Kekasihku Bad Boy Milyuner

Kekasihku Bad Boy Milyuner
Hadiah Terindah


__ADS_3

"Mas, ini!"


Flora yang terkejut dengan hadiah kecil dari Shane hanya mampu menutup mulutnya. Sembari air matanya mulai mengenang. Dari samping pemuda tampan itu meletakkan kepala sang istri pada bahunya. Menepuk lembut lalu berkata, "Sudah jangan nangis, istri tuan muda gak boleh cengeng," tutur Shane dan membuat wanita cantik berhijab itu menegakkan kepalanya.


"Kok gitu sih, Mas," protes Flora mencoba menyembunyikan rasa bahagianya, dia memberengut agar suaminya melihat kepadanya.


Namun semua tidak seperti yang Flora pikirkan, pemuda tampan yang merupakan suaminya itu malah berlutut dan memberikan sebuah kotak beludru warna merah berbentuk hati.


"Sayang maafkan aku, aku salah sudah menyakiti hati mu, padahal kamu sudah berkata dengan jujur dan mencoba untuk menjelaskan semuanya padaku, tapi aku yang terlalu egois dan keras kepala, hingga tidak sadar sudah membuatmu terluka lebih dalam, jadi maafkan aku," mohon Shane sambil berlutut.


"Maukah kamu selalu berada disamping ku selalu? Menjadi perhiasan indah di dunia maupun di akhirat kelak."


Sambil membuka kotak beludru Shane meminta maaf serta meminta kembali istrinya untuk ke dua kalinya.


"Mas melamar ku lagi?" tanya Flora yang dijawab dengan anggukan saja oleh Shane.


"Kita'kan sudah menikah, gak ada lagi acara lamaran seperti ini, Mas," ujar wanita cantik yang memakai hijab warna merah muda tersebut.


"Memang sudah, tetapi kita belum pernah honeymoon 'kan," goda Shane sambil mengerlingkan matanya.


"Dasar genit," sahut Flora dengan tersipu malu.


"Genit sama yang halal itu wajib."


Flora membalas dengan senyum manis miliknya.


"Jadi bagaimana? Mau aku lamar lagi? Dan aku juga mau kamu tahu jika aku menyesal sudah membuat mu menjadi pendiam dan mengabaikan keberadaan mu."


Flora duduk sejajar dengan Shane dia memeluk erat suaminya tersebut.

__ADS_1


"Aku sudah memaafkan, Mas sebelum Mas meminta maaf, karena maslah kecil seperti ini biasanya terjadi sama rumah tangga, apalagi kita baru saja mencoba membangun kepercayaan dan juga kasih sayang," tutur Flora dengan memeluk lembut tubuh suaminya.


"Terima kasih, sayang. Kamu memang permata yang terbaik."


"Ayo berdiri, Mas kita sudah lama loh berbicara dari tadi, Mas gak lupa 'kan jika kita mau makan malam, tuh lilinnya dah mau mati, kalau aku tiup Mas bakalan jadi-jadian gak?" lakar Flora mencoba untuk membuat suasana menjadi ceria.


"Dikira aku sedang keliling cari recehan," protes Shane lalu berdiri, dia mengulurkan tangan dan membantu istri cantiknya itu berdiri.


"Ya sudah kita makan malam dulu, malam juga makin larut, gak sehat buat calon ibu dari anak-anakku untuk begadang."


"Memang, Mas sudah siap jadi seorang ayah, nanti pekerjaannya kebagi loh," goda Flora pada suaminya.


"Bisa kok... Seorang suami itu tugasnya membantu meringankan kerja istrinya meskipun itu di rumah, jika sudah punya anak, tugasnya juga merawat anaknya, mengajarkan anaknya dan memberikan kasih sayang yang lebih, bukan cuma memerintah ini itu tanpa mengerti perasaan istrinya, jadi sang istri bisa stress bahkan gak kuat untuk tinggal bersama," jelas Shane sambil membenarkan tempat duduk Flora.


"Terima kasih, Mas."


"Iya, duduklah yang nyaman."


"Lalu apa saja yang tidak boleh aku lakukan, Mas? Karena sepertinya kamu sudah berhasil menjadikan aku seperti ratu di dalam rumah besar ini?" tanya Flora dengan wajah yang ingin tahu.


"Jangan pernah berpaling dariku, tetap setia dan jaga dirimu untuk ku."


"Itu selalu, Mas."


"Ya sudah, dari pada nanti makanannya mulai dingin karena tertiup angin, segera makan dan ikut aku," tutur Shane sambil memberikan suapan pertama pada Flora.


Wanita muda itu berdoa dan membuka mulutnya, menerima suapan dari sang suami. Keduanya makan malam dengan suasana romantis dan juga penuh kehangatan. Selesai dengan makan malam berdua Shane mengajak istrinya ke dalam rumah, suasana makin meriah saat para asisten rumah tangga memberikan kue pada istri dari majikannya itu, tidak lupa dengan kado yang tadi sudah dibeli oleh Shane sendiri.


"Mas, ini bukan hari ulang tahunku?" ucap Flora yang masih belum tahu makna dari kejutan indah yang dia lewati saat ini.

__ADS_1


"Aku tahu, aku sengaja memberikan ini untuk mengucapkan rasa bersyukur ku pada Sang Pencipta, sudah memilihmu menjadi pendamping terhebat untuk ku, padahal aku dulu sering berbuat onar dan tidak pernah mau diatur," jelas Shane pada Flora dan semua orang yang memegang kue dan kado untuk diberikan pada kekasih halalnya.


"Semua sudah berlalu, Mas, kita patut untuk bersyukur dan mengubah masa depan dengan hal yang lebih baik, tidak ada gunanya merenungi masa lalu, kita hanya bisa menatap lurus masa sekarang, berubah menjadi yang terbaik dan tidak melakukan hal salah yang sama," tutur Flora panjang kali lebar.


"Iya sayang, aku sekarang banyak belajar dari kamu, terima kasih untuk selalu sabar mengajarkan aku hal yang baik."


"Itulah gunanya hubungan suami dan istri, Mas, saling melengkapi dan mengingatkan jika salah satu salah."


Para ART menyiapkan semuanya, Flora dan Shane duduk dengan tenang, lalu pemuda itu berdiri sejenak, "Tanpa kalian aku tidak bisa membuat istri cantik ku ini berkesan, terima kasih dengan usaha baik kalian, hari ini makan dan minumlah sepuas kalian."


Semua orang bersorak senang, diantara mereka memanjatkan doa di dalam hati agar majikan mereka bisa bahagia hingga akhir hayat.


Ditengah pesta Shane mengajak Flora untuk membuka satu per satu kado yang dibungkus rapi dengan pita.


"Mas, apa ini tidak berlebihan, padahal aku tidak merasa sedang ulang tahun," ucap wanita cantik itu dengan nada lirih.


"Tidak, Sayang, semua yang aku persiapkan ini memang untuk membuat mu merasa bahagia dan juga merasa menjadi ratu di dalam rumah ini, aku merasa jahat kemarin sudah membuatmu menangis dan tidak percaya semua ucapan mu, makanya aku menebus semua itu dengan memberikan kejutan kecil sebagai permintaan maaf," terang pemuda itu panjang lebar.


Wanita cantik itu tidak menjawab lagi dia membuka kado yang dipersiapkan oleh suaminya.


Wajah cantik itu bersinar saat mendapatkan kado yang dia mau.


"Mas membeli ini juga, aku kira Mas lupa dengan permintaan ku waktu itu?" ujar senang Flora pada suaminya.


"Aku tidak lupa, Sayang, kemarin ada hal yang membuat ku ingat dengn kado itu, sebuah foto yang aku simpan secara sembunyi tanpa kamu tahu, saat kita berada di rumah ayah. Bukankah kamu memang menginginkan ini, seperangkat alat sholat dan juga Al-Qur'an sebagai pengingat suamimu yang kurang sempurna ini," terang Shane dengan menampilkan senyum tipisnya.


"Kamu terlalu sempurna, Mas. Kamu itu hal terindah setelah bapak, karena sekarang tanggungjawab mu menggantikan bapak untuk mengurus semua keperluan ku 'kan!"


Shane mengangguk, dia merasa beruntung mempunyai Flora, di luar sana mungkin yang seperti istrinya hanya 1001.

__ADS_1


Kini wajah cantik Flora mulai bingung.


"Mas, ini....."


__ADS_2