Kembalinya Sang Pahlawan Penentu Nasib Dunia

Kembalinya Sang Pahlawan Penentu Nasib Dunia
Chapter 61 : Kembali Ke Kehidupan Normal


__ADS_3

Sore hari selepas pulang sekolah Satoru pergi ke mall untuk bermain di game center bersama dengan sahabatnya Ren. Mereka berdua tampak bersenang-senang dan memainkan berbagai macam permainan. Setelah puas bermain mereka berdua merasa lapar dan memutuskan untuk makan di sebuah kafe di dalam mall itu.


"Hahaha, sudah lama sekali kita tak bermain bersama," ucap Ren.


"Yah, rasanya juga menyenangkan. Terima kasih Ren, kau mengajakku kesini agar aku bisa meringankan kesedihan di hatiku, kan?" ungkap Satoru.


Ren hanya tersenyum simpul. "Sudah-sudah, ayo pesan makanannya," ucap Ren.


Setelah memilih makanannya, mereka memanggil pelayan dan beberapa saat kemudian pelayan itu datang kembali membawa pesanan mereka. Mereka bercerita mengenai masa lalu saat pertama kali mereka bertemu di dojo hingga menjadi teman dekat sampai sekarang. Saat makanan habis, Satoru ingin pergi ke gramedia untuk membeli novel yang ia inginkan, Ren pun ikut menemaninya.


"Hei, apa dojo benar-benar sudah tak digunakan lagi?" tanya Ren.


"Iya, tak ada orang yang latihan lagi disana semenjak kakek meninggal," jawab Satoru sembari mencari novel yang ia inginkan.


"Sepertinya kau sudah kembali menjadi dirimu yang dulu, Satoru," ujar Ren dengan senyum kecil.


"Mungkin ini karena mimpi semalam," jawab Satoru yang masih mencari novel.


"Mimpi?"


"Iya, aku bermimpi pergi ke dunia lain dan sudah berada di sana selama 3 bulan kurang lebih."


Ren tampak terkejut dan tak percaya dengan aoa yang dikatakan oleh Satoru. "3 bulan yah~ kalau begitu kau pasti bertemu dengan banyak orang, kan?"


"Begitulah, putri kerajaan, seorang ahli obat, putri bangsawan, elf, anak pengusaha, manusia rubah, dan setengah vampir," jawab Satoru.

__ADS_1


"Enaknya, kau pasti kegirangan bukan. Dikelilingi oleh banyak gadis cantik," ujar Ren dengan tersenyum. "Yah, melihat sikapmu yang mudah disenangi oleh perempuan itu bukan hal yang mengejutkan," sambungnya.


Satoru membawa semua novel dan komik yang ingin ia beli ke meja kasir. Setelah itu mereka berdua langsung pulang, rumah Ren dan Satoru tak terlalu jauh hanya berbeda beberapa rumah saja. Namun, saat dalam perjalanan pulang Satoru merasakan hal yang cukup aneh, perasaannya bilang untuk segera berlari.


Apa? Kenapa aku merasakan firasat yang buruk?


Terdengar suara tapak kaki yang bergerak dengan begitu cepat dari arah belakang mereka. Satoru langsung berbalik dan mencoba untuk melindunginya Ren.


"Ada apa Satoru?!" tanya Ren yang kaget.


Tak lama kemudian muncul seekor anjing yang mendekat pada Ren.


"Hah, kukira apa ternyata cuma Pochi," ujar Ren menghela nafas lega.


Satoru merasa heran, sebenarnya aoa yang ia rasakan saat itu, di dalam hatinya ia tau ada sesuatu yang berbahaya mendekat. Tetapi saat anjing itu muncul perasaan itu seketika hilang.


Satoru merasa pernah melihat wanita yang mendekat itu. Anjing itu adalah peliharaan wanita itu, Ren terlihat begitu dekat dengan wanita berambut hitam yang datang menghampiri mereka. Ia memperkenalkan wanita itu pada Satoru.


"Ah, aku pernah memberi tahunya kan? Aku punya tetangga baru dan dia satu sekolah dengan kita. Dia adalah gadis yang kau lihat di kafe sebelumnya, Akatsuki Sena," ujar Ren.


"Akatsuki Sena, senang berkenalan denganmu...?" ucap Sena melihat Satoru dengan bingung.


"Ah, maaf. Shin Satoru, senang berkenalan denganmu juga Akatsuki-san," balas Satoru.


Mereka bertiga berjalan bersama, dan saat sampai di sebuah gang mereka berpisah. Satoru berjalan sendirian sedangkan Ren bersama dengan Sena karena rumah mereka searah.

__ADS_1


Di keesokan harinya, Satoru terbangun dalam keadaan yang begitu kelelahan. Ia mengalami mimpi yang sama lagi, dimana ia berada di dunia lain, dan kembali lagi mati karena ditusuk oleh seseorang.


Ugh~ apa-apaan ini? Ini kali keduanya aku memimpikan kejadian itu.


Satoru beranjak dari tempat tidurnya dan bersiap untuk pergi kesekolah. Di depan rumahnya sudah ada Ren yang menunggu untuk pergi bersama kesekolah. "Dia selalu bangun pagi seperti biasanya yah?" gumam Satoru melihat Ren dari jendela kamarnya.


Turun kebawah dan keluar dari rumah Satoru menyapa Ren. "Selamat pagi Ren, ayo kita berangkat," ujar Satoru sembari mengunci rumah.


Hari-hari yang dilalui oleh Satoru berjalan dengan begitu damai, layaknya seorang murid biasa pada umumnya. Belajar, berbicara dengan teman, bermain, karaoke, makan bersama. Hal itu terasa begitu damai, tak ada perkelahian, tak ada pembunuhan, tak ada tragedi. Semua yang ia rasakan saat berada di dunia lain hanya terasa bagaikan mimpi semata. Saat ini Satoru sudah terbangun dari mimpi itu dan hidup normal kembali di dunia nyata.


Tak terasa waktu sudah berlalu selama 2 minggu, saat ini Satoru sedang berada di atap sekolah seorang diri membaca novel. Ren sedang pergi ke kantin untuk membeli makanan, saat itu pintu atap terbuka secara perlahan. Satoru mengira jika Ren sudah kembali dengan makanan dan minuman. Tetapi, yang muncul adalah sesosok makhluk yang memancarkan aura hitam pekat.


Saat melihat itu tubuh Satoru menjadi diam membeku, nafasnya menjadi tak beraturan karena panik dan keringat dingin bercucuran di tubuhnya. "A-apa itu? Apa a-aku sedang berhalusinasi ... ?" gumam Satoru dengan raut muka yang tegang.


Makhluk itu memiliki gigi taring yang panjang, bertubuh besar dengan kulit berwarna biru, membawa sebuah gada berukuran besar dan menggeretnya. Makhluk itu berjalan mendekat ke arah dengan aura membunuh yang begitu besar namun, saat itu secara tiba-tiba.


Slash!!


Sebuah angin berhembus kencang, terlihat seperti pedang menebas tangan kanan makhluk itu hingga terputus. "Teknik angin : Kamaitachi!" seorang gadis dengan rambut hitam terlihat di pintu tangga dengan posisi tangan kanan membentuk sebuah segel. Angin mulai berhembus kencang lagi dan terlihat tubuh monster itu tersayat dengan begitu tajam. Gadis itu berlari dengan begitu cepat dan menebas kepala makhluk itu dengan katana yang ada di pinggangnya.


"Apa kau tak apa?" ujar gadis itu.


"A-Akatsuki-san...?" gumam Satoru saat melihat gadis yang menyelamatkannya.


"Kau kalau tak salah temannya Ren-kun kan? Etto... Shin-san?" ucap Sena.

__ADS_1


Senan mendekati Satoru, ia berjalan secara perlahan dengan senyum simpul di wajahnya. "Tenang saja, kau tak akan mengingat kejadian apapun dan melihat apapun disini," ujar Sena.


Saat itu sesuatu bangkit dari dalam tubuh Satoru, dan Sena pun merasakan sebuah energi yang begitu besar dari markas para pengusir setan. "Apa yang terjadi?" bingung dengan apa yang terjadi, Sena langsung berlari kembali menuju markasnya tanpa menghilangkan ingatan Satoru soal oni yang menyerang dan dirinya yang merupakan pembasmi iblis.


__ADS_2