
Di hotel yang dipesan oleh Shane tampak sangat ramai, para undangan yang sudah berkumpul dari para saudara, keluarga dan juga rekan bisnis dari Pak Andriwijaya, tidak lupa juga tetangga Flora yang julid ikut berada di sana menyaksikan acara pesta pernikahan Flora dan Shane yang sengaja pemuda itu persiapkan tanpa sepengetahuan istrinya.
"Wah beneran kaya suami Flora padahal kita cuma ingin lihat dia itu sengsara, kalau tahu si suami Flora itu orang kaya bakalan aku jadiin menantuku saja," oceh wanita paruh baya yang sedang mengemil makanan yang disajikan oleh pihak hotel seperti keinginan Shane.
Di tengah kemeriahan pesta, pintu yang ada di tengah panggung pengantin yang di dominasi warna putih dan gold itu mulai terbuka, di sana memperlihatkan dua pengantin yang tampak serasi dan juga menawan.
Flora yang memakai gaun gold yang mirip dengan salah satu princess disney menautkan tangannya yang terasa dingin pada lengan suaminya.
Di tengah empat tiang penyangga Shane berhenti dan melepaskan pegangan tangan Flora dengan sangat lembut, melihat istrinya yang begitu cantik bak bidadari.
Pemuda itu menggenggam erat telapak tangan Flora dengan penuh kelembutan.
"Tetap berada di sisiku, Sayang, aku tidak akan melepaskan mu sampai kapanpun," terang Shane dan membuat bulir bening jatuh di pipi Flora.
"Terima kasih, Mas."
Dengan lembut Shane mengecup kening Flora di depan banyak tamu undangan, di samping dekorasi orang tua Flora dan juga ayah dari Shane ikut terhanyut akan suasana bahagia, lancarnya acara itu tidak lepas dari ide dan juga usaha mereka sebagai seorang orang tua.
Sebelum hari itu tiba, Shane memang sengaja menemui orang tua Flora, ditengah perselisihan keduanya saat pemuda itu lebih. percaya pada Rikha-sang masa lalu yang membuat hubungan keduanya tampak renggang.
Di dalam rumah sederhana, itu Shane menceritakan semua masalahnya, dengan lembut pria paruh baya itu malah berkata, "Aku tidak akan memihak siapapun dari kalian, Nak, ada kalanya perselisihan itu menjadi bumbu rumah tangga yang mampu mempererat kepercayaan, usia pernikahan kalian juga baru beberapa bulan, belum ada satu tahun, jadi perbaiki dulu sikap dan sifat kamu, begitu juga dengan Rara, dia masih begitu labil bagi kami."
Pria paruh baya itu menepuk lembut pundak menantunya, "Aku serahkan Rara untuk kamu lindungi, Nak, jika dia salah arahkan yang benar, jangan membentak atau berbuat kasar, wanita akan luluh dengan kelembutan, jika berkata kasar dan menggunakan kekerasan, hal yang sama yang akan kamu dapatkan."
Shane merasa tertampar hanya dengan kata-kata yang terucap dari mertuanya itu, lantas dia meminta maaf dan berterima kasih sudah diberikan wejangan oleh ayah mertuanya.
Detik kemudian, Shane meminta tolong untuk membantunya membuatkan sebuah pesta pernikahan untuk mereka, keduanya setuju dan membantu Shane sebisanya, sedangkan undangan. pernikahan mereka akan dikirimkan beberapa hari lagi untuk para tetangga dan juga saudara Flora.
__ADS_1
Pesta itu semakin meriah kala Shane mengajak Flora untuk berdansa di atas panggung, namun wanita cantik itu menggeleng tanda dia malu jika dilihat orang banyak.
Shane paham makna dari penolakan istrinya, hingga dia mengganti acara dansa tersebut dengan menyanyi.
Pemuda tampan itu meminta salah satu alat musik yaitu gitar untuk memulai pertunjukannya.
"Malam ini spesial untuk istriku tercinta, sebuah lagu yang tulus dari dasar hatiku, untuk bidadari yang tidak lelah menemaniku, bahkan saat aku dalam keadaan terpuruk sekalipun-Sayang, love you."
Shane mulai memainkan alat musiknya dan menyanyikan sebuah lagu khusus, dari salah satu band luar negeri One Ok Rock yang berjudul Wherever You Are dengan begitu merdu, membuat semua orang terhipnotis dan ikut menyanyi.
Flora terpesona dengan cara Shane memperlakukan dirinya, angan nya terbang sebelum mereka ada di hotel yang begitu megah dengan ornamen yang mewah.
Di dalam kamar utama, pemuda itu memberikan kotak beludru lagi warna hitam, Flora menerima dan melihat kearah suaminya, "Ini apa lagi, Mas?" tanya wanita cantik itu dengan penuh tanya.
"Ini adalah aksesoris yang harus kamu kenakan, Sayang," terang Shane membuat Flora bingung.
"Jawab jujur, Mas," desak Flora dengan nada kesal.
"Baiklah, aku akan jujur, hari ini adalah pesta pernikahan kita, karena kamu sudah tahu, jadi tidak ada rahasia lagi."
Shane menepuk tangannya dua kali, lalu beberapa orang asing dengan semua peralatan make up dan gaun mewah sudah ada di depannya.
"Buat istriku cantik bak bidadari ya," pinta Shane sebelum meninggalkan Flora yang dirias dan memakai gaun warna gold.
Setelah kepergian Shane, Flora dirias secantik mungkin, memakai gaun yang harganya fantastis dan aksesoris yang harganya milyaran rupiah.
Antara senang dan juga haru, Flora hanya diam dan mengikuti semua arahan dari MUA profesional.
__ADS_1
Angan nya berakhir saat suara tepuk tangan yang meriah membuyarkan lamunannya.
"Lagunya bagus, Mas," puji Flora pada pemuda tampan yang berdiri di depannya dengan senyum manisnya.
Dengan menggandeng tangan Flora yang dingin karena demam panggung, Shane yang masih memegang mikrofon lantas berkata, "Selamat malam semuanya, izinkan saya berterima kasih kepada semua orang yang hadir dalam pesta pernikahan kami yang sederhana ini....."
Shane menjeda ucapannya lalu melihat istrinya yang belum sepenuhnya tenang.
"Perkenalkan ini adalah istri saya, bidadari cantik yang selalu membuat saya selalu berucap syukur setelah menikah dengannya, bidadari yang menuntun saya ke jalan yang lurus dan selalu memberikan motivasi ketika saya salah."
"Dialah Nyonya Shane Andriwijaya."
Suara tepuk tangan meriah mewarnai malam pesta pernikahan mereka, namum ada salah satu undangan yang wajahnya sangat kurang bersahabat, tangannya mengepal dan tampak emosi.
"Seharusnya aku yang ada di sana menemani mu Flora, bukan bocah licik dan tidak tahu tata krama itu," monolog lirih kepala sekolah yang merupakan orang yang menyukai Flora sejak lama, namun Flora tidak pernah merespon apa yang dikatakan oleh kepala sekolahnya tersebut.
Acara demi acara mulai berakhir, sesi foto pun juga sudah selesai, kini tinggal sesi memberikan doa pada mempelai pengantin.
Para undangan ikut memberikan doa restu pada Flora dan juga Shane termasuk tetangga yang sudah memfitnah keduanya.
"Wah ibu datang juga, terima kasih sudah menyatukan kami lewat kata fitnah waktu itu, jika bukan karena kalian kami mungkin tidak akan bersama," cibir Shane yang sengaja menggoda dua wanita paruh baya yang menjadi profokator tersebut.
Beberapa orang memberikan doa terbaik, hingga mantan kepala sekolah Flora pun ikut menyalami Shane, namun Flora hanya mengatup kan tangannya.
"Jika kamu lelah dengannya, baliklah dan menikah lah denganku, aku siap untuk menerimamu kembali, Flora."
Perkataan itu membuat Shane mengepalkan tangannya, namun jawaban Flora malah membuatnya semakin kebakar rasa panas.
__ADS_1