Kembalinya Sang Pahlawan Penentu Nasib Dunia

Kembalinya Sang Pahlawan Penentu Nasib Dunia
Chapter 37 : Penguasa Kematian


__ADS_3

Kesembuhan ibunya Haruna menjadi kabar bahagia bagi setiap warga desa. Mereka semua mengadakan pesta perayaan kesembuhan ibunya Haruna.


"Benar-benar desa yang damai" Gumam Satoru menyandar di sebuah pagar.


"Hei nak! Kemari lah!" Para warga desa memanggil Satoru agar mengikuti pesta tersebut.


Saat ditengah-tengah pesta Satoru melihat seorang warga desa pergi.


Kemana dia pergi? Ah, mungkin dia pergi ke toilet.


Satoru mengikuti pesta itu dengan rasa senang hati karena melihat senyuman bahagia semua orang.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di sebuah gua yang berada di kedalaman hutan, seorang pria masuk kesana. Ia melaporkan apa yang terjadi di desa Ricpion kepada seorang berjubah hitam.


"Apa kau bilang!!? Dia sembuh!?" Teriak orang berjubah itu dengan tak percaya.


"Ya! Ada seorang laki-laki yang dibawa oleh Haruna. Sepertinya laki-laki itulah yang menghilangkan kutukan pada wanita itu" Ujar sang pelapor.


Bam!!!


Pria berjubah itu memukul keras dinding gua dengan penuh rasa kesal "Siall!!! Padahal tinggal sedikit lagi!"


"Apa yang harus kita lakukan sekarang?" Tanya sang pelapor kebingungan.


"Ambil ini dan taburkan kesemua makanan yang ada di pesta itu" Pria berjubah itu memberikan sebuah kantung kecil yang berisikan serbuk aneh.


"Baiklah"


Sang pelapor kembali menuju desa dan mengikuti pesta itu tanpa memperlihatkan sebuah kecurigaan. Secara perlahan ia menaburkan serbuk itu ke atas makanan saat tak ada orang yang melihat.


"Ahahaha, dengan begini kalian semua pasti akan mati..." Gumamnya dengan menyeringai.


"Apa yang kau taburkan di atas makanan?" Ujar Satoru menghampiri pria itu.


"A~ ah tidak, ini hanyalah sebuah bumbu penyedap" Gelagap pria itu dengan panik.


Satoru menatap pria itu dengan curiga, saat itu salah satu warga desa memakan makanan yang sudah ditaburi oleh serbuk itu.


"Kau jangan memakannya!!!" Teriak Satoru mencoba menghentikan warga yang ingin memakannya.


Tapi itu terlambat, orang itu sudah menelan makanan yang terkena taburan serbuk itu. Tubuhnya gemetaran, muncul garis-garis hitam disekujur tubuhnya.


"A~ apa yang terjadi...?" Semua orang tampak panik melihat orang yang memakan makanan itu.


Saat semua garis hitam itu sampai ke dahi, perutnya meledak dan memunculkan sebuah serangga aneh berwarna ungu.


"Kyaaa!!!!" Semua orang berlarian panik saat melihat kejadian itu.

__ADS_1


Pria yang menabur serbuk itu mencoba melarikan diri, namun Satoru berhasil menangkap dan menahannya. "Kau pikir bisa pergi begitu saja setelah melakukan hal ini!!?" Ujar Satoru dengan aura membunuh.


Serangga itu keluar secara perlahan dan memakan tubuh orang yang menjadi inangnya. Serangga itu mulai membesar dan semakin membesar, tubuhnya sudah sebesar harimau.


"Serangga apa itu...?" Satoru menatap heran saat melihat serangga itu. "Hei kau! Cepat katakan!!" Ujar Satoru pada pria itu.


"Heh, kau pikir aku akan memberi tahu mu!!" Pria itu membuka mulutnya dan lidahnya menjadi panjang serta tajam. Ia mencoba menyerang Satoru, namun ia berhasil menghindari serangan kejut tersebut.


Apa-apaan itu? Menjijikkan!


Satoru tampak melihat jijik pria dengan lidah panjang tersebut. Serangga besar itu mencoba untuk menyerang warga desa yang lain, Satoru langsung berlari menghentikannya.


Slash!!!


Saat terpotong, serangga itu tidak mati melainkan tetap hidup menjadi dua individu yang berbeda.


"Ahahahah!!!! Percuma saja memotongnya, dia akan menjadi lebih banyak!" Teriak pria lidah itu dengan angkuh.


Cih, ini merepotkan...


Satoru menyarungkan pedangnya kembali dan bertarung dengan serangan fisik. Memukul dan menendang serangga itu dengan keras untuk menunggu semua warga desa pergi ketempat yang aman.


Satoru hanya bisa menahan kedua serangga itu, sedangkan pria lidah itu kabur masuk kedalam hutan. Ia menendang kuat kedua serangga itu, tanah yang ada di bawah mereka bergetar dan muncul dua buah tangan tengkorak besar yang menangkap mereka.


"Dengan begini seharusnya mereka tak bisa bergerak" Gumam Satoru, ia langsung pergi mengejar pria yang masuk kedalam hutan.


Tak perlu menarik pedang, Satoru berputar menendang kedua skeleton itu hingga hancur berantakan.


"Skeleton? Apa ada seorang necromancer di gua ini?" Gumamnya berjalan masuk kedalam.


Semakin masuk, semakin banyak monster bertipe undead yang menyerang Satoru. Walaupun ada efek dari Messenger of Death, monster yang berasal dari panggilan orang lain tak akan terkena efek dari artifak itu.


Hingga pada akhirnya ia sampai di markas pria sebelumnya. Terlihat seorang yang mengenakan jubah hitam sembari memegang yang terbuat dari tulang dengan bagian atas berbentuk seperti terngkorak manusia yang berwarna merah.


"Apa kau orang yang memberikan kutukan pada ibunya Haruna!!?" Teriak Satoru dengan ketus.


Terlihat senyum kecil di wajah orang berjubah itu "Kalau benar emangnya kenapa!!? Jadi kau yah, orang yang menggangu rencana ku!" Jawabnya dengan kesal.


Orang itu mengangkat tongkat nya dan memunculkan banyak sekali skeleton. "Bunuh dia!!"


"Apa kau pikir kroco seperti ini bisa mengalahkan ku?" Satoru menatap sinis orang itu. "Baiklah, aku akan menggunakan cara yang sama dengan mu"


"Messenger of Death : Summon Death Knight!" Ujar Satoru.


Secara perlahan muncul sebuah tangan dengan armor hitam dari dalam tanah. Sosok itu merangkak naik, memiliki tubuh yang besar dengan sebuah great sword. Tubuhnya dilengkapi oleh armor hitam yang sangat keras. Undead rank-B Death Knight.


Sosok berjubah itu tampak terkejut melihat hal itu "A- Apa kau juga seorang necromancer!!?" Ujarnya.


"Kalau iya kenapa dan kalau bukan apa?" Ujar Satoru dengan tatapan tajam. "Majulah Death Knight! Tunjukan perbedaan kekuatanmu pada mereka!!"

__ADS_1


Kesatria undead itu bergerak dan menghancurkan semua skeleton yang mengalangi jalannya. Satoru berjalan secara perlahan mengikuti death knight yang membukakan jalan untuknya. Hingga akhirnya mereka sampai di hadapan necromancer berjubah hitam itu.


"Baiklah, sekarang aku akan mengakhirinya" Ujar Satoru menarik katana di pinggangnya keluar.


"J- Jangan bunuh aku!!! Kumohon!!!" Orang itu mencoba meminta belas kasih kepada Satoru.


"Apa kau pikir aku akan memaafkan mu?" Ujar Satoru mengangkat pedangnya.


Orang itu menunjukkan senyum kecil di bibirnya "Ahahahah!!! Kena kau!!" Sebuah lingkaran sihir muncul di bawak kaki Satoru.


Tanah gemetar, Satoru langsung meloncat menjauh dari lingkaran sihir itu.


Bamm!!!


Seekor Death Worm yang sudah menjadi undead keluar. "Ahahahah!!! Bagaiama?! Ini adalah kartu as ku" Orang itu tertawa dengan angkuhnya dan memerintah death worm itu untuk menyerang Satoru.


"Heh, baiklah" Satoru hanya diam di tempat dalam sekejap cacing besar itu lenyap tanpa sisa.


"A- Apa yang terjadi!!!?" Orang itu tampak syok saat melihat undead miliknya hilang tanpa sisa.


"Hei, apa yang kau pikirkan? Lihatlah yang ada di belakangmu" Ujar Satoru menunjuk kearah belakang orang itu.


Orang berjubah itu menoleh secara perlahan kebelakang dan melihat seekor undead death worm yang membuka mulutnya lebar-lebar.


"Gyaaa!!!!"


Necromancer itu dimakan hidup-hidup oleh undead yang dipanggil oleh Satoru secara diam-diam.


"Baiklah, apa sekarang kau bisa keluar?" Ujar Satoru melihat kearah sebuah batu besar.


Tidak mau keluar yah...


Karena orang yang bersembunyi disana tak keluar, Satoru memanggil beberapa skeleton dan menahan pergerakan orang yang bersembunyi dibalik batu itu.


"Aaaaa!!!!" Orang itu berteriak kaget karena ada banyak skeleton yang muncul dan menahan pergerakan nya.


Satoru berjalan perlahan dan mendekati orang itu. Pria yang bersembunyi merupakan orang yang sama. Pria yang menaburkan serbuk di makanan sebelumnya.


"Baiklah, aku akan menanyakan sesuatu padamu, kuharap kau akan berbicara dengan jujur" Ujar Satoru dengan senyuman yang diikuti dengan aura yang mencekam.


"Yang di derita oleh ibunya Haruna bukanlah penyakit kan? Kutukan apa yang kalian berikan padanya?" Tanya Satoru dengan menatap tajam pria itu.


"I- itu~"


Kutukan yang diderita oleh ibunya Haruna merupakan salah satu sihir terlarang yang digunakan oleh necromancer. Sihir itu bertujuan untuk membuat sebuah undead yang sangat kuat, memiliki kapasitas sihir yang besar dan kekuatan penghancur yang hebat.


Namun, sihir itu memerlukan waktu agar bisa selesai. Saat semua tubuh berubah menjadi ungu dengan pola garis hitam, seseorang yang terkena sihir itu akan sepenuhnya menjadi undead.


"Begitu yah, baiklah. Terima kasih atas informasi nya dan selamat tinggal" Satoru berbalik badan, semua skeleton yang menahan tubuh orang itu mulai menyerang dan membunuhnya.

__ADS_1


__ADS_2