Kekasihku Bad Boy Milyuner

Kekasihku Bad Boy Milyuner
Rencana Keluar


__ADS_3

Shane meminta Flora setelah selesai makan siang untuk keluar bersama, mereka akan menghabiskan waktu bersama sebelum esok hari akan melaksanakan kegiatan masing-masing. Di dalam kamar milik keduanya Flora agak bingung, pasalnya tidak ada baju yang dia bawa dalam tasnya.


"Apa yang sedang kamu lakukan?" tanya Shane yang akan mandi.


"Eh bajuku tadi di mana ya? Aku menyimpannya di dalam tas tadi," tanya Flors dengan nada bingung.


"Tadi kata Bi Mina, bajumu sudah digantung di almari milikku," tunjuk Shane pada istrinya.


"Oh baiklah terima kasih."


Flora membuka almari yang ditunjuk oleh suaminya, kali ini dia tertegun dan sedikit melongo dengan penampilan lemari suaminya yang luas bak toko baju.


"Apa kamu belum menemukan baju milikmu?" tanya pemuda itu lagi pada istrinya yang sedang bingung.


"Eh, em i-iya ini sedang mencari baju."


Flora segera masuk dan mencari bajunya, namun dia terkejut lagi, berulang kali suaminya itu memberikan sesuatu tanpa dia minta ataupun inginkan.

__ADS_1


Deretan baju dengan model baru dan juga cantik yang masih tergantung rapi lengkap dengan plastik dan juga label.


Gaun syar i dan hijab instan ada di sana. Flora begitu bersyukur dengan inisiatif suaminya yang baru saja dia kenal dan bahkan belum mengenal lebih jauh.


Dengan cepet, gadis berhijab itu mengambil gamis berwarna navy lengkap dengan hijab senada keluar dari lemari baju.


Shane yang lupa jika ada istrinya di dalam kamar, hanya mengenakan handuk setelah selesai melakukan bersih-bersih badannya.


Flora menjerit kencang ketika melihat penampilan suaminya yang tampak baru baginya. Dia menutup wajahnya dengan baju yang baru saja dia ambil dari almari karena baru melihat dada suaminya yang telanjang.


"A-apa kamu sudah pergi dari depanku?" tanya Flora dengan begitu lucu.


Shane mencoba mendekat agar aroma sabunnya menguar di indera penciuman istrinya.


"Segera mandi, aku akan ganti pakaian di sini," bisik Shane hingga membuat Flora membelalakkan matanya. Dia segera berlari dan menuju kamar mandi.


Shane tertawa ketika dia melihat tingkah lucu istrinya. Detik kemudian Bi Mina mengetuk pintu kamar mereka.

__ADS_1


"Den ada teman aden yang bernama Sukro, katanya mau ngajak Aden pergi malam ini," ujar wanita paruh baya itu dengan begitu takut.


"Usir saja, Bi. Bilang aku tidak ada di rumah, sudah keluar dari tadi pagi," pinta pemuda itu membuat wanita paruh baya di depannya sedikit terkesan dan juga lega, pasalnya anak majikannya sekarang tidak lagi main diluar dengan teman yang kurang jelas dan kata sapaannya dari lo gue menjadi aku kamu karena permintaan Flora.


"Baik, Den. Bibi akan bilang sama teman Aden agar dia segera kembali," ucap wanita paruh baya itu sambil berlalu meninggalkan kamar anak majikannya.


Pintu ditutup dengan sedikit dorongan kasar, hingga membuat Flora berjengit kaget saat dia selesai mandi.


"Ka-kamu kenapa?" tanya Flora dengan nada takut, dia melihat wajah merah padam suaminya yang marah entah karena apa.


"Tidak ada apa-apa," sahur Shane mencoba untuk meredakan emosinya agar tidak membuat istrinya takut.


"Kamu yakin tidak ada apa-apa? Tapi jika kamu tidak mau memberitahuku juga tidak masalah, aku mengerti mungkin sesuatu yang tidak bisa kamu katakan kepadaku saat ini," terang Flora dengan nada lembut.


Shane tersenyum sebagai bentuk rasa syukur pada Allah sudah mempersatukan dia dengan gadis sholehah.


"Terima kasih, Sayang."

__ADS_1


__ADS_2