
Setelah perjalanan yang cukup lama, Satoru akhirnya sampai di ibu kota. "Haft, akhirnya sampai juga. Aku merasa tak enak karena meminta Airi-san untuk menjaga kelinci selama kepergian ku" Satoru menghela nafas dan bergumam dengan perasaan tak enak terhadap gadis yang menolongnya untuk merawat para kelinci.
Setelah mengantar Haruna kembali ke penginapan nya, Satoru pulang kerumah. "Aku pulang" Ucapnya saat membuka pintu rumah.
"Selamat datang kembali Satoru-san!" Airi langsung berlari menyambut kedatangan laki-laki itu dengan hangat.
"Maaf yah, membuatmu menjaga para kelinci selama aku pergi" Ujar Satoru dengan tak enak.
"Eng~ Tak apa, lagi pula aku senang kok ngerawat mereka" Airi tersenyum manis.
Di saat yang sama terdengar suara ketukan pintu. Satoru langsung berbalik dan membukakan pintu.
"Eh?" Saat itu ia terkejut melihat wanita cantik berambut pirang yang pernah bersama dengannya saat perjalanan menuju kota dungeon.
"J- Jadi kau sudah kembali yah" Gelagap gadis itu.
"I- Iya... Apa ada yang kau perlukan dariku?" Tanya Satoru penasaran.
"B- Bu- Bukan berarti aku da- datang kesini ka- karena ingin bertemu dengan mu yah" Ucapnya dengan mengalihkan mukanya yang memerah.
"I- Iya?" Satoru tak tau apa yang terjadi, ia mempersilakan Charlotte dan teman-temannya masuk kedalam rumah.
Suasana menjadi canggung di ruang tamu, Satoru pergi ke arah dapur untuk mengambil teh dan makanan ringan yang ia punya. "Silahkan~" Ujarnya meletakkan minuman dan makanan di atas meja.
"Terima kasih" Ujar semua teman Charlotte.
Satoru hanya bisa tersenyum canggung melihat situasinya. "Apa yang kalian lakukan di ibu kota? Bukannya akademi di kota Sofya juga sudah mulai belajar kembali?" Tanya Satoru penasaran.
"Ah, soal itu, kami sudah pindah ke akademi di ibu kota" Ujar salah satu teman Charlotte.
"B- Begitu yah..."
Satoru menuangkan teh ke cangkir miliknya dan meminumnya.
"Satoru-san ada yang ingin ku tanyakan padamu" Terasa hawa dingin yang berasal dari pertanyaan Airi.
__ADS_1
Disisi lain Charlotte juga mengucapkan hal yang sama.
"A- Apa itu?" Tanya Satoru ragu-ragu.
"Gadis ini" Ucap mereka saling tunjuk.
"Apa benar dia tunaganmu!? / Apa benar dia pa- pacarmu?" Ujar mereka berdua secara bersamaan.
"Eh?" Satoru terkejut saat mendengar hal itu.
Apa yang mereka bicarakan?
Pacar? Tunangan? Aku tak tau apa-apa soal itu.
Satoru masih diam dengan senyum canggung di wajahnya. Tak lama kemudian ada seseorang lagi yang datang kerumahnya. Seorang gadis berambut putih membuka pintu rumahnya dan langsung berbicara "Satoru-sama tolong datanglah ke istana. Ada suatu hal yang ingin ku bicarakan!"
Saat melihat gadis berambut putih itu Charlotte dan Airi menatap Satoru dengan dingin. "Hei, dia siapa mu lagi Satoru-san?" Tanya Airi dengan senyum yang mengintimidasi.
"Tunggu sebentar! Aku tak tau apa yang kalian bicarakan!" Satoru langsung berdiri dan berteriak dengan canggung, ia tak tau apa yang sedang terjadi.
"Sekarang apa lagi!?" Teriak Satoru yang tampak kesal.
"Eh?" Melihat raut muka Satoru yang begitu kesal, Haruna cukup terkejut dan tak jadi berbicara.
"Ah, maaf aku tak bermaksud membentakmu Haruna-san" Ujar Satoru merasa tak enak saat melihat jika wanita itu adalah Haruna.
Suana menjadi sunyi dan begitu canggung, semua teman Charlotte pergi keluar dari rumah dan menyisakan Charlotte, Airi, Haruna, Reina dan Satoru di ruang tamu.
Apa yang sedang terjadi? Kenapa mereka semua berkumpul disini?
"Hmm~ Jadi bukan hanya dengan kami, ternyata kau juga mengenal tuan putri dari kerajaan ini" Ujar Airi melirik Satoru.
"Apa hubungan kalian dengan Satoru-sama?" Tanya sang putri penasaran.
Satoru menghela nafas panjang dan bangun berdiri "Maaf, tapi apakah kalian bisa pulang kerumah kalian? Aku baru saja pulang dari perjalanan, jadi aku ingin istirahat dulu. Untuk tuan putri, aku akan datang ke istana besok dan untuk Charlotte-san serta Airi-san, aku tak tau apa yang kalian pikirkan tentang ku, tapi tolong jangan mengatakan hal semacam itu. Aku tak ingin melukai perasaan siapapun, jadi untuk hari ini tolong kalian pulanglah dulu" Ujar Satoru panjang lebar.
__ADS_1
"Oh iya, Haruna-san kau datang untuk mengambil tanaman obat yang dititipkan padaku kan. Ini kantung berisi tanaman obatnya" Satoru mengeluarkan sebuah kantung yang berisi tanaman obat yang mereka kumpulkan diperjalanan pulang.
Setelah mendengar hal itu, mereka jadi murung dan meminta maaf pada Satoru. Mereka keluar dari rumah itu satu persatu dengan perasaan tak enak karena sudah membuat Satoru merasa tak nyaman.
Pada saat mereka keluar dari rumah, terlihat seorang gadis berambut merah hendak masuk kedalam rumah.
"Eh?"
"Apa jangan-jangan kau juga ingin bertemu dengan Satoru-san?" Tanya Airi dengan wajah murung.
"I- Iya, apa dia ada didalam?" Tanya gadis itu.
"Iya, dia ada didalam. Tapi, sebaiknya kau tak menemuinya hari ini" Saran Airi.
"Ah, tak apa. Aku hanya datang kesini untuk memberikan surat padanya" Ujar gadis itu menunjukkan sepucuk surat bersegel keluarga kerajaan.
"Eh? Surat itu! Apa itu dari ayahku?" Tanya Reina saat melihat surat yang ditunjukan oleh gadis itu.
"Eh? Tuan putri!? Kenapa anda ada disini?" Gadis itu kaget saat tau jika putri dari kerajaan nya ada di rumah tempat tinggal seorang laki-laki. "Ahem, maaf aku cuma terkejut. Iya, surat ini dari ayah anda, tapi lebih tepatnya surat ini berasal dari kakek anda" Ujar gadis itu menjawab pertanyaan sang putri.
"Kakek?"
"Iya, kalau begitu saya akan berikan surat ini dulu" Ujar gadis itu hendak membuka pintu rumah itu.
Namun, Satoru langsung keluar dan mengambil sepucuk surat yang dipegang oleh gadis itu "Ini untuk ku kan?" Ujarnya saat mengambil kertas itu.
"I- Iya..."
"Kalau begitu terima kasih" Satoru langsung menutup pintu rumahnya dan pergi masuk kedalam kamar.
Di sana ia membuka surat itu dan membaca isinya.
"Satoru bagaimana kabarmu? Apa kau bersenang-senang di akademi? Kurahap iya. Sebentar lagi akan ada turnamen kesatria sihir di ibu kota, aku ingin kau menjaga keamanan disana. Aku juga akan datang ke ibu kota. Oh, benar juga, aku lupa bilang kalau aku adalah mantan raja dari kerajaan Earshied. Raja yang memimpin saat ini adalah anakku, dia punya seorang putri. Kupikir kau akan cocok dengannya, bagaimana kalau kalian berdua bertunangan? Kalau begitu aku akan menemui mu nanti saat sampai di ibu kota"
"Huft~ Begitu yah, jadi master merupakan raja sebelumnya. Kalau begitu bilang dari awal! Apanya yang cocok dan bertunangan!? Maaf saja tapi aku tak akan menerimanya!" Satoru berteriak kesal didalam kamarnya saat setelah membaca surat itu.
__ADS_1