
Di sore hari ada dua orang pemuda yang keluar dari gerbang untuk mencari tanaman obat di hutan dan padang rumput. Hutan yang dikabarkan aneh satu minggu yang lalu tak menunjukkan tanda-tanda monster satupun, kini kembali normal.
"Hei, bagaimana bentuk dari tanaman obat yang akan kita cari?" Satoru penasaran dengan tanaman yang akan mereka cari di sore hari itu.
"Ah, etto... tanaman nya memiliki daun yang lebar dengan batang yang keras" Haruna memberi tahukan ciri-ciri dari tanaman yang akan mereka cari.
Saat itu Satoru melihat tanaman yang memiliki ciri-ciri sama dengan apa yang di sebutkan oleh Haruna barusan. "Seperti yang ini?" Ujar Satoru menunjuk tanaman itu.
"Bukan, kalau yang itu tanaman beracun. Jika kau memakan nya, kau bisa diare selama dua hari penuh" Haruna menjelaskan soal tanaman yang di tunjukkan oleh Satoru.
"Eeehh!?" Satoru kaget karena mendengar sesuatu yang cukup menyeramkan.
"Hahaha..." Haruna tertawa kecil melihat raut muka Satoru yang sedang kaget. "Hei, Satoru-san seorang petualang, kan?" Gadis itu bertanya setelah melihat plat yang di kalung kan di leher Satoru.
"Iya... apa ada yang salah?" Satoru bertanya heran kepada Haruna.
"Tidak, hanya saja biasanya para petualang memiliki pengetahuan tentang tanaman obat" Ujar Haruna.
Satoru pun mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Haruna. "Y~ ya... begitulah, hanya saja aku selalu di ajari bertarung dan bertarung sehingga tak pernah mengetahui soal tanaman obat dan yang lainnya" Satoru memalingkan mukanya sembari melihat sebuah tanaman yang mirip.
"Apa yang itu?" Ujar Satoru menunjuk tanaman yang hampir mirip.
"Ah, benar! itu tanaman nya!" Haruna terlihat senang saat menemukan tanaman obat tersebut.
Tampak senyuman yang begitu manis saat gadis itu mengambil tanaman obat itu dengan hati-hati agar tak merusak nya. "Lihat! aku sudah memetiknya!" Haruna menunjukkan tanaman itu kepada Satoru dengan bersemangat.
"A~ ah, iya..." Satoru membalas ucapan gadis itu dengan canggung karena melihat wajah gadis itu sangat dekat dengannya.
"Ah! benar juga! Haruna-san, apa kau bisa memberikan ku perbedaan di antara mereka? dengan begitu aku mungkin bisa membantu mencarinya juga" Satoru langsung mengalihkan pandangannya ke arah tanaman beracun sebelumnya.
Haruna pun memetik tanaman itu dan menunjukkan perbedaannya kepada Satoru. "Lihat, tanaman beracun memiliki batang yang berwarna lebih gelap hingga terlihat seperti berwarna ungu, sedangkan tanaman obat ini terlihat lebih segar dengan warna hijau yang cerah" Ujar Haruna menjelaskan perbedaan tanaman tersebut.
"Iya, aku paham..." Satoru pun berjalan mencari tanaman obat. Saat menemukannya, ia langsung memanggil Haruna. "Haruna-san! apa yang ini benar?"
"Benar, itu adalah tanaman obat" Jawab Haruna setelah melihat tanaman yang di temukan oleh Satoru.
__ADS_1
Saat Satoru hendak mencabut tanaman itu, Haruna menghentikannya dengan memegang tangan pria itu dengan erat. "Jangan! jika kamu melakukannya seperti itu tanaman nya akan rusak"
Gadis itu mengeluarkan sebuah gunting dan menunjukkan cara untuk memanen tanaman obat kepada Satoru. Wajah nya sangat dekat hingga Satoru bisa mencium bau harum dari gadis itu.
Harum nya... apa dia memakai sebuah parfum yang mahal...?
"Satoru-san?" Haruna melihat Satoru dengan heran.
"Ah, maaf aku melamun tadi. Begini kan caranya?" Satoru terbangun dari lamunannya saat namanya di panggil dan langsung menggerakkan tangannya memanen tanaman obat itu.
"Iya, benar seperti itu caranya" Gadis itu terlihat tersenyum bahagia saat membahas soal tanaman obat.
"Aku akan mencari ke sebelah sana, jika ada apa-apa panggil saja aku" Satoru menunjuk ke arah lain untuk mencari tanaman obat.
Sial, aku tak akan bisa menahan diriku jika berada sedekat itu...
Memang benar jika aku sering berbuat baik terhadap semua wanita yang kutemui. Tapi, aku tak pernah memiliki suatu hubungan spesial dengan mereka.
Aku hanya melakukan hal yang di ajarkan oleh kakekku itu saja...
"Fiuh~ kurasa ini sudah cukup. Apa Haruna-san juga sudah selesai?" Satoru bergumam setelah mengumpulkan banyak tanaman obat dan memasukkan nya kedalam kantung dimensinya.
"Kyaaa!!!!" Saat itu terdengar suara teriakan Haruna dari dalam hutan.
"Haruna-san!!?" Satoru langsung berlari menuju ke tempat Haruna setelah mendengar teriakan tersebut.
Disana ada 5 ekor green wolf yang mengepung Haruna. Saat salah satu dari mereka meloncat menerkam Haruna, Satoru dengan cepat melemparkan pedangnya dan berhasil mengenai serigala itu.
"Apa kau tak apa-apa?" Ujar Satoru berdiri di depan Haruna sembari menarik pedangnya dari tubuh serigala yang terkena lemparan barusan.
"Tetap lah diam di belakang ku, ini akan segera berakhir..." Satoru bergerak dengan sangat cepat dan berhasil mengalahkan serigala yang tersisa.
Mengayunkan pedangnya untuk menghilangkan noda darah yang menempel Satoru menyarungkan pedangnya. "Apa mereka melukaimu?" Satoru bertanya dengan lembut sembari mengulurkan tangannya.
Gadis itu langsung bangun berdiri dan memeluk Satoru dengan erat. "A~ aku takut sekali... kukira aku bakal mati..."
__ADS_1
Satoru membalas pelukan Haruna dan mengusap lembut rambutnya. "Tak apa, aku ada disini. Maaf karena membuatmu melihat sesuatu yang menakutkan..."
Setelah lega gadis itu melepaskan pelukannya dan menundukkan kepalanya "Te~ terima kasih Satoru-san..."
"Tak perlu di pikirkan, sebaiknya kita pulang sekarang karena hari sudah mulai gelap" Ucap Satoru dengan senyuman di wajahnya.
Mereka berdua pulang kembali ke kota, saat sampai disana Satoru mampir ke guild petualang terlebih dahulu untuk menjual material dari green wolf. Setelahnya ia mengajak Haruna untuk makam malam di kedai makan dekat dengan rumahnya.
"Hei, Haruna-san apa kau mau makan malam denganku?" Ujar Satoru mengajak Haruna.
"Apa boleh? tapi kau sudah menolongku beberapa kali... aku merasa tak enak karena itu..." Ujar Haruna yang merasa tak enak karena selalu di tolong.
"Tak apa, kau tau perlu memikirkan hal itu. Aku menolongmu bukan untuk mendapat imbalan atau terima kasih, tapi karena aku memang ingin melakukannya, jadi kau tak perlu merasa tak enakan" Ujar Satoru dengan senyum tulus.
Haruna menerima ajakan makan malam itu. Saat di kedai makan setelah makanan yang di pesan sampai di meja, Haruna menanyakan suatu hal yang mengganjal di pikirannya selama ini.
"Hei... Satoru-san..." Ucapnya dengan gugup.
"Ada apa Haruna-san?" Tanya Satoru dengan heran.
"Kenapa bangsawan sepertimu begitu baik pada rakyat jelata seperti ku?" Haruna menunjukkan raut muka yang begitu heran dengan sikap Satoru.
"Bangsawan? siapa?" Satoru menanyakan balik hal itu.
"Kamu..."
Saat itu Satoru baru sadar soal namanya yang memiliki nama keluarga. "Ahh... aku belum bilang padamu yah. Aku bukanlah seorang bangsawan loh"
"Eh? tapi kamu punya nama keluarga, kan?"
"Etto... begini, jadi di tempat ku berasal semua orang memiliki nama keluarga. Mau itu seorang penjabat negara atau rakyat biasa, semuanya memilki nama keluarga" Satoru menjelaskan soal nama keluarga yang dimiliki nya kepada Haruna.
"Be~ begitu yah..." Haruna cukup terkejut mendengar hal itu dan mengangkat cangkir teh dan meminumnya.
Di malam itu hubungan pertemanan antara mereka mulai terjalin.
__ADS_1