Kekasihku Bad Boy Milyuner

Kekasihku Bad Boy Milyuner
Cast Tokoh


__ADS_3

Cast Kekasihku Bad Boy Milyarder



Shean - Putra tunggal Pak Andriwijaya, merupakan anak yang pernah nakal pada masanya, namun kembali ke jalan baik setelah mengenal sosok Flora.



Flora - Gadis cantik yang tulus menolong Shane saat terlihat menyedihkan di pos ronda, membantu pengobatan pemuda itu, hingga takdir menyatukan keduanya menjadi sosok pasangan yang sah dimata agama dan negara.



Rikha - Sosok masa lalu Shane yang pernah membuat pemuda tampan dan kaya itu jatuh hati, namun Rikha memilih untuk meraih impiannya di Amerika dan melanjutkan kuliahnya di sana, dia kembali untuk mendapatkan hati Shane lagi namun pemuda itu malah sudah menikah, berniat mendapatkan Shane dengan cara licik dan melenyapkan Flora.


***


Shane dan Flora yang sudah selesai dengan pesta malam itu, segera kembali ke dalam kamar, keduanya tampak lelah setelah melakukan olah raga panas di dalam kamar mereka.


Karena acara yang cukup melelahkan serta sebuah kerinduan yang tidak bisa lagi dibendung, keduanya tertidur dengan berpelukan.


Esok hari, Flora sudah selesai mandi besar, dirinya membersihkan diri sebelum suaminya bangun, dan sebelum subuh sudah melakukan sholat sunnah dua rakaat, wanita cantik dengan gamis warna salem dengan hijab senada tersebut sudah selesai sholat sunnah fajar seperti yang diajarkan oleh kedua orang tuanya. Flora membaca Al-Quran yang ada di lemari rias miliknya, entah kapan Shane memberikan kado kecil itu untuk dirinya. Suaranya yang merdu dan memenangkan membuat pemuda tampan dengan pesona itu terusik, dia tidak berbicara apapun, hanya melihat pemandangan indah sebelum adzan subuh berkumandang.


Tidak ingin Flora terganggu, Shane memilih untuk merekam istrinya yang sedang khusuk membaca ayat demi ayat dalam Al-Quran.


Saat sudah dirasa lebih fresh, Flora mulai mencium Al-Quran dan meletakkannya kembali ke atas meja rias, namun atensi wanita cantik itu tertuju pada suaminya yang duduk dengan menggunakan selimut untuk menutupi tubuh bagian bawahnya.


"Maaf, Mas terganggu ya?" ucap Flora dengan wajah yang tidak enak sambil melepas mukena yang dia pakai.


Shane tersenyum disusul dengan gelengan pelan, "Bukan terganggu, aku suka dengan suara merdu mu saat membaca ayat-ayat Al-Quran, terasa sejuk dan juga menenangkan jiwa," jelas Shane pada istri cantiknya yang berdiri tidak jauh dari ranjang.


"Aku kira, Mas terganggu karena aku, tapi jika iya aku minta maaf ya, aku tidak bermaksud untuk......."


"Sssst....."

__ADS_1


Shane menutup mulutnya dengan jari telunjuk, "Kamu tidak pernah salah, Sayang, malah aku yang harusnya belajar dari kamu, setiap hari sebelum subuh sudah bangun mandi dan juga melakukan sholat sunnah dua rakaat, aku juga ingin seperti itu," terang Shane pada Flora dengan wajah sungguh-sungguh.


Wanita cantik itu tersenyum, "Besok aku akan mengajakmu untuk sholat sunnah fajar bersama, Mas, tapi sekarang Mas harus segera mandi sebentar lagi akan adzan subuh, kita gak boleh menunda waktu sholat 'kan?" peringat wanita cantik dengan senyum menawan itu pada suaminya.


"Iya, Sayang, ini aku akan mandi."


Shane membawa selimut yang sudah kotor karena olah raga malam mereka kemarin, dia ingin membantu meringankan pekerjaan Flora yang mungkin saja sangat banyak, apalagi dia sekarang adalah tanggungjawab Shane sepenuhnya.


Selesai melakukan mandi wajib, pemuda itu memakai baju koko dan juga sarung, tidak lupa peci hitam yang menambah ketampanannya berkali lipat.


Flora sudah menggelar sajadah untuk keduanya saat adzan subuh mulai berkumandang dengan nyaring. Pasangan suami istri itu melakukan sholat subuh berjamaah di dalam kamar mereka, meminta perlindungan dari Sang Pencipta.


Shane mengecup lembut kening istrinya, mendoakan hal yang baik dengan sungguh-sungguh, Flora juga mengecup punggung tangan suaminya setelah sholat berjamaah, tidak lupa merapikan mukena dan juga sajadah mereka.


"Mas mau aku buatin kopi apa teh hangat?" tanya lembut Flora pada suaminya tersebut.


"Teh hangat saja, Sayang, nanti tolong bawakan ke kamar ya, aku mau kerja sebentar sebelum nanti mengantarkan kamu untuk kuliah," ucap lembut Shane dengan begitu sayang.


"Baik, Mas, aku buatkan dulu."


[Bagaimana keadaan di gudang tua yang terbengkalai tersebut?]


Tanpa basa basi lagi pemuda itu langsung bertanya ke intinya.


"Korban sudah babak belur seperti apa yang Tuan Muda minta."


[Bawa ke rumah sakit agar dia mendapatkan pengobatan.]


Meskipun sebenarnya Shane begitu kejam, namun dia tetap memberikan kesempatan pada lawannya setelah diberikan sebuah pelajaran.


"Baik, Tuan."


Shane meletakkan kembali ponsel pintar miliknya, dia kini fokus pada laptop dan laporan bulanan dari perusahaan milik ayahnya.

__ADS_1


Satu matanya menyipit saat ada nomor yang terlihat aneh dan jumlahnya tidak sama dengan pengeluaran.


Dirinya mulai menghubungi seseorang di perusahaan milik ayahnya untuk mencari tahu.


Tidak lama kemudian, Flora datang dengan roti bakar berisi selai nanas serta teh hangat untuk diberikan pada Shane.


"Maaf, Mas sedikit mengganggu, ini aku bawakan roti bakar sama teh hangat untuk mengganjal sedikit perutmu, kerja itu butuh protein dan juga tenaga, biar lancar makan dulu," oceh Flora yang malah membuat Shane terhibur.


"Kok, Mas malah senyum?"


"Kamu itu paket komplit, Sayang. Sholehah sudah, pintar masak sudah, pintar bikin rindu sudah, cantik dan juga baik hati juga sudah, lalu apa lagi ya?"


Shane tampak berpikir, ingin rasanya menggoda istrinya, namun sebuah notif dari ponsel pintar miliknya membuyarkan semua.


Netranya mulai berapi saat ada sebuah pesan yang memberitahu suatu kejadian, namun dia berusaha menutupi dari Flora agar istrinya tidak berpikir berat.


"Eh iya, kemarin katanya mau masak makanan spesial, mau masak apa hari ini?" tanya Shane mencoba mengalihkan pembicaraan dan Flora juga keluar dari kamar.


"Ah iya, Mas. Aku ke dapur dulu ya, mau memberikan masakan enak buat Ayah dan juga kamu."


Shane mengangguk sambil melihat kepergian istrinya. Setelah dirasa aman, pemuda tampan itu menghubungi seseorang.


"Kita ketemuan nanti di perusahaan setelah aku mengantarkan istriku ke kampus."


Setelah itu Shane meremah tangannya dan matanya terlihat kilat emosi.


"Ternyata kamu belum juga kapok, baiklah akan aku ikuti cara main mu," monolog Shane seorang diri dan melihat langit masih terlihat gelap.


Flora yang masih sibuk di dapur dengan apron yang menempel di tubuhnya, terlihat begitu cekatan.


"Nona Muda kenapa masak, biar saya bantu, Non?" tawar wanita paruh baya yang mencegah Flora untuk masak.


"Tidak apa, Bu, aku sudah izin pada suami untuk masak kemarin malam, sebagai rasa syukur sudah diberikan nikmat luar biasa dari Sang Pencipta," tutur Flora dengan ramah.

__ADS_1


"Beruntung sekali Tuan Muda mendapatkan istri cantik dan sholehah seperti Nona, semoga kalian selalu bahagia dan dalam lindungan Allah SWT."


"Aamiin."


__ADS_2