
Di malam hari terjadi kekacauan yang begitu besar di markas para pembasmi iblis. Ren, Sena dan Miya sedang dalam perjalanan menuju kesana dengan kecepatan penuh, begitu pula dengan pembasmi iblis yang tinggal di kota. Musuh mereka memiliki kekuatan yang begitu besar seperti iblis kelas bencana yang pernah muncul 4 tahun yang lalu. Dimana hampir seluruh kota hancur dan banyak sekali korban yang berjatuhan karenanya.
Para pemimpin dari setiap keluarga besar sudah sampai dan berkumpul di hadapan Satoru yang sedang terbang di langit.
"Dasar iblis!"
Semua pemburu iblis kelas tinggi mulai membuat segel dan muncul sebuah lingkaran sihir di hadapan mereka.
"Pemanggilan roh!"
Muncul berbagai jenis roh yang membuat kontrak dengan para pemimpin keluarga dan bersiap untuk menyerang Satoru. Namun, kaki para roh itu terlihat gemetaran saat melihat tatapan dingin Satoru.
"Ada apa?! Kenapa kalian diam saja?!" teriak para petinggi dengan kebingungan saat melihat roh kontrak mereka hanya diam saja.
Satoru secara perlahan turun kebawah. "Hoi! Apa kau masih tidur disana?! Cepatlah bangun dan datang kesini! Chiyo!" teriak Satoru.
Semua orang tersentak saat mendengar teriakan itu, begitu pula dengan para pemburu iblis lain yang baru sampai disana. Tanah bergetar, awan hitam muncul di langit dengan kilatan petir. Sebuah cahaya berwarna putih terang muncul dari dalam bangunan markas pada pemburu iblis. Sebuah kipas tangan bergerak dengan begitu cepat menerima panggilan Satoru.
Semua orang terkejut saat melihat kipas yang salam ini mereka jaga menerima panggilan dari seseorang. Kipas itu mulai memancarkan kekuatan spiritual yang besar dan kembali bercahaya hingga menyilaukan semua orang. Secara perlahan terlihat kaki seorang gadis kecil yang menginjak tanah, mengenakan pakaian seorang miko kuil, dengan rambut hitam berkilau layaknya langit malam yang dipenuhi bintang. Gadis itu memberikan hormat kepada pria yang ada dihadapannya.
"Senang bertemu denganmu kembali, Ayahanda. Chiyo sangat merindukan Ayahanda," ucap Chiyo dengan begitu sopan.
Satoru menggerakkan tangannya dan mengelus lembut rambut Chiyo dengan senyum kecil di wajahnya. "Aku juga merindukanmu. Kita harus kembali kesana, dunia ini bukanlah tempat kita seharusnya berada," ucap Satoru dengan lembut.
Swof!
__ADS_1
Sebuah tembakan sihir melesat begitu cepat ke arah Satoru. Menggerakkan tangannya dengan cepat, Satoru menepis sihir itu dengan mudahnya. "Hmm? Ternyata masih ada yang berniat untuk bertarung yah," gumam Satoru saat melihat sosok roh yang menyerangnya.
"Teknik pemanggilan roh : raja roh api!" ujar pemimpin markas pemburu iblis.
Semua pemimpin dari keluarga besar terkejut saat melihat Satoru dengan mudahnya menepis tembakan sihir dari roh tingkat raja. Dimana tembakan itu bisa menghancurkan sebuah gunung, tapi ditepis layaknya tak ada apa-apanya.
"Hoo~ roh tingkat raja bahkan tak mempan, bagai mana dengan ini! Teknik pemanggilan roh : Kaisar roh!"
Saat itu muncul roh yang memiliki energi yang begitu besar. "Ada apa sampai memanggilku seperti ini?" ucap roh itu kepada pembuat kontraknya.
"Iblis yang terbang disana, kalahkan dia!" tunjuk sang pembuat kontrak.
Roh itu bergerak dan ingin melancarkan sebuah serangan yang begitu kuat. Namun, Satoru mengeluarkan aura yang begitu kuat hingga memberikan tekanan yang begitu besar dan membuat semua orang disana ketakutan bahkan ada yang pingsan.
"Sadarlah akan tempatmu, Kaisar Roh Api : Vulcanus!" ucap Satoru dengan tatapan dingin.
"Tu-tunggu! Apa yang kau lakukan?! Kenapa kau tak menyerangnya!?" teriak pembuat kontrak kaisar roh.
"Diamlah! Walaupun kau orang yang membuat kontrak denganku, aku tidak akan pernah menuruti perintahmu jika berhadapan dengannya!" balas Vulcanus sang kaisar roh api. "Perintahnya lebih mutlak dari pada perintahmu!" sambungnya dengan tegas.
"A-apa yang kau katakan ... ?" tanya orang itu tak mengerti.
"Dia bukanlah iblis, melainkan seorang Dewa. Anak yang saat ini digendong olehnya adalah asal dari semua kekuatan kami para roh, dengan kata lain tanpa adanya dia kami tak akan punya kekuatan apapun. Dan kau menyuruhku untuk menyerangnya?!" jelas Vulcanus.
Semua orang tampak diam membisu saat mendengar ucapan Vulcanus. Secara perlahan semua pemburu iblis disana bertekuk lutut dan mengharapkan pengampunan atas tindakan mereka yang tak sopan.
__ADS_1
Satoru tak memperdulikan hal itu dan membalikkan tubuhnya, ia terbang tinggi ke atas langit. "Chiyo berubahlah menjadi kipas," pinta Satoru.
Chiyo berubah ke bentuk artifaknya. Mengipas awan yang ada disekitar hingga membuat langit bersih tanpa ada satupun awan. Sekali lagi Satoru mengipaskan angin dan muncul 6 buah lingkaran sihir yang masing-masing memanggil roh tingkat kaisar dari setiap elemen.
"A-apa aku sedang bermimpi ... ? 6 kaisar roh sedang dipanggil secara bersamaan? Di-dia ... ? Apa benar-benar seorang Dewa?" gumam pembuat kontrak Vulcanus.
"Satoru ... ," gumam Ren melihat sahabatnya dengan tak percaya.
"O-orang yang menolongku sebelumnya ternyata seorang Dewa? I-ini benar-benar bukan candaan yang lucu, bukan?" gumam Miya.
Setiap roh yang dipanggil memusatkan kekuatan mereka dan menyalurkannya ke kipas yang Satoru angkat ke atas. Saat dirasa cukup, awan di langit mulai muncul kembali dan membentuk sebuah pola layaknya tornado.
"Teknik roh tingkat tertinggi : Sunpon Katta!" ucap Satoru sembari mengipaskan energi yang begitu besar ke langit.
Energi yang begitu besar bergerak layaknya sebuah pisau yang begitu tajam hingga merobek langit. Angin kencang berhembut dengan begitu kuat dan mengisap semuanya masuk kedalam sobekan itu.
"Teknik roh tingkat tinggi : Zettai-tekina bōgyo kabe!"
Satoru menggunakan satu teknik lagi yang membuat sebuah dinding pertahanan absolute sehingga sobekan itu tak bisa menghisap apapun. "Baiklah, kalian para roh tutuplah sobekan ini setelah aku memasukinya," ucap Satoru bergerak secara perlahan memasuki sobekan dimensi itu.
Aku akan kembali kesana, dunia tempat dimana aku seharusnya berada.
Wush~
Saat sampai di dunia semberang, Satoru berdiri disebuah padang rumput yang begitu luas. Ia merasakan perasaan nostalgia saat ia pertama kali datang ke duni ini. "Tidak, itu bukan kali pertama. Tapi memang benar itu kali pertamaku datang ke dunia ini dengan nama Shin Satoru," gumamnya.
__ADS_1
Satoru mencoba untuk memanggil artifak yang sudah kembali padanya, namun tak ada satupun yang merespon panggilannya. Bingung dengan apa yang terjadi, ia mulai berjalan menuju ke kerajaan Earshied untuk menemui orang-orang yang ia kenal. Dengan 1/4 ingatan yang sudah kembali, namun 1/12 kekuatan yang kembali. Satoru harus kembali mengumpulkan kekuatannya dan ingatan yang tersisa untuk mengetahui semua informasi tentang dirinya.