Kembalinya Sang Pahlawan Penentu Nasib Dunia

Kembalinya Sang Pahlawan Penentu Nasib Dunia
Chapter 40 : Tunangan Dadakan


__ADS_3

Di kota Sofya, seorang putri dari bangsawan penguasa kota itu baru kembali dari perjalanannya.


"Akhirnya kau pulang Charlotte~" Sang ibu langsung berlari memeluk anak gadisnya itu dengan penuh rasa kawatir.


"Tak ada kejadian aneh atau apapun selama perjalanan mu, kan?" Tanya sang ayah dengan kawatir.


Charlotte merupakan putri semata wayang mereka, jadi mereka sedikit protective. Walaupun begitu, mereka tahu kalau Charlotte bukanlah gadis yang lemah. Di akademi ia merupakan salah satu murid terbaik dari semua siswa satu angkatannya.


Teman-teman seperjalanan nya merupakan teman masa kecilnya, mereka semua sudah seperti keluarga. Melakukan semua hal bersama seperti berlatih, belajar, bermain, dan banyak lainnya. Mereka semua juga anak dari para bangsawan yang tinggal di kota itu.


"Tak ada Pah, semuanya aman kok" Jawab Charlotte dengan senyum kecil di bibirnya.


"Apa itu benar?" Tanya sang ayah kepada teman-teman Charlotte.


Semuanya hanya tersenyum canggung dan mengangguk. "Itu benar, paman" Ujar mereka bersamaan.


Sang ayah tampak ragu memercayai nya, namun baginya yang terpenting saat ini adalah kepulangan putrinya dengan selamat. "Yasudah, ayo masuk kedalam mansion. Kalian pasti lapar kan?" Ucap sang ayah.


Di siang itu, mereka semua makan bersama di dalam mansion penguasa kota. Terlihat wajah gembira mereka ketika makan bersama sampai salah satu teman Charlotte membicarakan Satoru.


"Sayang sekali Satoru-san tidak ikut" Ujarnya sembari memasukkan sendok berisi sup kedalam mulut.


Ayah dan ibu Charlotte terlihat penasaran saat mendengar nama asing itu. "Satoru? Siapa dia?" Ucap mereka bertanya.


"Ah, dia teman seperjalanan kami. Apa paman dan bibi tau, Charlotte-sama sepertinya menyu-" Ia dengan polosnya menjawab pertanyaan itu sehingga Charlotte menyumpal mulutnya dengan sebuah roti.


"Tidak, tidak, dia hanya teman seperjalanan kami yang kebetulan satu arah saja" Sela Charlotte.


Ibu dan ayahnya Charlotte terlihat heran melihat anaknya menyumpal mulut temannya dengan sebuah roti. Saat selesai makan, Charlotte langsung pergi menuju kamarnya untuk berganti pakaian.


"Hei, sebelumnya apa yang ingin kamu katakan?" Tanya ibu Charlotte penasaran.


"Hmm~ Itu, seperti nya Charlotte-sama menyukai pria yang satu perjalanan dengan kami" Jawabnya.


"Haa!? Apa kau bilang Charlotte menyukai seseorang?!" Sang ayah tampak kaget dan berdiri dari kursinya.

__ADS_1


"I- iya, kami sudah memperhatikannya selama berpergian. Jelas sekali kalau Charlotte-sama menyukainya ya, kan?"


"Iya" Semuanya mengiyakan kata-kata itu.


Sang ibu tampak tersenyum senang mendengarnya "Begitu yah, tak kusangka akhirnya dia menemukan seseorang"


Sedangkan sang ayah "Apa dia pria baik-baik? Apa latar belakangnya? Apa dia mampu untuk melindungi Charlotte?" Melemparkan beberapa pertanyaan.


"Ahaha~ Kami rasa dia pria yang baik, dia juga cukup kuat untuk melawan iblis dan mengalahkan bos dungeon seorang diri" Jawab mereka.


"Melawan iblis dan bos dungeon seorang diri?! Apa benar dia sekuat itu?" Ujar sang ayah tak percaya.


"Iya, kami tak tau detailnya. Tapi, Charlotte-sama pernah melihatnya bertarung. Ah, benar juga, kalau tak salah dia pernah melawan monster rank-S seorang diri untuk menyelamatkan kami"


Sang ayah terduduk syok saat mendengar hal yang sulit dipercaya. "S- sekuat apa anak itu? Apa mungkin dia seorang pahlawan?" Ucapnya pelan.


"Tak apa-apa kan sayang, lagi pula jika Charlotte bisa bahagia, aku tak keberatan jika dia menikahi orang dipilih olehnya sendiri" Ucap sang ibu dengan senyuman bahagia di wajahnya.


"Iya, kau benar"


Setelah berganti pakaian, Charlotte merebahkan tubuhnya di atas kasur.


Hmm~ Sekarang dia sedang apa yah? Apa dia sudah sampai di ibu kota?


Eh!? A- Apa yang kupikirkan!? K- K- Kenapa pula aku harus mengkhawatirkan nya!


Di atas kasur itu Charlotte memeluk erat bantal dan berguling ke kiri dan ke kanan. Wajahnya tampak merah merona, gadis itu tak mengerti dengan perasaannya sendiri. Jantungnya selalu berdegum dengan kencang saat memikirkan laki-laki itu, pikirannya menjadi tak karuan dan selalu terbayangkan wajahnya.


"Aaaa!! Kenapa kau selalu muncul didalam kepalaku!" Teriaknya didalam kamar.


Ia duduk dikasur sembari memeluk bantal nya dan mengingat momen ketika dirinya diselamatkan, merawat dan semua hal yang bersangkutan dengan laki-laki itu. Ia tersenyum-senyum sendiri saat memikirkan hal itu.


Tok! Tok! Tok!


Terdengar suara ketukan pintu "Charlotte, apa mama boleh masuk?" Ucap seseorang di balik pintu itu.

__ADS_1


"Iya, masuk saja Mah, pintunya tidak dikunci" Saut Charlotte dari dalam.


Pintu terbuka secara perlahan, ibunya Charlotte berjalan masuk dan menghampiri anaknya itu. "Bagaiman? Apa perjalanan mu menyenangkan?" Tanya sang ibu dengan lembut.


"Iya, kami mendapatkan banyak sekali pengalaman. Melawan musuh yang kuat dan menjelajahi tempat yang belum pernah kami kunjungi" Jawab Charlotte dengan antusias, ia menceritakan semua hal tentang perjalanannya.


"Haha, sepertinya itu benar-benar menyenangkan" Sang ibu tertawa kecil saat mendengarkan anaknya bercerita. "Jadi bagaimana dengan laki-laki bernama Satoru itu?" Ucapnya menggoda Charlotte.


"Eh?!" Di saat itu juga Charlotte berhenti bercerita, mukanya menjadi merah merona. "A- Apa yang ibu katakan? A- A- Aku tak ada hu- hu- hubungan seperti itu dengannya" Gelagap Charlotte salah tingkah.


"Hubungan? Apa kalian sudah sejauh itu?" Tanya usil sang ibu.


Saat itu Charlotte mengalami overload dan tak bisa berbicara apapun lagi saking malunya.


"Hahaha, maaf. Sepertinya ibu menggodamu sedikit berlebihan" Ucap sang ibu tertawa kecil. Ia mengelus lembut rambut sang anak seraya berkata "Jika Charlotte menyukainya, ibu dan ayah akan mendukung hubungan kalian. Jika mau, kami bisa mengatur pertunangan kalian"


"Un~" Charlotte tak berbicara apa-apa dan hanya mengangguk pelan dengan wajah yang semerah tomat.


"Kalau begitu sudah diputuskan yah" Ucap sang ibu dengan senang hati. Ia keluar dari kamar dan pergi ketempat suaminya.


Di ruangan kerja suaminya, ia menceritakan semua hal yang ia bicarakan dengan Charlotte di kamar. "Bagaimana sayang? Apa kita bisa mengatur pertunangan nya?" Tanya sang ibu.


"Yah, itu bisa diatur. Tapi, aku ingin melihat laki-laki macam apa yang bisa membuat anak kita jatuh hati seperti itu" Ujar sang ayah.


"Ahahah, aku juga penasaran. Bagaimana jika kita pindahkan saja Charlotte ke akademi kesatria sihir di ibu kota?" Usul sang ibu.


"Hmm~ Kurasa itu cukup bagus, dengan begitu Charlotte bisa memastikan perasaan nya juga" Ujar sang ayah setuju dengan usul yang diberikan istrinya.


Mereka keluar dari ruangan kerja dan menemui teman-teman Charlotte di ruangan tamu. "Kalian semua, apa aku bisa minta tolong sesuatu?" Ujar ayahnya Charlotte.


"Katakan saja paman, kami sudah menganggap anda seperti keluarga kami sendiri" Jawab mereka.


"Aku ingin memindahkan Charlotte ke akademi yang ada di ibu kota. Jika dia sudah bisa memastikan perasaan nya, aku akan menyiapkan pertunangan nya dengan laki-laki bernama Satoru itu"


"Baiklah paman! Kami semua juga akan mendukung Charlotte-sama!" Ucap mereka secara bersamaan. Mereka semua kembali kerumahnya masing-masing dan meminta izin pada orang tua mereka untuk pindah sekolah.

__ADS_1


Tentu saja mereka diberikan izin, keluarga mereka dan keluarga Charlotte sudah mengenal sejak lama. Anak-anak mereka juga sudah berteman sedari kecil, karena hal itulah mereka akan mendukung anak-anak mereka sepenuh hati.


__ADS_2