Kembalinya Sang Pahlawan Penentu Nasib Dunia

Kembalinya Sang Pahlawan Penentu Nasib Dunia
Chapter 32 : Terbangun Di Kota Dungeon


__ADS_3

Di sebuah penginapan Satoru terbangun dari tidurnya dan melihat seorang gadis cantik tertidur di sampingnya. Gadis itu tampak kelelahan sehingga tertidur di atas kursi yang ia duduki.


Gadis ini kalau tak salah namanya Charlotte, kan?


Saat itu Satoru mengingat-ingat kejadian sebelumnya dimana saat ia menggunakan Tenseiga untuk menghidupkan semua orang yang mati akibat serangan iblis tersebut.


Ah, benar juga.


Gadis ini melihat semuanya, apa dia merahasiakannya atau tidak sebenarnya itu tak terlalu kupikirkan.


Hanya saja jika dia merahasiakannya itu akan sangat membantu ku, karena kekuatan seperti itu sangat menggoda. Mungkin saja akan ada orang yang ingin menarik ku ke tempat mereka demi menghidupkan orang-orang yang sudah mati ataupun yang lain.


Karena hal itulah aku tak akan sembarangan menggunakan kekuatan dari Tenseiga.


Saat hendak beranjak dari kasur, gadis itu tiba-tiba terjatuh terbaring diatas pangkuan Satoru yang tengah duduk di kasur. Merasa tak tega membangunkannya Satoru hanya diam dan mengambil beberapa buku untuk dibaca dari kantung dimensinya.


"Gadis ini... walaupun dia bertingkah seperti membenciku, namun dia tetaplah gadis yang baik" Gumam Satoru melihat wajah kecil gadis itu tertidur di atas pangkuannya.


Selang waktu 10 menit gadis itu terbangun dari tidurnya. "Hoaam... hmm?" Ia menguap dan terlihat masih setengah tidur.


"Selamat pagi" Sapa Satoru lembut dengan senyum simpul.


"Selawmat pwagi..." Balas Charlotte. Saat itu ia sadar kalau laki-laki yang ada di dekatnya sudah sadar.


"Eeehh!!?" Ia langsung beranjak dari kursi dan berdiri.


"Ngomong-ngomong ini dimana?" Tanya Satoru penasaran.


"Ini di penginapan kota Dungeon" Ujar Charlotte.


Satoru bangun dari tempat tidur dan hendak berjalan keluar, namun Charlotte menghentikan nya. "Jangan bergerak dulu, kau baru saja sadar setelah satu minggu tertidur"


"Tak apa-apa, aku sudah baikan" Ujar Satoru tersenyum.


"Pokoknya duduk saja di kasur!!" Teriak gadis itu.


"Iya!!!" Satoru spontan menjawab dan duduk dengan tenang di atas kasur.


Charlotte keluar dari ruangan itu, tak lama kemudian ia kembali dengan semangkuk sup hangat. "Ja~ jangan salah paham yah! bu~ bukannya aku kawatir padamu, ini hanyalah balas budiku karena kau telah menyelamatkan ku waktu itu" Ucapnya setelah duduk di kursi sebelah kasur.

__ADS_1


Charlotte menyendok sup hangat itu dan meniupnya agar tak terlalu panas untuk dimakan.


"A~ aku bisa makan sendiri... kau tak perlu menyuapiku" Ujar Satoru dengan canggung.


"Sudahlah, kau perlu istirahat dan cepat buka mulutmu!" Charlotte menyodorkan sendok berisi sup ke mulut Satoru.


Menerima suapan dari seorang gadis cantik membuat muka Satoru sedikit merona karena malu dengan dirinya yang begitu lemah ketika berhadapan dengan seorang wanita. Walaupun dia sering berinteraksi dengan wanita, Satoru tak akan bisa mengendalikan dirinya dan selalu salah tingkah jika seorang wanita yang duluan berinisiatif terhadap dirinya.


Di kamar itu, Charlotte menyuapi Satoru dengan pelan dan wajahnya terlihat tersenyum bahagia. "Ke~ kenapa kau melihatku seperti itu!?" Ujarnya saat melihat Satoru melamun melihat ke arahnya.


"Ah, tidak..." Satoru langsung memalingkan wajahnya yang barusan terpesona oleh gadis yang menyuapinya saat ini.


"Cepatlah buka mulutmu!"


"Iya, iya..." Satoru membuka mulut nya untuk menyambut sesendok sup hangat itu.


Srettt...


Pintu kamar terbuka secara perlahan, teman-teman Charlotte hendak masuk tetapi berhenti karena melihat ketua mereka sedang tersenyum bahagia menyuapi laki-laki yang ada di hadapannya.


"Sebaiknya kita tak mengganggu... ayo kembali" Bisik salah seorang.


"Hei, apa kalian pernah melihat ketua sedekat itu dengan laki-laki?"


"Tidak, lagi pula ketua tidak terlalu menyukai laki-laki kan?"


"Mungkin saja laki-laki itu cinta pertamanya, hahaha..."


"Yah, sepertinya terlihat begitu. Melihat wajah ketua tersenyum bahagia seperti itu"


Semua orang masih tetap bergosip mengenai ketua mereka yang mulai dekat dengan laki-laki. Tapi saat salah satu dari mereka mengatakan.


"Apa kalian tidak merasa aneh? bukannya saat itu kita sudah mati..."


"Sudahlah, jangan bahas itu lagi. Bukannya ketua bilang kalau itu hanyalah ilusi yang diberikan oleh iblis"


"Apa benar itu hanya ilusi? rasa sakitnya begitu nyata, bahkan sampai sekarang aku masih terbayang-bayang soal rasa sakit itu"


"Ugghh... kau jangan mengingatkan ku soal itu, padahal aku sudah mencoba untuk melupakannya..."

__ADS_1


Suasana yang hangat berubah menjadi suram saat mereka bercerita tentang kejadian mengerikan satu minggu yang lalu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah selesai menyuapi sup untuk Satoru, Charlotte keluar dari kamar dan menghampiri teman-teman nya untuk mengabari kalau Satoru sudah siuman.


Saat sampai di lantai pertama, ia melihat teman-teman nya menunjukkan wajah muram. "Ada apa?" Tanya Charlotte dengan heran melihat tampang muram teman-teman nya.


"Ah, tidak apa-apa ketua. Kami hanya mengingat kejadian itu"


Charlotte yang menyadari kalau kejadian itu merupakan kejadian yang paling mengerikan dari semua kejadian yang pernah mereka alami. "Bukannya aku sudah bilang kalau itu hanyalah ilusi, sudahlah tak perlu mengingat hal mengerikan seperti itu"


"Iya..." Semua orang mengiyakan ucapan ketua mereka.


"Tidak, tidak yang lebih penting sekarang... bagaimana ketua? apa sudah ada kemajuan?"


Charlotte tampak heran dengan ucapan temannya "Apanya? ah, iya dia sudah bangun"


Semua temannya tampak kecewa mendengar hal itu "Ah, sudahlah sepertinya dia tak menyadarinya" Gumam mereka semua.


"Ada apa semuanya?" Tanya Charlotte dengan heran melihat teman-teman nya.


"Ah, tidak ada apa-apa ketua. Jadi bagaimana? apa kita akan langsung pergi memasuki dungeon?"


"Iya, kita akan pergi siang nanti" Ujar Charlotte.


Di dalam kamar


Satoru bangun dari atas kasur dan melihat keluar jendela, angin lembut berhembus dan sinar matahari pagi yang hangat menyinari wajahnya yang keluar dari jendela.


"Kota ini benar-benar hidup yah" Gumamnya melihat banyak sekali orang berjalan di bawah.


Hmmm... seperti yang kukira, setiap kali aku menciptakan pedang tubuhku menjadi lebih ringan dan merasakan adanya lonjakkan kekuatan masuk.


Pada saat ini Satoru hanya mengetahui jika setiap kali ia mendapatkan pedang baru tubuhnya akan semakin kuat, tetapi bukan hanya itu saja yang akan ia dapatkan. Ketika pedangnya sudah mencapai 5 sesuatu yang baru akan muncul.


Disisi lain iblis yang bertarung dengan Satoru sebelumnya sudah mulai bergerak kembali bersama dengan banyak pasukan menuju ke ibu kota Earshied, tempat dimana para pahlawan tinggal.


Satoru meloncat dari jendela dan hendak pergi memasuki dungeon sendirian. Ia pergi menuju ke guild petualang untuk mendapatkan informasi mengenai dungeon. Tapi, yang lebih menarik perhatiannya adalah dungeon yang baru terlahir.

__ADS_1


__ADS_2