
Di sebuah padang rumput yang luas, angin berhembus hingga menggoyangkan rerumputan. Terdengar suara tapak kaki kuda yang berlalu di sana, sebuah kereta kuda dengan lambang keluarga kerajaan dari negara para beastfolk tinggal Meiske. Seorang beastfolk rubah dengan rambut blonde tengah duduk di dalam kereta sembari melihat keluar jendela.
Ia merupakan putri kedua dari kerajaan Meiske, Viana von Meiske. Seorang putri yang dikenal akan kecantikan dan sifatnya yang baik hati. Saat ini dia sedang menjalankan sebuah tugas dari sang raja yang merupakan ayahnya sendiri. Mencari seorang yang dipilih oleh artifak suci yang ada di kerajaannya, sebuah artifak yang bisa mengendalikan hewan buas.
"Huft~ kudengar kalau kerajaan Earshied memanggil seorang pahlawan. Apa mungkin dia orang yang dipilih oleh artifak?" gumam Viana beramsusi jika pahlawan yang ada di Earshied merupakan tuan yang dipilih oleh artifak.
"Itu mungkin saja Viana-sama," ucap seorang pelayan yang berada di dalam kereta.
"Jika pahlawan itu orangnya baik mungkin kita bisa menjalin hubungan dengannya sekaligus melakukan hubungan persahabatan dengan kerajaan Earshied," ujar Viana.
"Iya, itu bi-."
Bamm!!!
Tiba-tiba terdengar suara ledakan yang begitu besar hingga membuat kuda yang menarik kereta panik. Hingga pada akhirnya kereta kuda itu terbalik, Viana dan pelayan yang ada didalam kereta tak terluka parah. Mereka keluar dari kereta dan melihat kondisi diluar.
"Apa yang terjadi?" tanya Viana dengan sedikit panik.
"Maaf Viana-sama. Namun, didepan sana saya merasakan energi sihir yang begitu menakutkan," jawab seorang kesatria yang mengawal.
Terlihat didepan mereka ada sebuah desa yang sedang diserang oleh gerombolan monster. Di atas desa itu ada seorang pria yang terbang dengan sepasang sayap putih ke abu-abuan menonton monster-monster yang menghancurkan desa dengan senyum yang mengerikan.
"Hmm? Hee~ tak kusangka ada satu yang datang kesini," gumam pria itu saat merasakan kehadiran artifak yang dibawa oleh Viana.
Karena merasakan hal itu pria itu terbang menuju ke tempat Viana dengan sangat cepat. Semua kesatria yang mengawal tak bisa bergerak karena aura yang begitu mencekam dari pria itu. Semuanya terduduk lemas dan dipenuhi oleh rasa ketakutan yang besar.
"Hahah! Hei, keluarlah. Apa kau tak mau menyapa pamanmu ini?" ujar pria itu dengan senyum simpul.
Dari dalam kereta kuda yang terbalik muncul sebuah sinar berwarna kuning keemasan, pintu kereta secara perlahan terbuka dan terlihat seorang gadis dengan telinga kucing keluar dari dalan kereta. Rambutnya mencapai bahu dengan warna putih kebiruan, matanya terlihat seperti zamrud dengan ekor kucing yang berdiri tegak menandakan dia sedang marah.
Mengangkat tangan kanannya ke arah pria itu. "Blade tiger majulah!" teriak gadis itu.
__ADS_1
Sebuah lingkaran sihir muncul di tanah, dari sana keluar seekor harimau pedang yang langsung menerkam ke arah pria itu.
Slash!
Pria itu langsung membelah tubuh harimau itu menjadi dua dengan begitu cepat. "Hei, hei, bukan begitu caranya menyapa pamanmu bukan? Fuyuko-chan," ucap pria itu dengan senyum dingin.
"Berisik! Lagian aku tak pernah menganggap orang sepertimu sebagai Pamanku!" tegas Fuyuko.
"Yah, terserah lah. Ayahmu ada di ibu kota kerajaan yang sedang kau tuju. Aku akan pergi sekarang," ujar pria itu menghilang dengan begitu cepat.
Tempatnya berdiri hanya tersisa bulu-bulu berwarna abu-abu yang berserakan tertiup oleh angin. Setelah kepergian pria itu, semua orang yang ada disana mulai bisa bergerak kembali dan merasa lega.
"Ki-kita masih hidup?" ujar para kesatria dengan tak percaya.
"Siapa sebenarnya orang itu? Flugel? Tidak, dari auranya dia bukan seorang flugel, apa mungkin seorang dewa?" gumam Viana.
Viana menoleh ke arah gadis bertelinga kucing yang menolong mereka.
Viana langsung berlari menuju ke kereta kuda untuk memeriksa artifak yang ia bawa. Namun, artifak itu sudah menghilang entah kemana.
"Dimana artifaknya?!" teriak Viana dengan cukup panik saat mengetahui kalau artifak yang ia bawa menghilang.
"Apa ada diantara kalian yang melihat artifak yang kita bawa!?" teriak Viana bertanya kepada semua orang.
Semua orang tampak kebingungan. "Bukankah artifak itu ada bersama anda, Viana-sama," ujar seorang kesatria.
Saat itu Fuyuko menyela pembicaraan. "Tak perlu panik begitu, aku sedari awal ada disini bersama kalian para bajingan," ujar Fuyuko dengan ekspresi dingin.
Para kesatria langsung menarik keluar pedang mereka dan mengarahkannya pada Fuyuko. "Dasar kurang ajar! Apa kau tau siapa yang kau hina?!" teriak mereka.
"Terus apa?! Kalian selalu memperlakukanku seperti alat dan mencoba untuk menggunakanku demi kepentingan kalian. Ah, benar juga, kenapa aku tak membunuh kalian saja sekarang, sebelum energi dari ayah melemah," ucap Fuyuko dengan hawa membunuh yang besar.
__ADS_1
Mengangkat tangannya kembali untuk memanggil monster namun, entah keberuntungan atau apa. Energi sihir milik Fuyuko mulai habis dan tak bisa mempertahankan wujud manusianya. Pada akhirnya ia kembali berubah menjadi kalung yang berbentuk cakar, bentuk artifaknya. Viana dan rombongan berhasil selamat dari kematian karena Fuyuko kehabisan energi sihir.
"Gadis kucing itu perwujudan dari artifak?" gumam Viana tak percaya.
Semua orang masih terlihat cukup syok karena mengalami kejadian yang begitu aneh, bertemu dengan sosok yang terlihat seperti dewa dan wujud manusia dari artifak yang mereka bawa.
Sebelumnya aku mendengar kalau pria itu bilang "Ayahmu ada di kota yang sedang kau tuju" apa mungkin orang itulah yang menjadi tuan dari artifak ini?
Viana terus-terusan menatap artifak itu dengan penuh rasa penasaran. Setelah beristirahat cukup lama, mereka melanjutkan perjalanan kembali menuju ke ibu kota kerajaan Earshied. Setelah perjalan yang panjang mereka sampai di ibu kota saat sore hari.
Setelah bertemu dengan penjaga gerbang, komandan kesatria Serge datang untuk menjemput orang-orang dari Meiske dan menghantarkan mereka menuju ke istana kerajaan. Suasana di kota masih cukup ramai karena adanya festival.
"Kota yang benar-benar hidup yah," ucap Viana setelah melihat banyak orang yang tersenyum sepanjang jalan.
"Iya, saat ini sedang diadakan sebuah festival untuk memperingati hari kelahiran kerajaan Earshied," jelas pelayan Viana.
Saat sampai di gerbang istana, artifak yang di bawa oleh Viana kembali bercahaya dan berubah menjadi wujud manusianya. Kereta kuda itu pun hancur karena Fuyuko menerobos keluar dengan paksa.
"Siapa kau?!" teriak Serge sembari menarik pedangnya keluar.
"Berisik," ujar Fuyuko sembari memanggil kawanan serigala hitam.
Serge tampak kagek melihat kawanan monster rank-b tiba-tiba muncul. Semua kesatria termasuk pengawal Viana langsung siaga untuk bertarung. Fuyuko mengayunkan tangannya dan para serigala itu bergerak menerkam para kesatria.
Swooff!!
Steb!
Sebuah anak panah melesat dengan begitu cepat menembus semua serigala.
"Cukup sampai disana Fuyuko."
__ADS_1