
Hari-hari berlalu dengan cepat hingga turnamen kesatria sihir serta festival ulang tahun kerajaan Earshied tiba. Raja sebelumnya juga sudah kembali ke ibu kota kerajaan.
"Ayahanda, selamat datang kembali" Ujar raja saat ini menyambut ayahnya.
"Ahahah, kau sudah jadi raja yang baik anakku" Jawabnya sembari memukul pundak si anak.
"Selamat datang kakek" Sapa Reina dengan hormat.
"Kau sudah tumbuh jadi gadis yang cantik yah, Reina. Bagaimana? Apa ada kemajuan soal Satoru?" Tanya sang kakek.
"Eh? Ah, tidak... Dia sangat sulit untuk didekati. Walaupun dia selalu baik dan ramah" Ujar Reina.
"Huft~ Ryuha benar-benar mendidiknya dengan baik, tapi seharusnya dia mengajarkan soal cinta juga" Keluh si kakek.
"Ah, benar juga Reina, bisa kau panggilkan Satoru? Bilang saja kalau aku mau berbicara dengannya"
"Baik, kakek"
Reina pergi bergegas menuju rumah Satoru, saat sampai di depan rumahnya ia melihat Charlotte yang hendak masuk juga.
"Charlotte-chan!"
"Eh, Reina-chan?"
"Apa kau juga ingin bertemu dengan Satoru-sama?"
"I- iya... Ada hal yang ingin ku bicarakan dengannya"
Mereka berdua masuk kedalam rumah, di lantai pertama tak ada satu orang pun sehingga mereka naik kelantai kedua. Saat sampai di depan pintu kamar Satoru, mereka hendak membuka pintu. Namun, terdengar suara yang menghentikan mereka.
"Ah, tidak! Ja- jangan menjilatinya!"
"Ahaha, apa itu geli Haruna-san?"
"I- iya... Hei, ayo cepat masukkan..."
"Iya, iya"
"Ada apa?"
"Ini tidak bisa masuk, lubang nya terlalu sempit"
"Tak bisa masuk? Aku akan melebarkannya dengan tanganku, apa sekarang bisa?"
"Nah, bagus, tahan seperti itu. Aku akan mendorongnya masuk"
__ADS_1
"Wah, besar juga yah"
"Ahahah, tetaplah seperti itu aku akan mendorongnya lagi"
"Ah, tunggu Satoru-san! Jika mendorongnya secara paksa itu akan terasa sakit dan mungkin akan robek"
"Be- begitukah? Maaf, aku akan mendorongnya secara perlahan"
Di balik pintu itu ada dua orang gadis yng wajahnya menjadi memerah mendengar percakapan dua orang dari dalam kamar. Karena sudah tak bisa menahannya, Charlotte membuka pintu itu dan berteriak.
"A- Apa yang kalian lakukan di siang hari begini!!?"
"Eh??" Satoru dan Haruna tampak terkejut melihat Charlotte yang tiba-tiba masuk dan berteriak.
Di kamar itu terlihat Satoru yang tengah mendorong seekor kelinci masuk kedalam sebuah pakaian, sedangkan Haruna memasukkan pakaian itu dari arah sebaliknya.
"Kami hanya memakaikan pakaian untuk mereka" Ucap Satoru menunjuk para kelinci yang sudah mengenakan pakaian.
"Eh? Ja- jadi itu yang kalian lakukan?" Ucap Charlotte tak percaya.
"Iya, apa yang kau pikirkan?" Tanya Satoru dengan heran.
"A- Aaa.. Bu- bukan apa-apa!" Teriak Charlotte dengan muka merah merona.
Reina masuk kedalam dan mendekati para kelinci, mereka semua sudah sangat jinak dan bisa diajak bermain. "Hei, Satoru-sama. Apa kau ingin memberikan sebuah pertunjukan dengan para kelinci ini?" Tanya Reina.
"Begitu yah. Oh iya, kakek memintamu datang ke istana, katanya ada yang ingin dia bicarakan denganmu" Ujar Reina menyampaikan pesan kakeknya.
"Iya, aku akan kesana nanti" Jawab Satoru sembari memasangkan pakaian para kelinci.
Saat itu Airi tiba-tiba muncul "Satoru-san! Aku sudah selesai menyiapkan hal yang kita perlukan untuk membuat taman kelinci!" Ujarnya di depan pintu dengan bersemangat.
"Eh, Charlotte-san dan tuan putri?" Airi cukup terkejut saat melihat dua gadis itu ada disana.
"Terima kasih Airi-san, aku akan pergi ke istana sebentar. Apa kalian bisa mengurus sisanya?" Tanya Satoru.
"Tentu serahkan saja pada kami!" Jawab Airi dan Haruna.
Satoru pergi menuju istana bersama dengan Reina, sedangkan Charlotte hanya terpaku diam dan membantu Airi dan Haruna mengurus lara kelinci.
Eh, kenapa aku tak bicara apapun dengannya tadi? Ya sudahlah, aku akan berbicara dengannya lagi nanti.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di istana Satoru bertemu dengan kakeknya Reina.
__ADS_1
"Lama tak bertemu master" Sapa Satoru.
"Hmm~ Sepertinya kau sudah menjadi lebih kuat yah, Satoru" Ucap sang master.
"Begitulah, setiap aku melakukannya kekuatan ku meningkat drastis" Jawab Satoru.
Semua orang tampak kebingungan begitu pula dengan para pahlawan yang ada disana. Yang mengerti tentang apa yang dikatakan oleh Satoru hanyalah kakek Reina, orang yang melatih Satoru.
"Begitu yah, kalau begitu ayo kita latih tanding!" Ujar sang master dengan bersemangat.
"Tentu!"
Mereka semua berpindah menuju lapangan latihan, semua orang menonton dari pinggiran dan para penyihir istana memasang pelindung sihir yang lebih kuat dari biasanya.
"Tak perlu menahan diri, keluarkan semua kekuatan mu!" Ujar sang master.
"Baiklah" Jawab Satoru tersenyum kecil.
Setelah aba-aba mulai diucapkan, Satoru dan masternya bergerak dengan begitu cepat hingga sulit untuk dilihat. Bahkan bayangan mereka pun tak bisa dilihat saking cepatnya, yang terdengar hanyalah suara pedang yang beradu satu sama lain.
"Kecepatan macam apa itu?!"
"Apa benar mereka itu manusia?"
Setelah cukup lama akhirnya mereka berhenti dan membuat jarak, master menggunakan sebuah sihir yang membuat pedangnya diselimuti oleh api yang membara. Disisi lain Satoru mengeluarkan dua pedangnya Aeria Spada dan Metsuma No Tsurugi secara bersamaan.
"Ouh, kau sudah membuat dua pedang?" Ujar sang master kagum melihat hal itu.
"Ada 3, tapi yang ketiga hanya pedang yang berguna melawan undead. Ngomong-ngomong soal undead, master bilang untuk tak menahan diri, kan?" Ujar Satoru.
"Ya! Keluarkan semua kekuatanmu!"
"Kalau begitu aku tak akan menahan diri lagi! Messenger of Death : Summoning Dullahan! Dan 5 Death Knight!"
Di lapangan itu muncul sebuah lingkaran sihir berwarna ungu kehitaman yang memancarkan aura kematian yang kuat. Dari sana muncul 1 buah undead tingkat tinggi dullahan dan 5 undead tingkat menengah death knight.
"Ayo kita mulai ronde keduanya, master!"
Satoru maju bersama dengan pasukan undeadnya, berkat hal itu Satoru bisa melawan masternya dengan cukup baik, hingga pada akhirnya berhasil mengalahkannya.
"Huft~ Tak kusangka kau bisa memanggil pasukan undead, apa kau menjadi seorang necromancer?" Tanya sang master dengan nafas terengah-engah.
"Tak juga, ini karena aku memakai artifak yang sama dengan Swordbirth" Jawab Satoru sembari mengatur nafasnya.
"Begitu yah, kau sudah menjadi lebih kuat dari ku Satoru. Berjanjilah padaku, gunakanlah kekuatanmu untuk kebaikan dan jangan terjerumus dalam kegelapan akibat kekuatan besar yang kau miliki" Ucap sang master.
__ADS_1
"Baik! Aku akan berusaha untuk memakainya dengan baik" Satoru menjawab nya dengan cukup tegas, namun dihatinya ia merasa cukup gelisah akan kekuatan yang ia miliki.
Pertarungan pun usai dan semua orang pergi menuju ruang tamu di istana untuk beristirahat.