Kembalinya Sang Pahlawan Penentu Nasib Dunia

Kembalinya Sang Pahlawan Penentu Nasib Dunia
Chapter 27 : Memulai Perjalanan


__ADS_3

Di ruang ujian semua siswa sedang melaksanakan ujian tulis, sedangkan Satoru diberikan setumpuk kertas di atas mejanya. Semua kertas itu merupakan soal-soal ujian tulis yang akan di lakukan di lain hari. Semua orang tampak terkejut saat melihat hal itu, terlebih lagi kecepatan Satoru yang mengisi semua soal itu tanpa ragu.


"Bu, saya sudah selesai!" Satoru mengangkat tangannya dan maju ke depan memberikan semua lembar ujiannya.


"Baiklah, semua nya sudah selesai. Kamu bisa langsung pergi ke lapangan untuk ujian praktek, kepala sekolah sudah menunggu disana" Ujar pengawas ujian.


Semua siswa tampak, kaget saat mendengar kalau kepala sekolah lah yang akan menjadi penguji Satoru secara pribadi.


Di lapangan ujian praktek kepala sekolah sedang berdiri di tengah-tengah lapangan menunggu kedatangan Satoru. "Cepat juga kau datang rupanya"


"Yah, karena semua soal ujiannya begitu mudah, aku bisa menyelesaikan semuanya dalam waktu singkat" Jawab Satoru berjalan menaiki lapangan.


"Kalau begitu tunjukkan kekuatan sihir mu padaku!" Ujar kepala sekolah memunculkan sebuah lingkaran sihir besar di depannya.


Satoru langsung bergerak kesamping karena tau jika lingkaran itu merupakan sihir api tingkat menengah yang melesat cukup cepat.


"Hahah, hebat bocah. Tak kusangka orang tanpa sihir sepertimu lebih mengerti soal lingkaran sihir di banding murid-murid yang lain" Puji kepala sekolah dengan bersemangat.


"Apa kau tak akan menarik pedang di pinggangmu itu?" Tanya kepala sekolah melirik ke pinggang Satoru.


"Kau bilang ingin melihat kemampuan ku bukan? kalau begitu, muncullah Aerial Spada!" Satoru memunculkan pedang angin miliknya dan langsung menggunakan sayatan angin.


Kepala sekolah langsung menggunakan sihir pelindung dan berhasil menahan semua tebasan angin yang melesat sangat cepat. "Begitu yah, jadi kau punya sebuah pedang sihir yah" Ujar kepala sekolah dengan senyum kecil di bibirnya.


Satoru langsung berlari mendekat dan menyerang sihir pelindung itu dengan kemampuan penetrasi dari Aerial Spada. "Cih, ternyata memang sulit untuk menghancurkan sihir dengan kemampuan yang lebih cenderung ke penetrasi fisik" Gumam Satoru saat mengadu pedangnya dengan sihir pelindung.


"Apa yang kau gumamkan!?" Kepala sekolah langsung menyerang menggunakan sihir api lagi sehingga membuat Satoru meloncat menjauh.

__ADS_1


Serangan itu terus-terusan di lancarkan oleh kepala sekolah, sehingga Satoru terus-terusan menghindar dan sulit untuk mendekat. "Oi, oi, oi apa hanya itu kemampuan mu bocah!?" Kepala sekolah membuat sebuah lingkaran sihir yang super besar.


"Kepala sekolah! apa anda yakin menggunakan serangan sihir sekuat itu!" Teriak pengawas ujian dari pinggir lapangan.


Tak mendengarkan hal itu si kepala sekolah tetap melancarkan sihir tingkat tinggi itu ke arah Satoru. "Muncullah Metsuma No Tsurugi!!" Satoru langsung memunculkan pedang penetral sihirnya dan menghilangkan serangan sihir itu ketika menebasnya.


"Oi! apa kau benar-benar ingin membunuhku!!" Teriak Satoru setelah berhasil menahan serangan itu.


Pengawas dan kepala sekolah tampak kaget melihat serangan sihir tingkat tinggi menghilang seketika. "A~ apa yang terjadi? b~ bagaimana bisa sihir kepala sekolah menghilang?" Gumam pengawas dengan kebingungan.


Satoru langsung berlari mendekati kepala sekolah, sihir pelindung berlapis dibuat olehnya tetapi bisa di tembus Satoru dengan mudah. "Percuma saja! aku bisa menghilang kan semua sihirmu dengan mudah!" Ujar Satoru yang semakin dekat dengan kepala sekolah.


Suasana menjadi hening, di lapangan terlihat kepala sekolah terdiam dengan pedang yang ada di depan lehernya. "Ini kemenangan ku bukan?" Ucap Satoru yang mulai kehabisan nafas.


"Iya, kau menang bocah. Kau boleh liburan duluan" Ujar kepala sekolah dengan muka yang tersenyum puas dengan pertarungan itu.


Aku bilang pada mereka selama satu minggu, tapi kurasa tak akan cukup beberapa hari di dungeon. Itulah kenapa aku ingin menyelesaikan semua ujian itu secepatnya.


Setelah mengemasi barangnya, Satoru langsung pergi menuju ke perusahaan Star Santuary untuk berpamitan pada Airi dan meminta tolong padanya untuk menjaga para kelinci.


"Airi-san" Sapa Satoru saat memasuki bangunan itu.


"Eh? bukannya kamu masih ujian Satoru-san?" Airi heran karena melihat Satoru berada di tempatnya padahal ujian masih berlangsung.


"Aku sudah menyelesaikan ujian ku, jadi aku sudah libur sekarang. Maaf tapi apa aku bisa memintamu menjaga para kelinci selama aku pergi? paling lama mungkin 2 minggu" Ujar Satoru memohon pada Airi.


Melihat Satoru yang memohon padanya "Tak perlu memohon seperti itu Satoru-san, kau adalah penyelamat hidupku. Soal para kelinci aku akan merawat mereka dengan baik, jadi lekaslah kembali" Terlihat senyum manis di wajah Airi.

__ADS_1


"Terima kasih Airi-san, kalau begitu aku berangkat dulu" Sambil melambaikan tangannya Satoru berjalan pergi menuju ke luar gerbang.


"Sampai jumpa lagi, berhati-hatilah Satoru-san..." Gumam Airi yang melambaikan tangan dari kejauhan dengan cukup kawatir.


Setelah dua hari berlalu Satoru tiba di sebuah kota yang bernama Sofya. Kota itu merupakan kota perdagangan yang cukup besar di wilayah kerajaan Earshied. Suasana kota itu sangat berbeda dengan ibu kota, terdapat banyak sekali para pedagang dan pasar-pasar yang berada di setiap jalan.


"Kota ini benar-benar berbeda dengan ibu kota" Satoru bergumam sembari melihat ke segala arah. Ia datang ke guild petualang yang ada disana dan hendak mencari sebuah quest pengawalan yang searah dengan tujuan nya, yakni kota dungeon.


Di depan papan pengumuman Satoru mendengar orang-orang membicarakan soal kota dungeon.


"Hei, apa kau dengar kalau ada dungeon baru yang muncul di kota itu?"


"Iya, katanya harta disana juga sangat banyak"


"Tapi tetap saja, karena itu dungeon yang baru kita perlu memetakan wilayah nya terlebih dahulu. Sangat berbahaya kalau kita asal masuk saja kesana"


"Kau benar, katanya monsternya juga cukup kuat walau di lantai pertama"


Mendengar percakapan para petualang itu dada Satoru berdegup kencang karena tak sabar ingin pergi kesana secepatnya. Ia terus mencari sebuah quest yang mengarah kesana dan pada akhirnya ia melihat satu quest.


"Mengawal para pedagang menuju kota dungeon, ini dia yang ku cari dari tadi" Gumamnya mengambil lembaran quest tersebut.


Setelah menyerahkan lembaran itu, Satoru diberi tahu kalau ada regu lain yang akan ikut dan diminta untuk berkumpul di gerbang kota pagi hari besok.


Keesokan paginya Satoru langsung berjalan menuju ke gerbang dan melihat banyak kereta kuda beserta para pedagang dan dagangannya. Di sisi lain ada beberapa kesatria wanita yang terlihat seperti murid dari sebuah akademi.


"Halo, namaku Satoru. Aku akan ikut dalam misi pengawalan ini" Ujar Satoru memperkenalkan dirinya pada para kesatria wanita itu.

__ADS_1


"Tch, pria lemah sepertimu yang akan ikut? jangan menghambat kami!" Bukan sebuah sapaan baik, Satoru diperlakukan layaknya pengganggu oleh salah seorang kesatria wanita berambut pirang dengan mata biru langit.


__ADS_2