Kekasihku Bad Boy Milyuner

Kekasihku Bad Boy Milyuner
Ternyata?


__ADS_3

Sepulang liburan dari pantai, Shane dan Flora segera berbaring di atas tempat tidur, di dalam kamar mereka. Rasa lelah sangat terasa di tubuh mereka berdua. Namun senang dan bahagia juga melingkupi keduanya.


Apalagi selama mereka menginap di hotel tepi pantai, Shane sudah beberapa kali mengambil hak nya dari sang istri dengan bebas. Jadi tekanan di kepalanya kini telah berkurang banyak.


Tak beda jauh dengan Flora yang juga merasakan perbedaan permainan dari Shane dibandingkan dengan hari-hari biasanya. Entah kenapa suaminya itu terlihat lebih antusias dalam permainan mereka kemarin.


"Mas, mandi dulu sebelum tidur. Biar badan lebih fresh," ujar Flora memanggil sang suami untuk mandi.


"Sebentar, Sayang. Mas hanya ingin meluruskan punggung sebentar. Mas sangat lelah karena menyetir lumayan jauh tadi," jawab Shane dengan nada malas.


Melihat jika sang suami benar-benar terlihat kelelahan, maka Flora tidak tega mengganggu Shane.


"Kalau gitu, biar aku yang mandi dulu ya, mas. Karena aku agak risih dengan tubuh yang terasa lengket karena keringat dan debu di jalan," kata Flora sembari beranjak dari tepi tempat tidur.


Setelah Flora selesai mandi, dia kembali membangunkan sang suami untuk membersikan diri sebelum lanjut tidur. Dengan langkah ogah-ogahan, Shane menyeret tubuhnya sendiri ke arah kamar mandi. Suara air mengucur menandakan bahwa dia sedang mandi.


Flora sudah selesai memakai baju tidurnya dan bersiap untuk tidur. Namun kemunculan Shane dari balik pintu kamar mandi, membuat gerakan wanita itu terhenti kala melihat pemandangan segar di depannya.


"Mas," lirih Flora memanggil Shane dengan nafas tercekat.


Shane sendiri sadar jika dirinya sangat tampan dan mempesona. Jadi melihat reaksi sang istri, entah kenapa gairah yang kemarin sudah disalurkan dengan gila-gilaan, tetapi kini masih bisa bersemangat di dekatnya.


Tanpa basa-basi dia segera menarik sang istri untuk jatuh ke atas tempat tidur empuk milik mereka berdua.


"Sayang, aku pingin," rengek Shane dengan suara serak menggoda.


Flora tersipu malu mendengarnya. Meskipun mereka sudah menikah dan melakukan hal-hal itu dengan sering. Tetapi rasa malu saat suaminya itu menggoda dirinya, tetap saja Flora malu.


Karena sudah sangat hafal dengan reaksi sang istri, jadi tanpa aba-aba dia segera menerkam istrinya di atas tempat tidur dan segera melepaskan hasratnya pada istrinya tersebut.

__ADS_1


"Mas,.besok kita ada kuliah." Flora mencoba protes dan berontak pada apa yang dilakukan sang suami.


Akan tetapi Shane tidak mendengarnya karena dia sendiri tengah dikuasai oleh nafsunya sendiri. Jadi segala cara Shane lakukan untuk menyalurkan hasrat nafsunya pada istri halalnya ini. Termasuk merayu dan menggoda tubuh Flora di bawahnya.


Setelah malam panjang yang terulang kembali semalam di kamar, kini kedua insan itu masih terlelap dalam mimpi mereka masing-masing. Mengabaikan bunyi alarm yang terus meraung dari jam weker di kamar mereka, Shane mulai membuka kedua matanya.


Melirik ke arah meja nakas di samping tempat tidur itu, Shane meraih jam weker itu untuk melihat pukul berapa sekarang. Seketika Shane melotot karena hari sudah pagi. Itu artinya mereka harus segera bersiap jika tidak ingin terlambar masuk kuliah.


Shane membangunkan Flora dengan menepuk-nepuk lembut wajah sang istri.


"Flora, Sayang. Bangun. Ini sudah siang. Kita bisa terlambat pergi kuliah, Sayang."


Cara membangunkan Shane ternyata berhasil karena Flora type orang yang terjadwal dengan baik. Wanita itu bergegas bangun dan berlari menuju kamar mandi.


"Sayang! Kalau mandi jangan lama-lama. Karena kita tidak punya banyak waktu lagi sekarang. Aku juga mau mandi di kamar mandi tamu di lantai bawah," kata Shane memberitahu sang istri.


"Hu'um!" Hanya gumaman tak jelas yang membalas ucapannya.


"Sayang, makan ini sebagai pengganti sarapan pagi ini." Shane menyodorkan sekotak susu dan satu buah roti pada Flora.


Rupanya Shane yang tahu jika mereka kesiangan, berinisiatif untuk mengambil sekotak susu dan juga roti saat dia selesai mandi di kamar tamu di lantai bawah. Shane hanya tidak ingin istri kesayangannya itu jatuh sakit gara-gara kecerobohan dirinya.


Flora tersenyum tipis menerima susu dan roti itu dengan senang hati.


"Terima kasih, Mas," jawabnya penuh kasih.


Shane tersenyum bahagia. Dia terus melakukan mobilnya dengan stabil. Meskipun waktu mereka sempit, tapi bukan berarti Shane akan mengabaikan keselamatan mereka sendiri. Bagi Shane, keselamatan Flora lebih penting dari apapun di dunia ini.


"Mas, buka mulutnya," pinta Flora sambil menyodorkan roti itu ke mulut sang suami.

__ADS_1


Shane menerimanya dan mengigit roti tersebut. Setelah itu keduanya sarapan satu buah roti dan sekotak susu untuk berdua. Tak berselang lama kemudian, mereka telah sampai di kampus. Flora segera turun dari dalam mobil setelah berpamitan pada Shane sebelum berpisah dengan suaminya itu.


Sedikit berlarian, Flora akhirnya tiba tepat waktu di depan kelasnya. Mengatur napasnya sedikit, Flora perlahan melangkah masuk ke dalam kelas. Untung saja Flora sudah menemukan tempat duduk dan sudah duduk tenang di atas kursinya saat dosen mereka datang.


Awalnya kelas itu berjalan dengan tertib dan tenang. Tetapi tidak butuh waktu lama bagi Flora untuk menyadari jika dirinya tengah dijadikan target oleh seseorang. Ketika Flora menatap ke sekelilingnya, tatapan matanya berhenti pada wajah seseorang yang agak familiar baginya.


Tidak disangka, Lisa satu kelas dengan Flora dan berulang kali mencari masalah dengan istri Shane itu. Tanpa disadari Lisa, terbyata gerak geriknya sudah dibaca oleh Shane


"Lisa?" lirih Flora bergumam saat tatapannya bersirobok dengan tatapan sengit dari pihak lain.


Flora ingat, jika gadis ini adalah gadis yang sempat mengacaukan dirinya dengan trik yang dilakukan untuk menjebak Flora. Flora sendiri baru tahu jika alasan gadis itu menargetkan dirinya adalah karena Shane. Lisa menyukai suaminya dan ingin merebut Shane dari Flora.


"Ugh sial! Kenapa kami harus satu kelas ya Allah," keluh Flora pasrah.


Bukannya Flora takut atau apa pada Lisa. Hanya saja dia terlalu lelah dan malas untuk meladeni setiap wanita yang menatap suaminya penuh damba.


Sementara di sisi lain, Lisa terus memperhatikan Flora dengan cermat. Gadis itu benar-benar tidak habis pikir kenapa Shane memilih gadis kampungan seperti Flora untuk dijadikan pasangan hidup.


"Awas saja kamu, Flora. Aku pasti akan merebut suamimu. Juga, kau akan merasakan pembalasanku untuk yang terakhir kalinya.


Sepanjang kelas, Lisa kerap kali mencari masalah dengan Flora. Bahkan beberapa kali Flora terpojok karena ulah Lisa. Sampai akhirnya bel tanda jam pelajaran telah berakhir. Floral tidak ingin berlama-lama dalam satu ruangan bersama Lisa, Setelah merapikan barang miliknya, lalu bergegas keluar dari ruangan tersebut.


Teringat akan pesan sang suami, Flora melangkahkan kakinya ke arah kantin. Selain karena pesan Shane, itu juga perutnya yang kelaparan membuat Flora harus mengalah untuk memenuhi kebutuhan perutnya lebih baik.


"Oh, sial! Kenapa kami harus bertemu terus seperti ini? Ini menjengkelkan sekali."


Siapa sangka jika dia akan kembali bertemu dengan Lisa di sana. Seketika mood Flora jatuh. Dia menolak untuk makan. Sampai akhirnya dia datang menemui


Lisa yang juga menyadari keberadaan Flora, tersenyum licik. Membuat Flora sedikit waspada saat melihatnya karena dia dapat merasakan sesuatu yang buruk akan terjadi setiap kali Flora melihat dunia-.

__ADS_1


"Halo, Flora. Itu namamu, bukan?" Lisa yang pertama maju dan memulai usaha provokasinya terhadap istri Shane itu.


__ADS_2