Kembalinya Sang Pahlawan Penentu Nasib Dunia

Kembalinya Sang Pahlawan Penentu Nasib Dunia
Chapter 23 : Hadiah Pernikahan


__ADS_3

Di siang hari, Satoru hendak pergi ke sebuah toko baju untuk membeli pakaian demi menghadiri pesta pernikahan kakaknya Rey. Saat keluar dari rumahnya, ada Airi dan Harunan yang hendak mengetuk pintu.


"Eh!? Haruna-san, Airi-san? apa yang kalian lakukan disini?" Satoru kaget melihat kedua gadis itu ada di depan rumahnya dan bertanya alasan mereka datang.


"Apa kau mau pergi?" Tanya Airi balik.


"Yah begitulah" Jawab Satoru "Jadi apa yang kalian lakukan di depan rumahku?"


"Etto... apa kami boleh melihat horn rabbit yang kamu pelihara?" Ucap Haruna dengan malu-malu.


"Hmm? ah, tentu masuk saja" Satoru mempersilakan dua gadis itu masuk kerumahnya dan pergi ke halaman belakang tempat ia memelihara horn rabbit.


"Uwaaahh kawaii!!!" Kedua gadis itu langsung berlari kedepan kandang horn rabbit. Di dalam kandang itu bukan hanya ada sepasang horn rabbit, tetapi juga ada Round Rabbit, seekor monster rank F, berbentuk seperti kelinci dengan tubuh bulat layaknya bola kapas.


Satoru menangkap itu juga di hari lain, ia kepikiran untuk membeli sebuah rumah besar agar bisa lebih banyak menampung monster yang ingin ia pelihara. Di saat kedua wanita itu sibuk memberi makan para kelinci "Hei, aku akan pergi sekarang. Apa aku bisa menitipkan rumahku lada kalian?" Ucapnya.


"Iya, iya" Mereka menjawab seolah tak peduli dan lebih fokus terhadap para kelinci yang ada di hadapan mereka.


Satoru pergi menuju toko pakaian, disana ada banyak sekali pakaian yang bermacam-macam. Karena buta akan fashion, Satoru hanya bisa menyerah kan nya kepada pemilik toko untuk mendapatkan pakaian yang cocok dengan dirinya.


"Jadi tuan ingin pakaian seperti apa?" Tanya pemilik toko itu dengan sopan.


"Pakaian formal untuk acara pesta pernikahan keluarga Lionheart" Jawab Satoru.


"Begitu yah, serahkan saja pada saya! Saya akan memilihkan pakaian yang paling cocok untuk tuan!" Ujar nya dengan antusias.


Di toko itu, Satoru di berikan berbagai macam pakaian untuk di coba, hingga pada akhirnya ia mendapatkan sebuah pakaian yang dirasa cocok untuknya. Sebuah setelan jaz berwarna hitam.


"Wahhhh!! yang ini sangat cocok, anda terlihat begitu tampan!" Pemilik toko itu memuji Satoru yang mengenakan pakaian itu dengan begitu gembira.


"T- terima kasih..." Setelah itu Satoru membayar pakaiannya dan lekas keluar dari toko pakaian tersebut.


Aku masih ada waktu sebelum pesta di malam hari nanti, enaknya kemana yah?


Di saat itu Satoru bertemu dengan wanita berambut putih yang pernah di tolong nya dulu. Ia langsung berbalik dan hendak berjalan pergi menjauh, karena ada ke 4 pahlawan juga yang bersama nya.


"Ah, benar juga. Aku harus mencari hadiah untuk pernikahannya!" Satoru teringat sesuatu dan langsung berlari pergi sebelum di sadari oleh mereka.


Tampa dia sadari, ia sudah sampai di guild petualang.


Lah, ngapain gua kesini anjir!?

__ADS_1


Semua orang melihatnya dengan tatapan aneh, mereka jarang sekali melihat Satoru tampak panik dan tergesa-gesa seperti itu. "Hei, hei ada ala Satoru? apa kau barusan mengintip di pemandian wanita?" Ujar Jugo menghampiri nya.


"Mana mungkin aku melakukannya bodoh!"


Bamm!!!


Satoru memukul perut Jugo karena tak terima dengan kata-kata barusan. "Huft, hei, apa kado yang bagus untuk acara pernikahan bangsawan?" Tanya Satoru sembari menghela nafas.


"Ugh... kado? apa untuk pernikahan bangsawan Lionheart?" Tanya Jugo sembari memegang perutnya.


"Ya, aku berteman dengan putra ke-3 nya" Jawab Satoru.


"Hmmm" Jugo tampak mengerutkan dahinya berfikir dengan keras. "Aku tak tau, pikirkan saja sendiri" Ujarnya dengan senyum bodoh.


Satoru menghela nafasnya.


Percuma saja aku meminta saran pada si otak otot ini...


Satoru pergi menuju ke meja resepsionis berharap Lina bisa membantunya mencari sebuah hadiah yang bagus. "Hei, Lina-san apa yang disukai oleh para bangsawan?" Tanya Satoru.


Lina menunjukkan raut muka bingung, menaikkan telunjuk kanan ke pipinya dengan sedikit memiringkan kepala "Perhiasan?" Ucpanya.


Ah, sepertinya aku benar-benar salah datang ke guild petualang untuk mendapatkan saran hadiah...


"Emangnya Satoru-san ingin memberikan hadiah seperti apa?" Tanya Lina heran.


"Hmmm... yang sederhana tapi cukup menarik" Ujar Satoru memangku dagunya dengan tangan.


Lina tampak memikirkan sesuatu dan berjalan menuju ke papan quest. Wanita bertelingan kelinci itu mengambil sebuah lembaran quest dan memberikannya kepada Satoru. "Bagaimana dengan ini?" Ujarnya memberikan quest tersebut.


Satoru mengambil kertas itu dan melihat quest macam apa yang di berikan oleh Lina. "Membasmi Cristal Horn Beetle? apa hubungannya dengan hadiah?" Tanya Satoru kebingungan.


"Saat sampai disana kamu pasti akan tau" Ucap Lina dengan senyum simpul.


Satoru tampak cukup curiga melihat senyum Lina, namun dia tetap pergi karena tahu jika Lina bukanlah orang yang jahat. Setelah berjalan cukup jauh, Satoru sampai di lokasi Cristal Horn Beetle tinggal.


Sebuah kolam yang berada di tengah-tengah hutan, kolam itu tampak bercahaya kebiruan. "Pemandangan yang indah..." Satoru diam sejenak sembari menikmati keindahan kolam tersebut.


Saat itu air di kolam itu tampak bergetar "Ada yang datang!" Gumam Satoru meningkatkan kewaspadaan nya.


Sebuah kumbang berukuran kambing dewasa berjalan mendekat ke kolam tersebut. Memiliki sebuah tanduk Cristal yang cantik, kumbang itu meminum air di kolam itu dengan tenang tampa menganggap keberadaan Satoru sebagai ancaman.

__ADS_1


"Apa kumbang ini sebuah monster yang cukup ramah?" Satoru bergumam keherana ketika melihat kumbang itu dan berjalan mendekatinya sembari waspada.


Namun, kumbang itu tetap tak bergerak dan masih meminum air di kolam itu dengan tenang. Cristal Horn Beetle merupakan seekor monster yang sangat sensitif terhadap energi sihir, semakin besar energi sihir seseorang di dekatnya, maka kumbang tersebut akan semakin agresif dalam menyerang.


Indra penglihatan dan pendengaran mereka cukup buruk, mereka hanya mengandalkan sensor sihir dari tanduk mereka. Karena hal itulah, Satoru yang tak memiliki energi sihir tak membuat monster itu sadar akan keberadaannya.


Satoru yang sudah berada di samping kumbang itu secaa perlahan mencoba menyentuh tubuhnya. Bahkan setelah disentuh, kumbang itu tak bereaksi sama sekali.


Hei, apa aku benar-benar tak dianggap ada disini kumbang-san?


Karena tak menunjukkan tanda-tanda ingin menyerang, Satoru hanya duduk diam disamping kumbang itu sembari menunggunya selesai minum. Tak lama kemudian kumbang itu berhenti minum dan memuntahkan sesuatu.


"Apa yang dia muntah kan?" Satoru berjalan kedepan kumbang itu dan melihat sebuah bola yang bersinar seperti warna tanduk dari kumbang tersebut.


Bola itu sebesar kepalan tangan anak kecil, memiliki warna yang sangat indah. "Hmmm, yasudahlah. Mending pulang, makasih buat bola cantik ini kumbang-san!" Satoru berteriak kepada kumbang itu dan pergi kembali ke kota.


Dia kembali ke guild petualang dan menghampiri Lina. "Hei Lina-san, apa kristal ini bagus untuk hadiah pernikahan?" Tanya Satoru sembari menunjukkan bola kristal.


Lina tampak terkejut saat melihat bola kristal tersebut. "S~ Satoru-san...? ini bola dari Cristal Horn Beetle bukan...?"


"Iya, benda ini yang kau sarankan padaku bukan?" Ujar Satoru denab polosnya.


"Bukan, yang aku sarankan itu sebuah bunga Cristal yang berada di pinggiran kolam itu" Ucap Lina.


"Eh..? jadi bagaimana dengan bola ini?" Ujar Satoru mengangkat bola itu dan mengembangkannya di tangannya.


"Aaaa!!! tolong pegang bola itu dengan hati-hati Satoru-san!" Lina tampak panik melihat Satoru yang dengan santai nya memainkan bola kristal tersebut.


"Eh? memangnya ada apa Lina-san. Apa bola ini begitu berharga?"


Lina menjelaskan soal bola itu kepada Satoru. Bola kristal yang ada di tangan Satoru bukan lah sebuah kristal sihir atau batu sihir, melainkan telur dari kumbang kristal. Bola itu sangat mahal karena bisa menjadi sebuah senjata sihir atau aksesoris sihir dengan kemampuan yang hebat.


Sangat sulit untuk mendapatkan telur dari Cristal Horn Beetle, karena hal itulah harganya sangat mahal.


"Heee... padahal aku hanya duduk diam tampa melakukan apapun dan kumbang itu mengeluarkannya dengan sendiri" Ujar Satoru tak percaya kalau benda yang ada di tangannya begitu berharga.


"Apa kau tak bertarung melawannya? terlebih lagi apa Satoru-san tak bisa merasakan energi sihir yang di pancarkan oleh bola itu?" Ujar Lina menunjuk bola tersebut.


Satoru menggelengkan kepalanya "Tidak, aku tak bertarung sama sekali dan aku memang tak bisa merasakan energi sihir karena tak punya yang begituan" Ujarnya dengan santai.


Lina tampak terkejut karena hal itu, dia kira Satoru memiliki sebuah sihir agar bisa menguatkan dirinya saat melawan Jugo dan iblis di kala itu. Namun, setelah di periksa lagi ia memang tak bisa merasakan energi sihir dari tubuh Satoru sama sekali.

__ADS_1


"Haaahh... pantas saja kumbang itu tak menyerangmu" Ujar Lina menghela nafasnya setelah tahu hal yang terjadi. "Yah, kurasa itu hadiah yang cukup bagus Satoru-san, malahan ke lebih bagus, apa kau yakin akan memberikannya?"


"Yah, kurasa tak apa. Lagi pula aku tak kekurangan uang saat ini dan aku juga tak bisa memekai perlengkapan sihir sih" Ucap Satoru dengan senyum pasrah mengenai perlengkapan sihir itu.


__ADS_2