
Di kedalam dungeon setelah Satoru mengumpulkan semua kristal sihir. Ia mencoba sesuatu yang cukup gila, memanggil satu skeleton berbentuk hell tiger monster rank-S yang pernah ia lawan.
"Tenseiga..." Satoru menebaskan pedangnya ketengkorang itu.
Tak terjadi efek apapun dan harimau itu kembali kedalam tanah.
Ternyata gak bisa... kukira aku bisa ngidupin tuh harimau kalau pake tenseiga...
Karena harimau itu merupakan makhluk dari ranah kematian, tenseiga akan berubah menjadi pedang yang tajam dan bisa menghilangkan nya dalam sekejap. Karena percobaan nya tak berhasil Satoru berjalan keluar dungeon dengan santai. Semua monster bertipe undead tak ada yang mencoba menyerangnya melainkan menyingkir memberikan jalan.
"Apa ini juga salah satu dari efek artifak?" Gumam Satoru melihat monster-monster itu menyingkir memberikan jalan kepadanya.
Singkat waktu Satoru sampai di lantai 5 setelah menaiki tangga dan berhadapan dengan rombongan Charlotte yang hendak turun ke lantai 6.
"Eh?"
"Eh?"
Aahhh!!! sial! aku lupa kalau mereka ada di dungeon ini!!
Charlotte tersenyum simpul dan Satoru merasakan sensasi dingin dari senyuman itu. "Kenapa kau bisa ada disini?"
"A~ a... itu... ah, benar juga tubuhku sudah cukup sehat dan ingin berolahraga..." Satoru menjawab pertanyaan Charlotte dengan canggung sembari mengalihkan pandangannya.
"Hmm? olahraga di dalam dungeon?" Tampak tatapan tak percaya dari mata gadis itu.
"I~ iya... Apa jangan-jangan kau kawatir padaku?" Ujar Satoru dengan wajah polos.
"Bu~ bukannya aku kawatir padamu atau apa yah! Tapi kau seharusnya beristirahat di kamarmu dan bukan pergi ke dungeon!" Ujar gadis itu dengan muka memerah.
"Jadi apa yang kalian lakukan disini?" Tanya Satoru.
"Tentu saja kami ingin mengalahkan bos yang katanya kuat!" Ujar salah seorang kesatria.
"Ah... maaf. Tapi, bos nya sudah ku kalah kan..." Ujar Satoru dengan perasaan tak enak.
"Eh?"
"Eeeeehhhh!!!!???"
"Kau mengalahkannya sendirian!?" Mereka tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Satoru.
__ADS_1
"Jika kau bilang begitu maka itu benar" Ujar Charlotte yang pernah melihat kekuatan Satoru. "Baiklah ayo kita kembali, kita bisa mengunjungi dungeon yang lain nanti" Ujarnya berbalik arah.
Setelah keluar dari dungeon, Satoru hendak berkeliling melihat-lihat kota itu. Saat itu Charlotte menarik tangannya kembali ke penginapan.
"Hei, ada apa?" Tanya Satoru heran saat dia ditarik.
Charlotte berhenti berjalan dan berbalik "Kau harus istirahat! Aku tau kalau kau itu kuat, tapi jangan memaksakan dirimu!" Ujarnya dengan kawatir.
"Terima kasih, tapi aku benar-benar sudah baikan. Hal itu memang sudah pernah terjadi, dimana aku melepaskan kekuatan besar sebelum waktunya. Aku hanya akan tak sadarkan diri selama satu minggu penuh, tapi setelah itu tubuhku akan baik-baik saja" Jelas Satoru dengan pelan.
"Baiklah... Tapi, kau harus tetap beristirahat!" Ujar Charlotte.
Melihat hal itu teman-teman nya tertawa kecil, karena itu Charlotte bertanya kepada mereka. "Kenapa kalian tertawa? apa ada yang lucu?"
"Ah, tidak apa-apa ketua..." Jawab mereka tersenyum simpul dan ada yang melirik ke tangan Charlotte yang menggenggam erat tangan Satoru.
"Ah! maaf...." Charlotte langsung melepaskan genggamannya saat sadar dan mukanya memerah karena malu.
"Ti~ tidak apa-apa... Kalau begitu aku mau pergi melihat-lihat kota dulu..." Ujar Satoru menunjuk kearah yang ingin ia tuju.
Saat itu mereka berpisah, Satoru pergi berjalan-jalan melihat-lihat kota. Melihat ada banyak sekali petualang yang berjalan di penjuru kota, dari pendekar pedang, pemanah, penyihir, pengguna tombak dan kapak besar. Semuanya ada di kota ini.
"Enak! Rasanya cukup gurih diluar tapi lembut di dalam" Gumamnya saat memakan sate tersebut.
*Besok nanti aku harus segera kembali ke ibukota...
Yah, ini gara-gara aku pingsan selama satu minggu. Waktuku jadi tersita banyak, lagi pula perjalan menuju ke ibu kota memakan waktu 3 hari perjalanan.
Saat sampai nanti, besoknya aku sudah masuk kembali ke akademi*.
Karena belum puas melihat-lihat kota, Satoru melanjutkan berkelilingnya hingga sampai di sebuah distrik merah.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Kemana dia tadi?" Gumam Charlotte yang kehilangan jejak Satoru.
"Hei ketua, jika kau segitu kawatirnya kenapa tak bilang saja "Ayo jalan bersama" dari pada mengikutinya diam-diam seperti ini" Ujar salah satu kesatria.
"A~ apa yang kau katakan... A~ aku tak pernah berpikir mau ja~ jalan bareng sama dia!!!" Ujar Charlotte gelagapan.
"Huft, seharusnya ketua jujur terhadap perasaanmu, bagaimana jika dia diambil oleh orang lain?"
__ADS_1
"A~ apa maksudmu?" Ujar Charlotte heran.
Kesatria itu menunjuk kearah seorang pria yang sedang dikelilingi oleh beberapa wanita cantik dari sebuah distrik merah. "Yah, namanya juga laki-laki" Ujarnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Hei, adik manis. Ayo main sama kakak, kami akan lembut sama kamu" Ujar seorang wanita merayu pria itu.
"Ah, tidak perlu aku sedang punya urusan lain..." Jawab pria itu dengan canggung.
"Ayolah, kami akan membuatmu merasakan kenik~ matan loh..." Bisiknya di telinga pria itu dengan nakal.
Pria itu hanya bisa tersenyum canggung dan mencari celah untuk kabur. Di saat itu seorang wanita menghampiri nya dengan berteriak kesal.
"Hei!!! Aku tak pernah menyangka kau ternyata orang seperti ini!"
"Eh!? Charlotte-san?" Satoru terkejut melihat gadis yang berteriak.
"Wah, wah... ternyata kamu udah punya kekasih yah. Maaf yah karena kami menggodamu" Ujar ketiga wanita dari distrik merah itu, lalu pergi meninggalkan Satoru.
"Ke~ kekasih...!!?" Wajah Charlotte tampak memerah. "A~ aku bukan..." Gumamnya mencoba membantah ucapan ketiga wanita sebelumnya. Namun disisi lain hatinya begitu gembira karena dibilang sebagai kekasih dari pria yang ada di hadapannya.
"Charlotte-san...?" Ujar Satoru memanggil gadis itu dengan pelan.
"Bu~ bukan apa-apa!! Cepatlah kembali ke penginapan ini sudah malam!!" Teriaknya dengan wajah memerah.
Satoru mendekat dan menempelkan dahinya pada Charlotte "Kurasa kau tak demam, tapi kenapa wajahmu merah sekali" Gumamnya dengan polos.
"A~ apa yang kau lakukan!!" Karena wajah mereka sangat dekat Charlotte menjadi panik dan memukul perut Satoru dengan keras.
Baammm!!!
"Akh!!"
"Ce~ cepatlah pulang!!" Charlotte langsung berbalik dan berjalan kembali menuju ke penginapan.
"A~ ada apa dengannya? Kenapa dia tiba-tiba memukul perutku... Aduh duh..." Gumam Satoru yang tak mengerti dengan apa yang terjadi.
"Hah... sepertinya akan sulit bagi ketua. Pria ini juga gak ada peka-pekanya" Gumam para kesatria sembari menghela nafas.
Di keesokan paginya, Satoru langsung berangkat kembali menuju ke ibu kota. Perjalanan berlangsung dengan aman tanpa adanya kejadian. Hingga akhirnya ia sampai di ibu kota dan kembali kerumahnya dengan selamat.
__ADS_1