauh lebih baik dibandingkan dia. Tapi kenapa Shane justru memilih bersama dengan gadis seperti itu," gerutu seorang gadis yang menatap Flora dengan penuh kebencian. "Padahal aku lebih dulu menyukai Shane sejak lama."


Tiba-tiba sebuah ide melintas di kepala Lisa. Seketika seringai kecil terbentuk di sudut bibir gadis itu yang tengah menatap Flora tajam dan segit. Saat itu di depan sana, Lisa melihat tangan Shane yang merangkul pinggang sempit milik Flora. Tentu saja hal ini membuat Lisa geram dan semakin tidak suka pada Flora.


Kembali ekspresi wajah Lisa berubah penuh dengki. "Kita lihat saja nanti … siapa yang akan mendapatkan Shane seutuhnya. Aku bahkan seratus kali lebih baik dari dia, jadi aku pasti bisa membuat dia bertekuk lutut di depanku," dengus Lisa tak terima.


"Auh … dia sangat romantis. Lihat itu! Dia memeluk pinggang gadis itu. So sweet," pekik seorang gadis heboh bersama beberapa temannya di belakang Lisa.


Sontak saja hal itu membuat emosi Lisa terpancing. Berbalik ke arah kelompok para gadis itu, Lisa menatap tajam ke arah mereka semua. "Diam! Kenapa kalian sangat berisik! Dasar kumpulan orang tak berguna!" bentak Lisa mengumpat kepada mereka dengan garang.


Seketika para gadis itu terlonjak kaget, mendapat bentakan tak terduga dari Lisa. Beberapa dari mereka mengkerut mundur. Beberapa yang lain menggerutu tak suka pada sikap Lisa tersebut.


"Apa-apaan itu? Memangnya dia pikir dia siapa?" gumam beberapa gadis itu lirih.


Lisa menatap ke arahnya dengan tajam, sebelum akhirnya beranjak pergi dari sana. "Minggir! Jangan menghalangi jalanku, pecundang! Dasar bodoh," maki Lisa berlalu pergi dari tempat itu diiringi oleh seruan tak suka dari kelompok gadis yang sama tersebut.


Lisa pergi ke suatu tempat untuk menjalankan trik licik yang sudah direncanakan tadi. Dengan raut wajah menakutkan, gadis itu berjalan menghampiri sebuah tempat yang sangat terkenal di wilayah kampus itu. Senyuman sinis Lisa terukir dengan sangat kuat dan jelas.


"Aku ingin lihat, apakah kamu masih akan memilih gadis itu atau aku, Shane. Jadi bersiaplah untuk menerima kejutan terbaik dariku ini." Lisa menyunggingkan seringai licik di sudut bibirnya.


Lisa melangkah mendekat ke arah sebuah ruangan dengan langkah pasti. Kemudian mendorong pintu ganda itu hingga terbuka lebar.

__ADS_1


"Dan setelah ini, aku pastikan bahwa kau akan jatuh ke dalam pelukan ku, Shane Sayang." Lisa terkekeh senang dengan bayangan di dalam otaknya sendiri.


__ADS_2