Kembalinya Sang Pahlawan Penentu Nasib Dunia

Kembalinya Sang Pahlawan Penentu Nasib Dunia
Chapter 9 : Guild Petualang


__ADS_3

Setelah mengunjungi Airi, Satoru mendapatkan sebuah rumah yang bisa ia sewa untuk di tinggali. Rumah tak terlalu jauh dari akademi dan itu memudahkan nya.


"Yah, punya atap untuk bernaung adalah yang terbaik!"


Jika kalian bertanya soal kenapa aku memberikan kamar penginapan pada gadis itu.


Karena aku di ajari oleh kakek untuk melindungi perempuan dan tak menyakiti mereka.


Setelah membersihkan rumahnya, Satoru pergi ke perusahaan itu lagi untuk membeli keperluan rumah. Seperti tempat tidur, kursi, meja makan dan keperluan lainnya.


Saat sedang membeli berbagai macam barang Satoru baru ingat soal senjata. Karena masternya meminta agar Satoru menyembunyikan kemampuan dirinya yang bisa membuat pedang apapun, karena kemampuan itu akan mengundang banyak sekali bangsawan dengan motif tertentu dan bersikeras untuk membuat Satoru berada di pihak mereka.


Ah, aku lupa soal senjata.


Pedang apapun tak masalah, tapi aku ingin pedang yang cukup kuat, jika memungkinkan aku ingin sebuah katana.


Aku tak bisa menunjukkan kemampuan penciptaan pedangku secara sembarangan di kota ini.


Saat melihat Satoru yang tengah melamun, Airi memanggilnya.


"Satoru-san?"


"Eh? ah, maaf aku melamun tadi. Apa ada yang ingin kau bicarakan Airi-san?"


"Tidak, sebaliknya apa kau perlu sesuatu?"


"Iyah, aku memerlukan sebuah pedang"


Mendengar hal itu Airi cukup terkejut karena saat di desa itu dia melihat Satoru memegang sebuah pedang sihir yang cukup kuat.


"Bagaimana dengan pedang yang kau pakai saat melawan para orc itu?"


"Ah!? S- soal itu, aku tak ingin menggunakannya untuk saat ini, jadi aku ingin sebuah senjata lain"


"Ouh, aku mengerti! Pedang sihir itu tak perlu kau keluarkan untuk melawan para kroco, hu'um hu'um. Seperti yang di harapkan dari Satoru-san!"


"Ahaha~ yah bisa di bilang begitu"


Airi membawa Satoru pergi menuju ke ruangan yang di penuhi oleh senjata-senjata yang berkualitas tinggi. Hampir semua senjata di sana merupakan harta yang di temukan di dalan dungeon.


"Bagaimana apa ada yang membuatmu tertarik?"


Saat melihat berbagai macam senjata, Satoru mencoba memegang sebuah pedang sihir yang ada disana. Namun, saat tangannya menyentuh pedang itu, terasa sebuah sengatan listrik yang kuat hingga membuat dirinya terpental.


"Satoru-san!"


Airi langsung bergegas melihat kondisi Satoru dengan penuh kawatir.


"Apa kau tak apa-apa?"

__ADS_1


"Humm~ yah kurasa aku tak apa-apa"


Tapi apa yang terjadi barusan?


Satoru yang masih kebingungan dengan hal yang terjadi teringat dengan kata-kata masternya.


"Satoru, kau tak akan bisa memegang sebuah senjata sihir apapun selain dari yang kau buat sendiri. Tapi kau masih bisa memegang senjata biasa"


Ah, jadi itu alasannya kenapa aku tak bisa memegang senjata sihir.


Mereka langsung menolak ku seketika saat aku memegang nya...


Satoru bangun berdiri dan menanyakan kepada Airi soal pedang biasa tanpa kekuatan sihir.


"Hei Airi-san, apa kalian punya pedang biasa yang kuat? jika ada sebuah katana yang tak mudah hancur"


"Tentu saja kami ada! lihat disebelah sana! itu adalah katana yang terbuat dari mitril, jadi itu tak akan bisa di hancurkan dengan mudah"


Satoru mendekat dan melihat katana itu dengan teliti, ketajaman berat dan yang lainnya sangat pas. Ia pun memutuskan untuk membeli katana tersebut.


"Aku suka ini, berapa harganya?"


Saat Airi menyebutkan harganya, Satoru cukup syok karena begitu mahal. Dari semua uang yang di pegang nya saat ini, harga katana itu menghabiskan 80% uang yang ia punya.


Yah tak apa, setidaknya aku punya senjata yang cukup kuat!


Setelah selesai dengan semua urusannya di perusahaan, Satoru pulang kerumahnya untuk menyusun perabotan rumahnya. Saat setelah selesai, hari sudah mulai sore dan Satoru memutuskan untuk pergi ke guild petualang.


"Aku perlu mengumpulkan uang! satu-satunya pekerjaan yang memungkinkan adalah menjadi petualang!"


Ia berjalan di kota menuju ke guild petualang untuk mendaftarkan dirinya. Tatapan dari para petualang yang berada di dalam guild mengacu ke arah Satoru semua. Bukan tatapan yang merendahkan atau benci, mereka semua terpaku melihat pedang yang ada di pinggang Satoru.


"Hei, siapa dia?"


"Apa dia petualang yang terkenal?"


"Lihat pedang yang ada di pinggangnya, bukannya itu terbuat dari mitril?"


Semua orang berbisik-bisik melihat pemuda yang berjalan masuk ke guild petualang dengan membawa senjata yang begitu mahal. Satoru langsung pergi ke meja resepsionis untuk mendaftarkan dirinya sebagai petualang.


"Apa aku bisa mendaftar sebagai petualang?"


"Ah, tentu saja. Anda bisa membayar 2 koin perak untuk pendaftaran"


Satoru memberikan dua koin perak dan setetes darahnya di atas bola sihir. Kemudian muncul sebuah kartu dari atas bola tersebut.


...Name : Shin Satoru...


...Job : Swordman...

__ADS_1


...Age : 16 Year Old...


...Skill : ~~~...


Saat melihat kartu itu, resepsionis terkejut karena Satoru tak memiliki satu pun skill.


"A- apa kau yakin ingin menjadi petualang?"


"Tentu, apa ada yang salah?"


"T- tapi anda tak memiliki skill satupun"


Skill? emangnya itu ada? sepanjang aku berlatih tak ada hal semacam itu.


"Tak perlu kawatir, tanpa skill pun aku bisa mengalahkan monster!"


Saat itu ada seorang petualang yang mendengar pembicaraan Satoru dengan sang resepsionis.


"Oi bocah! Sebaiknya kau batalkan niatmu menjadi petualang!"


Mendengar hal itu Satoru cukup kesal dan menatap petualang itu.


"Hah apa? Ini tak ada urusannya denganmu kan?"


"Memang benar itu tak ada urusannya denganku, tapi kami tak ingin ada orang yang mati sia-sia karena mereka meremehkan pekerjaan seorang petualang!"


Mendengar hal itu Satoru tersenyum, dia salah mengira jika petualang itu hanya seorang yang kasar. Tapi ternyata dia hanya menghawatirkan keselamatan orang lain.


"Terima kasih atas saran nya, tapi aku sangat yakin dengan kemampuan berpedangku!"


Satoru menatap mata petualang itu dengan penuh percaya diri.


"Jika kau tak percaya, bagaimana jika kita berduel?"


Semua orang yang ada di guild bersemangat mendengar hal itu, petualang itu menerima duel yang di ajukan oleh Satoru. Mereka berpindah ke lapangan yang ada di belakang bangunan guild.


Satoru meminjam pedang salah satu petualang disana.


"Hei, apa aku bisa meminjam pedang mu sebentar?"


"Eh? tapi bukannya kau punya pedang di pinggangmu?"


"Ah, aku takut itu akan membuat pertarungannya menjadi membosankan"


Saat mendengar hal itu, orang yang di ajak duel menyela pembicaraan mereka.


"Hei apa kau meremehkan ku? gunakanlah pedangmu itu, aku juga akan mengenakan semua perlengkapan terkuatku"


Mendengar hal itu, Satoru menerima nya dan pergi menaiki lapangan dengan katana di pinggangnya. Petualang itu dengan menggunakan sebuah kapak besar dengan full armor yang sangat kuat. Armor yang dia gunakan terbuat dari sisik wypern sedangkan kapaknya terbuat dari kristal sihir armor bear.

__ADS_1


__ADS_2