
Rona wajah merah menghiasi air muka Flora yang begitu cantik, menambah kesan manis bagi pemuda yang kini iklas dengan semua keadaan yang awalnya dianggap sebuah beban.
Flora masih digandeng mesra oleh suaminya, dia kini sudah berada di toko perhiasan yang cukup terkenal bagus kualitasnya bahkan katanya bisa langsung bisa memesan secara khusus.
"Maaf baru sempat membawamu ke sini, aku ingin memberikan sebuah cincin yang begitu istimewa sebagai hadiah pernikahan kita," ujar pemuda itu degan tulus.
"Mahar yang kemarin itu sudah cukup bagiku," sahut Flora yang begitu sederhana.
"Mana bisa, mahar sepuluh ribu bisa digunakan untuk apa nantinya, aku ingin memberikan yang terbaik untukmu, Sayang," tolak Shane yang tidak ingin melihat kekasih halalnya tampak memandagnya rendah karena mahar.
Flora menggeleng pelan, dia tersenyum manis dan mengatakan sesuatu yang membuat Shane benar-benar laki-laki yang beruntung.
"Ada beberapa Ayat dalam Al-Qur'an yang membahas tentang mahar."
Al Qur’an Surat An-Nisaa’ ayat 4 :
Artinya : “Berikanlah maskawin (mahar) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan. Kemudian jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari maskawin itu dengan senang hati, Maka makanlah (ambillah) pemberian itu (sebagai makanan) yang sedap lagi baik akibatnya.” (QS. An-Nisaa’ : 4)
Al Qur’an Surat An-Nisaa’ ayat 20
Artinya : “Dan jika kamu ingin mengganti isterimu dengan isteri yang lain, sedang kamu Telah memberikan kepada seseorang di antara mereka harta yang banyak, Maka janganlah kamu mengambil kembali dari padanya barang sedikitpun. apakah kamu akan mengambilnya kembali dengan jalan tuduhan yang dusta dan dengan (menanggung) dosa yang nyata?” (QS. An-Nisaa’ : 20)
Al Qur’an Surat An-Nisaa’ ayat 21 :
Artinya : “Bagaimana kamu akan mengambilnya kembali, padahal sebagian kamu Telah bergaul (bercampur) dengan yang lain sebagai suami-isteri. dan mereka (isteri-isterimu) Telah mengambil dari kamu perjanjian yang kuat.” (QS. An-Nisaa’ : 21)
__ADS_1
Al Qur’an Surat An-Nisaa’ ayat 34 :
Artinya : “Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh Karena Allah Telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan Karena mereka (laki-laki) Telah menafkahkan sebagian dari harta mereka…..”. (QS. An-Nisaa’ : 34)
Hadits Nabi Saw Tentang Mahar/Mas Kawin:
Hadits Rasulullah Saw dari Amir bin Rabi’ah.
“dari Amir bin Rabi’ah bahwa seorang perempuan bani fazarah dinikahkan dengan sepasang sandal. Kemudian Rasulullah Saw bersabda : “Apakah engkau relakan dirimu dan milikmu dengan sepasang sandal ? jawabnya: “Ya” lalu Nabi membolehkannya.” ( HR. Ibnu Majah dan turmudzi).
Hadits Rasulullah Saw dari Aisyah.
Hadits Rasulullah Saw dari Ibnu Abbas.
Ibnu Abas meriwayatkan “bahwa Nabi Saw melarang Ali mengumpuli Fatimah sampai ia memberikan sesuatu kepadanya. Lalu jawabnya : “Saya tidak punya apa-apa” Maka Rasulullah bersabda : “Dimanakah baju besi (hutaniyah) mu ?” lalu berikanlah barang itu kepada Fatimah.” (HR. Abu Daud, Nasaa’I dan Hakim dan disahkan olehnya).
"Dari ayat diatas dapat disimpulkan bahwa memberikan mahar kepada para istri merupakan pemberian wajib, bukan sebagai pembelian atau sebagai ganti rugi. Dan kemudian apabila istri telah menerima maharnya dengan tanpa paksaan ataupun tipu muslihat lalu ia memberikan sebagian maharnya kepada suami maka bagi suami tersebut diperbolehkan menerimanya. Apabila sang istri ketika akan memberikan mahar tersebut karena malu atau takut pada suaminya maka bagi suami tidak halal untuk menerimanya."
Shane dan orang yang mendengarkan Flora yang sedang menjabarkan tentang mahar dengan begitu fasih membuat semakin kagum akan kecerdasan wanita yang mencuri hatinya.
Tanpa sadar keduanya menjadi bahan tontonan banyak orang.
"Pasangan serasi ya, cantik dan juga sholehah, satunya ganteng dan mapan."
Banyak orang memuji Shane dan juga Flora yang sedang memilih perhiasan.
__ADS_1
Shane merasa lega sudah memiliki bidadari sesempurna Flora, sedangkan Flora menunduk malu sudah berbicara panjang lebar di tempat umum, hingga menjadi tontonan banyak orang. Hal itu membuat istri Shane itu tampak tidak enak.
Setelah memilih satu set perhiasan untuk Flora dan cincin nikah, keduanya kini berjalan ke butik yang cukup terkenal karena modelnya terbatas, yang datang biasanya artis dan para konglomerat yang suka perhiasan yang unlimited bentuknya.
"Kita mau ke mana lagi, belanjanya sudah banyak lo, baiknya kita pulang saja dan istirahat," tawar Flora pada suaminya yang masih ingin memberikan sesuatu pada istrinya.
"Satu toko lagi dan kita akan pulang," sahut pemuda itu dengan tersenyum manis.
Flora menghembuskan napas berat, dia masig begitu lelah karena perjalanan yang cukup panjang tadi, tetapi dia tetap mengikuti langkah kaki suaminya dengan beriringan.
Pasangan suami istri itu kini sedang berada disalah satu butik ternama, mereka memilih sepasang baju yang senada.
Shane mencoba bajunya di bilik yang sudah di sediakan oleh pihak toko.
Badan atletisnya tertutup sempurna dengan hem warna cream yang bergambar batik di salah satu sisi.
"Tuan muda begitu gagah dan juga pas memakai baju itu," puji salah satu karyawan pada Shane dengab pandangan memuja.
Flora juga baru pertama kali mengagumi sosok luar biasa selain bapaknya sendiri.
"Sayang, bagaimana penampilanku?" tanya Shane dengan nada lembut, membuat semua orang menjadi tambah terpesona.
"Kamu tampan," puji Flora jujur ditambah senyuman manis milik gadis berhijab tersebut.
"Kemarilah, sekarang giliran kamu yang mencoba gamis yang tadi sempat kamu pilih," pinta Shane dengan begitu penuh pesona.
Meski ragu, Flora tetap melangkahkan kakiya, dia mencoba gamis yang warna dan coraknya senada dengan sang suami.
Pintu terbuka, menampilkan wajah cantik dan bersinar Flora, gadis itu tampak malu-malu dengan pandangan yang sesejuk salju.
"Sangat cantik dan juga anggun," puji Shane pada istri sahnya.
"Gadis yang bersama dengan tuan muda begitu cantik dan tampak sholehah," puji salah satu karyawan dengan begitu senang dengan Flora.
"Halah, jaman sekarang mah, semua cewek banyak yang begitu tapi kelakuan sama saja, mungkin dia salah satunya," sahut salah satu karyawan wanita yang membuat Shane meradang. Dia dengan tegas dan tajam mendekati beberapa karyawan yang kini malah semakin takut dengan raut wajah pemilik mall tersebut.
"Tuan Muda."
Mereka menunduk hormat, namun ada sesuatu yang membuat hati mereka berdebar dan tidak tenang.
__ADS_1