
“Mas! Demi Allah! Aku nggak pernah melakukan apa yang kamu tuduhkan seperti itu! Sejak kapan aku bertindak berlebihan atau bertingkah seperti yang kamu katakan itu?”
Flora berseru tidak habis pikir dengan tuduhan yang diberikan oleh sang suami, Shane.
Pagi-pagi begini, dia benar-benar dibuat bingung sekaligus sedih, kecewa, bahkan marah karena tuduhannya yang tak berdasar itu.
Dengan semua yang sudah dia jelaskan secara gamblang, bagaimana bisa Shane tetap menuduhnya berselingkuh dengan Adrian?
Shane menyipit. “Memangnya tidak, ya? Bukankah kamu dan Adrian memang sedekat itu? Kalau kalian tidak punya hubungan khusus, mana mungkin kalian sampai sejauh itu?”
Flora menggeleng tidak percaya sekaligus tidak mengerti. Dia bertanya-tanya di dalam hati dan pikirannya. Apa yang sebenarnya menjadi landasan Shane menuduhnya selingkuh dengan Adrian!
“Mas! Cukup, Mas! Istighfar! Mas sadar nggak sih Mas itu lagi nuduh siapa? Nuduh aku, Mas! Istri Mas sendiri!”
“Padahal aku udah bilang berkali-kali kalau aku nggak ada hubungan apa-apa selain teman aja sama Adrian! Kenapa Mas tetap kukuh bilang aku selingkuh?!”
Dengan sedikit kemarahan dan banyak kekecewaan atas sang suami, Flora mencoba untuk menahan dirinya agar tidak terbawa suasana dan emosi berkepanjangan.
Sayangnya, Shane tidak demikian.
Dia tetap memandang istrinya dengan tatapan tajam dan salah terus menerus seolah dirinya bukanlah sosok suami yang penuh cinta bagi sang istri. Dia seperti orang lain!
Sampai pada akhirnya, Flora menangis.
Dia menangis karena dia tidak percaya bahwa Shane sudah sampai hati menuduhnya melakukan hal semurah itu. Sejauh ini, dia mampu bertahan karena Shane tidak pernah mengatakan hal-hal di luar batas.
Tapi setelah mendengar perkataannya barusan, Flora benar-benar sakit hati sampai dia sangat kecewa. Dia seperti kehilangan bumi tempatnya berpijak begitu Shane menuduhnya telah berselingkuh dengan Adrian.
Terlebih, Shane itu tidak memiliki bukti yang kuat, yang bisa menunjukkan bahwa Flora selingkuh dengan Adrian.
Sembari mengusap air matanya, Flora yang masih terisak akhirnya berjalan sekali lagi mendekati Shane dengan langkah berat. Tatapannya berkaca-kaca penuh sakit hati dan kecewa yang sangat jelas.
“Mas, coba kasih tahu aku, bukti apa yang bikin Mas sampai tega nuduh aku selingkuh seperti itu? Adakah bukti nyata yang menunjukkan bahwa aku itu mendua dari Mas? Kapan aku bermesraan dengan Adrian?”
__ADS_1
“Perlukah aku bersumpah, Mas, buat ngebuktiin kalau aku benar-benar enggak selingkuh dari Mas? Mas perlu aku ngapain supaya Mas percaya kalau aku itu nggak selingkuh sama Adrian?”
“Dan sebenarnya, apa yang bikin Mas sampai setega itu buat nuduh aku?”
Shane yang diam membuat Flora semakin frustrasi. Dia pun jatuh terduduk dengan lemas karena tak bisa melakukan apa-apa lagi untuk meluruskan semuanya.
Sedangkan Shane yang kini berdiri diam mengamati bagaimana istrinya mencoba untuk menjelaskan ketidakbersalahannya itu termenung bingung.
Untuk beberapa alasan, Shane tiba-tiba merasa linglung seolah jiwanya yang selama ini keluar dan hilang, akhirnya kembali secara utuh.
“Ap-apa yang aku lakukan?”
Shane menggelengkan kepalanya beberapa kali dengan bingung. Apalagi setelah melihat Flora sampai menangis seperti itu di depannya. Dia seperti baru tersadar akan apa yang baru saja dia lakukan kepadanya.
Dengan perasaan bersalah, Shane kemudian berjalan mendekati Flora dan mencoba untuk menyentuhnya dengan hati-hati. Namun, Flora yang masih terisak tersedu-sedu, tidak menghiraukannya. Ini membuat Shane merasa canggung secara mengejutkan!
“I-Ini ....”
Shane akhirnya menyadari bahwa dia telah bertindak terlalu jauh pada istrinya sampai-sampai dia merasa sangat bersalah dan canggung untuk menyentuhnya.
Dan apa bukti yang dia miliki hingga berani menuduh Flora berselingkuh dengan Adrian?
Ditambah lagi, apa yang dia lakukan selama beberapa hari belakangan ini? Bukankah dia yang justru bertindak di luar batas di belakang Flora?
Tidakkah dia yang malah diam-diam berhubungan dengan Rikha? Dia mulai mendengarkan saran Rikha? Bahkan berani meragukan sampai menuduh istrinya sejauh ini juga karena Rikha?
Hatinya mulai tidak tenang, Shane akhirnya keluar dari rumah untuk menenangkan dirinya, dia memilih untuk mengistirahatkan pikirannya di kantor, di ruangannya ada ruangan rahasia untuk sekedar istirahat.
[Sayang, maaf, aku pergi dulu, ingin menenangkan pikiran dan juga hati.]
Tidak ingin memperkeruh suasana, dia mengirim sebuah pesan untuk Flora, istrinya mungkin sama lelahnya dengan dirinya. Shane keluar dari rumah lalu menjalankan kendaraan mewahnya membelah sepinya malam ditengah jalan.
Mobil mewah melaju menuju perusahaan terbesar di kota metropolitan, dengan kunci yang selalu dia bawa untuk menggunakan sebuah lift khusus menuju ruangannya tanpa ada yang tahu.
__ADS_1
Shane segera memencet tombol dan berdiri tegak sambil menunggu sampai ruangannya.
Ting
Lift sudah berhenti, menandakan jika dirinya sudah berada di lantai atas, tempatnya berkutat dengan dokumen serta arsip penting.
Langkahnya pelan, hari ini hatinya terasa sangat sakit, sudah mencurigai istrinya yang bahkan sangat menjaga diri demi dirinya.
Shane mencoba melihat kembali ponsel pintar miliknya, namun tidak ada jawaban dari istrinya tersebut.
Hanya perasaan bersalah dan menyesal yang kini menjadi temannya malam ini, tidak ada pelukan ataupun cerita aktivitas dari istrinya.
Shane membuka lemari yang ternyata adalah sebuah kamar, di sana ada beberapa baju, camilan, kamar mandi dan juga tempat kerja.
Dia merebahkan tubuhnya di kasur yang empuk, berusaha untuk menebus kesalahannya pada sang istri.
Detik kemudian ponsel miliknya berdering, dia sudah semangat mengangkat telepon dari istrinya dan mencoba untuk minta maaf, namun rasa bahaginya mumudar saat yang memanggilnya adalah Rikha.
Karena malas, dia mengabaikan panggilan dari Rikha berulang kali.
Detik kemudian, sebuah pesan masuk.
[Shane kamu sudah tidur?]
Tidak menghiraukan pesan dan juga panggilan dari Rikha, Shane mencoba untuk memejamkan matanya.
Sebuah notif kembali membuat Shane ingin marah, namun kali ini adalah pesan dari mata-mata yang dia kerjakan untuk mengumpulkan bukti jika Flora selingkuh, akan tetapi bukan perselingkuhan yang di dapat. Mata-mata Shane mendapatkan fakta yang membuat senyum Shane menjadi menyeringai.
Buku-buku jarinya memutih, menemukan fakta jika Adrian adalah suruhan dari Rikha. Rikha ingin mendapatkan hatinya dengan mengadu domba pernikahan mereka.
Shane meninju angin menemukan fakta tersebut, kemudian sebuah foto dan juga identitas lain mengejutkan dirinya lagi.
Rikha akan menikah dengan pria yang seumuran dengan ayahnya karena perjanjian kontrak kerja, Rikha menjadi publik figur terkenal karena usaha pria paruh baya yang dikenal dengan suka dengan daun muda dan menikahinya.
__ADS_1
"Satu kartu as sudah aku kantongi," monolog pemyda itu tersenyum tipis.