Kekasihku Bad Boy Milyuner

Kekasihku Bad Boy Milyuner
Dia Milikku Seorang


__ADS_3

Di rumah sederhana itu suara canda dan tawa dari orang tua Flora dan juga pasangan halal itu menambah iri tetangga yang memang selalu iri dengan kebahagiaan kecil keluarga Flora.


"Pak, kami izin pulang dulu....."


Flora menyikut gemas suaminya yang salah bicara.


"Bukan izin pulang, Mas, tetapi kita harus mengajukan surat pindah kampus," ujar Flora membenarkan ucapan suaminya.


Bapak dan ibu Flora tertawa melihat kelakuan dua anaknya itu.


"Ya sudah, jika begitu, hati-hati di jalan, jangan ngebut."


"Baik Pak, kami akan hati-hati di jalan," sahut gadis cantik dengan hijab yang menutupi surainya.


Lambaian tangan mengiringi perjalanan mereka berdua, Flora serta Shane tidak pernah berhenti untuk bertukar cerita saat berada di perjalanan menuju kampus biru yang di maksud oleh istri cantiknya.


Setelah berada di parkiran yang lumayan luas, Flora menoleh ke arah suaminya, "Mas ikut turun atau tetap berada di sini?" tanya ramah kekasih halal Shane saat keduanya masih berada di dalam mobil.


"Maaf sayang, aku tetap di dalam mobil saja ya, mau bilang sama ayah kalau kita datang agak terlambat, karena masih mengurus kepindahan kamu di kampus yang sama denganku nanti," terang Shane dengan nada lirih.


"Ya sudah, Mas, kalau nanti aku lama, hubungi saja ya, aku tidak akan lama kok," ucap Flora sambil membuka pintu mobil, dia hilang setelah beberapa langkah karena banyak orang yang berlalu lalang di kampus.


Shane masih fokus pada ponsel pintarnya, dia mengetik sesuatu untuk ayahnya yang mungkin masih dalam keadaan sibuk.


[Yah, kami akan sedikit terlambat ke kantor nanti, kami sedang mengurus surat pindah kampus agar Flora bisa satu kampus denganku]


Pesan terkirim, kini Shane mulai bosan berada di dalam mobil seorang diri, segala aktivitas sudah dia lakukan untuk mengusir rasa sepinya, seperti main game dan mendengarkan lagu favoritnya, namuan hal itu tidak ada pengaruhnya sama sekali.


Shane akhirnya ikut turun dari mobil dan mencari keberadaan istrinya.


Pandangan mahasiswi di kampus tersebut seakan memuja dirinya dengan visual yang sempurna dengan tinggi 170 centimeter.


Seorang gadis menghadang langkahnya karena rasa penasaran.

__ADS_1


"Hai, cowok, kamu mahasiswa pindahan atau mahasiswa baru di sini? Perkenalkan namaku Mutiara," ucap gadis dengan pakaian seksi dan menggoda itu pada Shane, namun pemuda itu hanya diam dan tetap memasang wajah dinginnya.


"Jika tidak ada hal yang penting, bisakah Anda tidak menghalangi jalan saya? ujar Shane dengan nada datar dan pandangan tetap fokus pada tujuan utamanya, yaitu Flora.


"Sombong banget sih jadi laki, lo gak tahu siapa gue," kesal Mutiara yang merasa dicuekin dengan pemuda di depannya.


"Saya bahkan tidak perlu tahu siapa Anda, Nona menyingkir lah dari jalan saya atau saya bisa berbuat kasar untuk menyingkirkan batu yang menghalangi langkah saya," jelas Shane yang bagai kutub es saat tidak bersama Flora.


Karena merasa ada yang membuatnya kesal dan tidak tergoda oleh sikap manja dan wajah cantiknya, Mutiara malah semakin penasaran dengan pemuda di depannya. Dia memikirkan sesuatu yang bisa membuat pemuda itu menjadi miliknya. Mutiara tersenyum menyeringai sambil memberikan jalan pada Shane yang tetap fokus dengan kekasih halalnya.


Saat pemuda tampan itu berhasil menemukan istrinya, dia melihat seorang pemuda yang menyekal tangan Flora dengan kencang.


Shane mulai geram, dia mendekat kepada istrinya dan memukul seseorang yang sudah menyentuh kekasih halalnya.


Auhhhh


Rintih pemuda tersebut yang merupakan ketua BEM yang sudah dari dulu menyukai Flora sejak awal gadis itu menjadi peserta murid baru.


"Sudah, Mas ini dikampus jangan berbuat kekacauan di sini," mohon Flora yang berniat me;lerai Shane yang sudah terbakar api cemburu.


"Kamu memihak dia," bentak pemuda itu yang kini hilang kendali.


Wajah Flora tampak terkejut dan juga takut, dirinya begitu sakit hati dengan tuduhan yang Shane berikan, padahal niatnya hanya ingin melerai saja agar tidak berbuntut panjang kedepannya.


Air muka Shane mendadak luluh, ketika melihat ada bulir bening menghiasi pipi istrinya yang cantik.


"Maaf, aku lepas kendali, bu-bukan maksudku untuk..."


Perkataan Shane terputus kala mendengar sahutan dari belakangnya.


"Dia memang suka sekali menggoda pemuda di kampus ini, tidak sekali dua kali aku melihatnya berduaan dengan ketua BEM itu."


Suara Mutiara mencoba memprovokasi pikiran Shane.

__ADS_1


Flora yang sudah terluka akibat bentakan suaminya, berusaha untuk tetap tenang dan berjalan meninggalkan tempat yang mulai ramai karena pukulan Shane pada pemuda yang selalu mengganggunya.


Shane berusaha mengejar Flora yang langkahnya mulai menjauh dari tempatnya berdiri, namun Mutiara segera mencekal lengan pemuda tampan itu dengan cepat.


"Sudahlah jangan dikejar lagi, dia itu ga......"


Tatapan tajam Shane membuat tubuh gadis itu mendadak kaku.


"Apa yang ingin kamu katakan, hah. Apa kamu mau bilang bahwa istriku adalah wanita yang buruk akhlaknya," terka Shane dengan raut wajah marah. Dia melihat Mutiara dan ketua Bem yang tadi kena pukulan keras dari Shane.


"Kamu!" seru Shane yang kini melihat pemuda yang masih membersihkan luka di bibirnya yang sedikit mengeluarkan titik darah.


"Jangan mencoba untuk mendekati istriku, dia milikku seorang," tegas Shane pada ketua Bem yang sadar akan kesalahannya.


Kini tatapan tajam Shane mengarah pada gadis berpakaian seksi dengan baju sedikit terbuka, menampilkan gunung kembarnya dari balik baju.


"Kamu bilang jika istriku buka wanita baik, lantas bagaimana dengan Anda yang membuka aurot dan menampilkan sesuatu yang harusnya di tutupi dari seorang wanita, bagiku kamu tida lain sama seperti wanita obralan yang menunggu untuk dihancurkan,"


Kata-kata dari Shane membuat wajah Mutiara tampak pias, dia mengakui kesalahannya juga, wajahya merah padam ingin murka namun ucapan yang dilontarkan pemuda yang mengaku suami saingannya itu benar adanya.


Langkah Shane mulai cepat, dia berlari menghindari tatapan para mahasiswa dan mahasiswi di kampus biru, mereka tidak pernah melihat mahasiswa yang visualnya sempurna seperti itu.


"Sayang, kamu ada di mana?" teriak Shane bagai orang gila mencari keberadaan Flora yang entah berda di mana.


"Say......"


Shane mendengar isak tangis dari seseorang di samping mobilnya, saat itu dia berharap jika yang menangis adalah istrinya. Konyol memang namun pemuda itu ingin segera memperbaiki hubungan dengan istri cantiknya sebelum kembali ke kota dan menemui ayahnya.


Ketika dia berdiri disamping gadis yang menangis sesenggukan itu, hatinya mulai teriris, tidak sadar dia merengkuh Flora yang sedang dalam tangisannya yang sesak karena kesalahannya sendiri.,


"Sayang, tolong maafkan aku, aku tidak bermaksud untuk membuatmu terluka, tadi aku hanya......"


"Aku ingin pulang, Mas," potong Flora yang tidak mau mendengar penjelasan suaminya.

__ADS_1


Shane ingin marah, tetapi itu memang kesalahannya sendiri. Dia akhirnya membuka unci mobil dan membiarkan istrinya menangis dalam mobil di sampingnya.


__ADS_2