
Satu hari selesai ujian, Satoru pergi ke akademi dan melihat papan pengumuman. Ia mencari namanya dan kelas yang akan dia tempati.
"Oh ada! ayo kita lihat aku ada di kelas 1-E"
Setelah mengetahui kelasnya, Satoru langsung pergi menuju ke ruang kelasnya. Saat di kelas dirinya di tatapi oleh semua siswa di kelas dengan aneh.
Eh? apa aku melakukan sesuatu yang aneh?
Abaikan saja... tujuan ku kesini hanya untuk meningkatkan pengetahuan ku tentang dunia ini.
Semua siswa di kelas itu berbisik-bisik satu sama lain dan tak ada satupun yang mendekati Satoru.
"Hei, kenapa orang itu bisa ada di kelas ini?"
"Benar-benar, bukannya dia orang yang bertarung dengan komandan Serge-sama?"
"Sebenarnya apa yang di pikirkan oleh pihak sekolah?"
Saat semua orang tak ada yang mendekati Satoru, ada seorang pria yang datang dan duduk disebelahnya.
"Hei, ada apa?"
"Eh? Ah, tidak... Aku hanya gugup"
"Benarkah? Ah, maaf aku kelupaan, perkenalkan namaku Taiju"
"Shin Satoru, salam kenal juga"
"Eh? Kau seorang bangsawan!? Ma- maaf atas ketidak sopananku!"
"Tidak, aku hanya orang biasa. Di tempatku semua orang punya nama keluarga"
"Be- begitu yah..."
Pelajaran pun di mulai saat guru memasuki kelas. Di hari pertama mereka hanya melakukan perkenalan dan berkeliling area sekolah. Melihat-lihat club belajar yang ada di sekolah dan berbagai hal lainnya.
"Hei, Satoru-san kenapa kau bisa ada di kelas-E tanpa tanda? Bukannya kemampuan mu sangat hebat saat ujian pertarungan kemarin?"
Satoru yang tak tau apapun mengenai hal itu menunjukkan raut muka heran dan kebingungan.
"Eh? apa ada yang salah dengan kelas-E?"
"Hah? apa kau tak tau soal perbedaan kelas tanpa tanda dan ada?"
"Apaan tuh?"
Di sekolah ini ada dua buah kategori yang membedakan para murid, yakni punya tanda dan tidak. Tanda itu berada di lengan baju kanan berupa lambang sekolah. Orang-orang yang memiliki tanda merupakan orang yang memiliki kemampuan sihir yang baik. Sedangkan yang tidak adalah orang-orang yang kemampuan sihirnya kurang baik.
Karena hal itu terkadang terjadi sebuah diskriminasi dari pihak yang memiliki lambang.
__ADS_1
Mendengarkan penjelasan dari Taiju, Satoru hanya bisa mengangguk-anggukan kepalanya dan terlihat tidak memperdulikannya.
"Begitu yah. Lupakan saja, lagi pula aku tak peduli soal begituan"
"Eh? Jadi apa yang membuatmu datang ke sekolah ini?"
"Belajar tentang pengetahuan dunia. Aku tak peduli dengan sihir dan semacamnya"
Taiju hanya bisa terkagum dengan keteguhan hati Satoru yang tak memperdulikan soal perbedaan itu. Mereka sampai di sebuah gedung pelatihan, di bawah tepatnya di lapangan pelatihan ada kakak kelas yang sedang melakukan latih tanding.
"Gerakan mereka lambat sekali..."
Saat melihat pertarungan itu Satoru bergumam dan secara tak sengaja gumamannya itu terdengar oleh seseorang di lapangan.
"Hoo~ hei kau yang disana, kau bilang kalau gerakannya lambat bukan?"
Mendengar hal itu Satoru dengan polosnya menjawab ucapan kakak kelasnya.
"Iya, jika melawan monster rank D seperti green wolf, kurasa mereka akan mati dalam kurun waktu 3 menit"
Ketika Satoru mengucapkan hal itu, kakak kelas yang berbicara padanya tertawa dengan lepas.
"Hahaha! Kau sangat menarik! Apa kau mau latih tanding?"
"Boleh saja"
"Perkenalkan namaku Rey von Leonheart"
"Shin Satoru, mohon bimbingannya"
Keduanya sudah memegang pedang kayu yang di sediakan. Di saat aba-aba mulai di teriakkan Satoru dengan cepat bergerak kehadapan Rey dan menodongkan ujung pedangnya ke leher lawannya.
"Kurasa pertarungannya sudah selesai"
Rey langsung terduduk dan tak bisa berkata apa-apa karena syok. Orang-orang dari kelas Rey bertanya-tanya siapa sebenarnya siswa baru itu.
"Siapa dia sebenarnya?"
"Tidak, yang lebih penting lihat! Dia tak memiliki tanda!"
Satoru mengulurkan tangannya dan membantu Rey berdiri.
"Hei, kau ada di kelas mana Satoru-san?"
"Aku ada di kelas 1-E"
"Begitu yah, lain kali tolong ajari aku berlatih!"
Saat itu semua orang terkejut karena melihat Rey menundukkan kepalanya pada Satoru yang merupakan murid baru terlebih lagi tanpa tanda. Walaupun begitu mereka juga tak bisa komentar apapun setelah melihat kemampuan Satoru yang begitu hebat.
__ADS_1
"Ah~ baiklah, tolong jangan menundukkan kepala mu. Aku merasa tak nyaman karenanya"
"Ahaha maaf, kalau begitu apa kamu bisa datang kerumah ku sepulang sekolah nanti?"
Saat itu Satoru baru tersadar kalau orang yang di hadapannya adalah bangsawan.
"Tidak, maaf tapi aku harus menolaknya"
"Be- begitu yah, tapi jika di sekolah apa kau mau melatih ku?"
"Yah, kalau di sekolah tak apa-apa"
Mereka pun berpisah karena Satoru harus melanjutkan acara berkeliling sekolahnya.
Teman sekelas Rey langsung berdatangan dan menanyai soal kejadian barusan.
"Hei Rey, apa kau tak apa-apa?"
"Aku tak apa-apa, tapi dia sangat hebat! kenapa dia bisa ada di kelas tanpa tanda?"
Saat itu pengajar yang mengajar kelas mereka menyela pembicaraan.
"Itu karena dia tak memiliki energi sihir sama sekali. Jadi kepala sekolah menempatkannya di kelas tanpa tanda"
Semua orang terkejut saat mendengar hal itu.
"Tak punya sihir!?"
"Jadi bagaimana dia bisa bergerak secepat itu?"
"Apa dia menggunakan suatu skill?"
Rey yang bertarung dengan Satoru menyangkal jika Satoru memakai sebuah skill.
"Tidak, dia tak memakai skill sama sekali. Saat itu aku hanya bisa melihatnya bergerak secara perlahan berjalan mendekat ke arahku dan mengarahkan pedangnya ke leher ku"
"Kalau begitu kenapa anda tak bisa menghindarinya?"
"Apa kalian pikir hanya dengan bisa melihat gerakan seseorang dengan mata sihir, tubuh kalian bisa merespon sehungga bisa bergerak dan menghindari gerakan yang begitu cepat?"
Di hari pertama sekolahnya Satoru mendapatkan seorang teman dan kakak kelas yang menghormatinya. Dia masih melanjutkan berkeliling sekolah ke berbagai macam tempat.
Club yang melakukan alkemia dan membuat berbagai macam potion, club yang belajar soal sihir serangan, club yang berlatih tentang sihir penguatan dan masih banyak lagi.
Tapi ada satu hal yang harus di lakukan oleh Satoru, yakni mencari sebuah penginapan. Tak mungkin dia harus tidur di luar setiap harinya.
Saat sepulang dari sekolah Satoru langsung pergi menuju ke perusahaan tempat Airi. Ia meminta untuk di carikan sebuah rumah yang bisa ia sewa, soal uang dia akan membayarnya mengingat dirinya masih memiliki cukup banyak uang dari hadiah ayah Airi dan penjualan material monster.
Material dari Black Viper sangatlah mahal dan itu membuat keuangan Satoru tetap aman untuk saat ini. Airi bersedia membantunya untuk mencari rumah yang bisa di sewa dan bagusnya rumah itu dekat dengan akademi.
__ADS_1