
Di sepanjang perjalanan Satoru selalu mendapat tatapan kebencian dari Charlotte. "Ahaha..." Satoru hanya bisa tertawa canggung karena hal itu.
"Kau cukup berani juga yah nak, malam-malam berduaan dengan gadis yang baru kau kenal dan memberikan bahumu untuk tempatnya bersandar. Sungguh anak muda yang berani" Ujar kusir kuda sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.
Di balik pepohonan kereta mereka berjalan dengan pelan, suasana tampak damai. Hingga seorang pedagang turun untuk buang air kecil, membuat semuanya berhenti bergerak di tengah hutan itu. Para kesatria meningkatkan kewaspadaan mereka terhadap sekitar.
Setelah itu perjalanan dilanjutkan tanpa ada nya masalah, saat hampir keluar dari hutan ada beberapa orang yang mengahadang dari depan. Mereka menodongkan pedang dan para pemanah sudah membidik dari balik pepohonan.
"Masuklah kedalam kereta paman" Ucap Satoru pelan sembari memegang katana nya.
Para kesatria yang ada di depan dan di tengah langsung keluar dan bertarung melawan para bandit tersebut. Sedangkan Satoru berlari masuk kedalam hutan untuk melumpuhkan para pemanah.
Bergerak dengan cepat dan meloncati dahan pepohonan satu persatu, Satoru membuat para pemanah lumpuh satu persatu. "Baiklah, sekarang tinggal mengurus yang ada di bawah" Gumamnya dari atas dahan pohon melihat pertarungan gadis bernama Charlotte melawan pimpinan bandit.
Pedang mereka saling beradu dan menimbulkan percikan api saking cepatnya. "Jangan kira aku akan kalah melawan bandit busuk seperti kalian!" Pedang Charlotte tiba-tiba diselimuti oleh api.
Pergerakannya menjadi lebih cepat dan kuat, api dari pedang itu terlihat begitu panas sehingga membuat pedang bos bandit itu meleleh.
Bos bandit tampak panik dan mengambil jarak "Dasar wanita brengsek! padahal aku tak ingin menggunakannya disini, tapi aku akan membiarkan mu melihat kartu truf ku" Bandit itu mengeluarkan sebuah kristal berwarna biru dan melemparnya kedepan.
Kristal itu bercahaya dan memunculkan sebuah monster. Hell Tiger adalah monster yang muncul dari dalam kristal tersebut, seekor harimau yang diselimuti oleh api yang sangat merah dengan cakar yang memberikan cairan lava panas. Monster rank S, Hell Tiger.
Hanya dari pancaran hawa panasnya saja sudah membuat semua orang berkeringat deras. Charlotte mencoba menyerangnya dengan pedang api, sehingga tabrakan antarak api itu memunculkan sebuah ledakan.
Duaaarr!!!
"Apa kau tak apa-apa?" Satoru dengan cepat menyelamatkan Charlotte sebelum terkena ledakan itu.
"Eh!?" Muka gadis itu tampak memerah saat wajah mereka berdekatan. "Tu~ turunkan aku!" Tubuhnya memberontak dan ingin segera lepas dari gendongan.
__ADS_1
Satoru menurunkan gadis itu dan menghadap ke arah harimau yang sudah bersiap untuk melakukan serangan. "Kalian mundurlah, aku akan menghadapinya" Ujar Satoru mengeluarkan katana miliknya.
"Hah! apa kau pikir dengan pedang itu bisa melukai monster rank-S!?" Charlotte tak terima dengan apa yang dikatakan oleh Satoru.
Yang di katakan oleh gadis ini memang benar, mustahil bagiku mengalahkannya dengan pedang biasa.
Untuk mengalahkan monster rank-B saja aku memerlukan pedang dari skill ku.
Jika aku menciptakan sebuah pedang sekarang, aku mungkin perlu pedang dengan daya serang yang bisa mematikan api milik harimau itu. Tapi, apa mungkin api itu di padamkan dengan mudah?
Setelah berfikir panjang Satoru tak jadi menciptakan sebuah pedang mengingat masih belum satu bulan dan dia juga tak mau terbaring tak sadarkan diri akibat efek dari penciptaan tersebut.
Ia berlari dan menarik perhatian harimau itu menuju ke sungai yang berada di luar hutan agar tak menimbulkan kebakaran "Kalian semua cepatlah lari! aku akan mengurus harimau ini!" Teriaknya sembari berlari membawa harimau menuju ke sungai.
Charlotte yang tak mau mendengar kan hal itu mengepalkan tangannya dengan gemetaran. Dia tau kalau pergi kesana dia hanya akan menghambat dan tak bisa melakukan apa-apa. "Cepat! kita tak boleh membiarkan pengorbanan nya sia-sia!" Teriak Charlotte memerintahkan agar langsung bergerak cepat menuju ke desa terdekat.
Walaupun begitu monster itu tetap berjalan dan membuat air yang di tapakinya mendidih dan berubah menjadi uap.
"Sepanas apa harimau itu..." Gumam Satoru saat melihat air di pinggiran sungai mendidih. "Aerial Spada!" Memanggil pedang sihir angin, Satoru menggunakan angin dan membuat air-air di sungai itu terbang mengarah pada harimau.
Pppsssshhhh!!!
Air-air itu langsung menguap saat terkena tubuh harimau.
Grraaaawwwrrr!!!!
Harimau itu tampak terkena serangan yang cukup berarti sehingga membuatnya menggerang kesakitan. Rambut api yang berada di atas tubuhnya mulai membesar kembali, ia membuka mulutnya dan menembakkan bola api.
Satoru membalikkan bola-bola api itu menggunakan angin dan terjadi ledakan besar saat bola itu bertabrakan dengan si harimau. Selagi membalikkan semua bola api yang mengarah padanya, Satoru mengendalikan angin lain untuk membuat sebuah penghalang agar air-air terkumpul.
__ADS_1
Air dari sungai mulai menyurut dan harimau itu langsung menerjang menerkam Satoru dengan cepat. Satoru langsung turun dari batu dan menahan harimau itu sampai airnya datang.
"Pa~ nas... kulitku rasanya akan lepas..." Selagi menahan harimau itu, panas yang dirasakan begitu menyiksa tubuh Satoru. Kulit-kulitnya mulai melepuh akibat panas, keringatnya keluar dengan deras seperti air mancur.
Merasa tak sanggup menahan panasnya lagi Satoru melepaskan pedangnya dan berlari menuju bendungan air yang di tahannya menggunakan air sebelumnya. "Sini ikut aku kucing kecil!"
Harimau itu langsung berlari dengan cepat mengejar Satoru hingga saat air besar mulai terlihat. Satoru langsung meloncat kesamping agar tak terkena tabrakan dari air itu.
Baammm!!!! pssshh!!!
Air itu berhasil menabrak harimau api tersebut, terlihat uap yang terbuat akibat panas dari tubuh harimau tersebut. Namun, dengan banyak nya jumlah air, harimau itu tak bisa mempertahankan apinya dan hanyut terbawa sungai.
"Huh, huh, huft... syukurlah itu berhasil..." Dengan nafas yang terengah-engah Satoru lega bisa mengalahkan harimau tersebut, walau tubuhnya menderita luka bakar yang cukup parah.
Jika saja disini ada sistem level pasti aku sudah menerima exp yang banyak dan mendapatkan pemulihan otomatis saat naik level.
Tapi yah, sudahlah...
Di dalam batinnya Satoru mengharapkan sesuatu sembari mengeluarkan potion penyembuhan dari kantung dimensinya. Luka-luka nya secara perlahan mulai pulih.
Satoru ingin beristirahat sebentar namun ia memiliki sebuah firasat yang cukup buruk. Hatinya mulai gelisah dan membuatnya langsung bangun berdiri berlari menyusul rombongannya.
Di desa
Di depan pintu desa rombongan pedagang di perlihatkan sebuah pemandangan yang begitu mengerikan. Warga-warga desa berlarian dengan panik keluar desa namun kaki mereka tiba-tiba terpotong dengan sangat cepat oleh sesuatu.
"A~ apa yang..." Semua orang yang melihat hal itu tampak syok dan tak bisa berbicara apa-apa.
Di balik tumpukan mayat terlihat sosok berwarna hitam, memiliki lengan yang tampak seperti pedang besar. Mempunyai sayap dan cakar besar di ujung sayapnya, matanya merah menyala serta mengeluarkan aura yang begitu mengerikan.
__ADS_1