Kembalinya Sang Pahlawan Penentu Nasib Dunia

Kembalinya Sang Pahlawan Penentu Nasib Dunia
Chapter 21 : Kencan


__ADS_3

Di alun-alun kota Satoru bertemu dengan Airi yang terlihat kesal karena laki-laki itu melupakan soal kencan yang di janjikan tadi pagi.


Airi menunjukkan wajah yang cemberut dan mengalihkan wajahnya. "Padahal aku menunggumu dari tadi, tapi bisa-bisanya kau melupakan janjinya"


Saat itu Satoru mengingat soal janji yang ia buat dengan Airi di pagi hari. "Ah! maaf Airi-san, aku benar-benar kelupaan" Satoru menunduk dan meminta maaf kepada Airi dengan menyesal.


"Baiklah aku akan memaafkan mu untuk kali ini, tapi apa yang kamu pikirkan hingga lupa dengan ku!?" Airi menatap tajam mata Satoru meminta penjelasan soal hal itu.


Satoru menceritakan kepada Airi soal horn rabbit yang dia tangkap dan di pelihara. "Begitulah, jadi saat ini aku sedang memikirkan soal kandang mereka. Maaf, karena aku lupa dengan janjinya..."


"Jadi, kau bilang kalau kau mencoba untuk memelihari horn rabbit? sehingga lupa dengan ku?"


"Yah... ahahaha...." Satoru hanya bisa tertawa canggung karena hal itu.


Suasana menjadi hening dan canggung karena tak ada satupun yang berbicara.


Kenapa rasanya jadi canggung sekali...


Aku harus mencari sebuah topik untuk di bicarakan...


Satoru melirik pakaian Airi. "Pakaian itu sangat cocok denganmu Airi-san, kau terlihat sangat cantik" Ujarnya dengan tersenyum.


"A~ teri~ ma kasih... tapi jangan pikir karena kau memujiku begitu aku akan melupakan kejadian sebelumnya hmph!" Muka Airi sedikit terlihat memerah karena pujian barusan, karena hal itulah dia memalingkan wajahnya.


"Iya, iya maaf. Sekarang kita mau kemana?" Satoru mengulurkan tangannya dan tersenyum.


Airi menerima uluran tangan Satoru "Kalau begitu, bagaimana jika kita pergi jalan-jalan di taman kota?"


Satoru menerima usulan Airi, mereka pergi menuju ke taman kota yang di penuhi oleh bunga-bunga yang bermekaran indah. Anak-anak yang bermain bersama-sama dan beberapa keluarga yang melakukan piknik.


Satoru dan Airi duduk di bawah pohon dan menggulirkan sebuah tikar. Airi menaruh keranjang berisikan makanan dan mengambilnya.


"Ini.. aaa..." Airi mengambil sebuah sandwich dan menyuapinya pada Satoru.


"A~ Airi-san...?" Satoru tampak gugup karena melihat seorang wanita cantik hendak menyuapinya.


"Ayolah buka mulut mu, aaaa" Ucap Airi dengan senyum manis.

__ADS_1


Satoru membuka mulutnya dan memakan sandwich yang disuapin oleh Airi dengan wajah yang cukup memerah. "Ehm! enak!"


"Benarkah!? syukurlah kalau begitu" Airi terlihat senang saat Satoru memuji rasa dari sandwich tersebut.


"Apa kamu membuatnya sendiri?" Satoru bertanya sembari memakan sandwich itu.


"Ehehe..." Airi hanya tertawa senang karena hal itu.


Di kala itu angin berhembus pelan, Satoru melihat seorang gadis yang begitu manis duduk di sampingnya sembari tersenyum memakan sandwich di tangannya. Gadis itu menoleh dengan heran melihat Satoru.


"Ada apa?" Ujarnya dengan heran.


"Ah, tidak. Bukan apa-apa" Satoru langsung mengalihkan pandangannya dan menghabiskan sandwich yang ada di tangannya.


Satoru memikirkan tempat yang akan mereka kunjungi kedepan.


Hmmm... kalau tak salah ada tempat pertunjukan teater di kota ini, apa kesana saja yah?


Melihat Satoru yang memejamkan matanya seperti sedang memikirkan sesuatu Airi mencubit pelan pipi lelaki itu.


"Awh! Ada apa Airi-san?" Satoru bertanya heran karena gadis itu mencubit pipinya secara tiba-tiba.


Satoru hanya tersenyum "Bagaimana jika kita pergi melihat teater?" Ucapnya mengajak Airi dengan lembut.


Airi mengangguk dengan senang, mereka berdua pergi menuju ke bangunan pentas seni. Disana ada banyak sekali karya seni yang memukau seperti seni lukis, patung dan lain sebagainya. Tempat ini juga memiliki panggung untuk mengadakan pertunjukan teater ataupun tari.


Setelah membeli tiket Satoru dan Airi duduk dengan tenang menunggu pertunjukan dimulai.


Menceritakan tentang cinta seorang penyihir biasa terhadap seorang putri kerajaan.


Haaa... jadi ini kisah Romeo dan Juliet versi isekai yah...


Di atas panggung teater, terlihat dua orang seorang gadis dengan mahkota dan pria dengan jubah penyihir.


"Wahai gadisku, di bandingkan di bawah sinar bulan, aku lebih memilih melihat senyummu di bawah sinar mentari" Ujar penyihir (protagonis cerita)


"Oh, sayangku. Gunakanlah sihirmu untuk membebaskan ku dari penjara istana ini" Pinta sang putri.

__ADS_1


Cerita ini dikatakan di ambil dari kisah nyata. Dimana sang protagonis seorang penyihir dari rakyat biasa, jatuh cinta kepada seorang putri dari kerajaannya.


Tunangan sang putri tak terima hal itu, dia tak hanya membunuh semua keluarga sang protagonis...


Di panggung terlihat seorang wanita menusuk kan pisau kepada sang protagonis dari belakang.


"Ah!!" Airi yang melihat hak itu terkejut.


Protagonis dari cerita itu bahkan dibunuh oleh pelayan sang putri itu sendiri. Pada akhirnya sang putri pun bunuh diri menyisahkan kisah cinta yang berakhir pahit.


Kukira itu adalah akhir dari ceritanya, tapi ternyata masih berlanjut...


Tubuh sang protagonis yang di buang ke dalam jurang, bangkit kembali menjadi seekor undead. Ia membunuh semua orang yang tinggal di kediaman sang bangsawan. Disaat hampir membunuh sang bangsawan, seorang kesatria suci berhasil membunuh protagonis duluan menjadi anti ******* di dalam cerita itu.


Saat setelah kejadian itu, sifat sang bangsawan berubah drastis. Tapi dia mati akibat terkena kutukan dari bangsawan lain dan cerita pun berakhir.


"Prok... prok... prok..!!" Semua penonton memberikan tepuk tangan.


"Cerita yang bagus yah, Airi-san?" Di saat itu Satoru melihat wajah Airi yang bergelimang air mata. "Ehh? a~ ada apa Airi-san?!"


"Tidak~ aku hanya merasa sedih saja karena ceritanya..." Jawab Airi pelan sembari mengelap air matanya.


Setelah selesai menonton pertunjukan teater, mereka berdua pergi ke sebuah kafe. Memesan beberapa makanan dan minuman sembari berbincang santai.


"Pertunjukan barusan bagus yah" Ucap Airi sembari mengaduk gelas kopi di meja dengan senyum kecil.


"Ya, tapi sayang sekali si protagonis malah mati di bunuh oleh kesatria suci sebelum membalas dendamnya" Balas Satoru sembari melihat keluar jendela.


"Kurasa itu adalah hal yang lebih baik dari pada dia membunuh si bangsawan itu..." Ujar Airi sembari melihat wajah Satoru.


Satoru tersenyum "Kau benar, tak ada hal yang baik dalam balas dendam. Lagi pula, dia sudah kehilangan akal sehatnya saat berubah menjadi undead"


Setelah selesai makan Satoru pergi keluar dari kafe itu sedangkan Airi pergi ke wc terlebih dahulu.


Di saat itu ada Haruna yang tengah berjalan pulang menuju ke penginapan nya. "Eh, bukannya itu Satoru-san?" Haruna melihat lelaki yang dia kenal sedang berdiri di depan pintu kafe sendirian.


"Sator-" Saat hendak memanggil namanya, Haruna terdiam seketika saat melihat seorang gadis berambut biru datang menyapa Satoru dengan senyum manis.

__ADS_1


"Siapa dia? apa mungkin dia pacarnya Satoru-san?" Di saat itu, Haruna merasakan rasa sesak di dadanya. "Eh, apa ini? kenapa dadaku terasa sesak? ah tidak, aku harus segera pulang ke penginapan"


__ADS_2