Kembalinya Sang Pahlawan Penentu Nasib Dunia

Kembalinya Sang Pahlawan Penentu Nasib Dunia
Chapter 25 : Seseorang bisa berubah


__ADS_3

Di pagi hari sekolah, Satoru sedang duduk di kelasnya membaca sebuah buku sejarah. Semua orang di kelasnya tau kalau Satoru sangat rajin belajar dan selalu membaca buku ketika luang. Walaupun tak memiliki sihir, mereka tak bisa meremehkan kemampuan Satoru setelah melihatnya saat di ujian masuk.


Saat sedang santai membaca buku, tiba-tiba suara pintu kelas terbuka terdengar. Seorang gadis dengan rambut putih masuk kedalam ruangan dengan di dampingi oleh ke 4 pahlawan. Suara riuh orang di kelas karena melihat para pahlawan membuat Satoru merasa risih dan keluar melalui pintu lain.


"Tolong tenanglah, saya ingin menanyakan sesuatu. Apa ada siswa bernama Shin Satoru di kelas ini?" Ujar Sang putri bertanya kepada semua siswa di kelas itu.


Mereka semua menunjuk ke arah meja di mana Satoru duduk membaca sebelumnya. "Eh? bukannya dia ada disana tadi?" Semua orang kebingungan karena tak melihat Satoru di mejanya.


Saat berjalan di lorong menuju ke perpustakaan, Satoru bertemu dengan Alex. "Yo, apa kau sudah merasa baikan?" Sapa Satoru dengan senyum biasa.


"Ah, i~ iya... dan maaf karena perilaku ku padamu sebelumnya" Jawab Alex dengan cukup menyesal.


"Tak apa, lain kali jangan menilai orang dari tampilan dan sihirnya saja" Satoru berjalan pergi sembari melambaikan tangannya.


"Tu~ tunggu! bagaimana aku bisa menjadi kuat seperti mu!?" Ujar Alex menghentikannya Satoru.


"Hmmm? kalau begitu ikutlah dengan ku ke perpustakaan, aku akan menjelaskannya padamu" Ujar Satoru.


Alex pergi mengikuti Satoru ke perpustakaan, di sana Satoru terus-terusan menyuruh Alex untuk mengambil berbagai judul buku yang hendak dia baca. "Alex-kun, aku perlu satu buku lagi tentang sejarah kerajaan ini" Ujar Satoru.


"Iyaa!! segera ku ambilkan" Alex langsung berjalan mencari buku yang di inginkan oleh Satoru.


Saat semua buku sudah terkumpul di meja. Alex mulai bertanya dengan nafas terengah-engah. "Hah.. ha.. jadi apa kamu mau memberi tahu ku cata menjadi kuat, Satoru-san?"


"Pertama kau harus sadar kalau dirimu itu lemah, kedua buang egomu yang berfikir kalau bangsawan lebih tinggi dari pada rakyat biasa, ketiga berlatihlah dengan giat, bukan hanya sihir tetapi juga fisik, dan terakhir datanglah ke tempat Rey dan yang lainnya latihan. Minta maaflah pada mereka, aku juga akan melatihku disana nanti" Ujar Satoru sembari membaca buku di perpustakaan.


"T~ tapi... akan sulit bagiku untuk berfikir kalau bangsawan setara dengan rakyat biasa" Ucap Alex dengan murung.


"Semua manusia itu sama, yang membedakan bangsawan dan rakyat biasa hanyalah sebuah harta dan kekuatan sihir. Pada akhirnya kita semua akan mati dan kembali ke tanah, jadi apa yang membedakan hal itu? hanya karena kalian kaya, kalian memandang rendah orang lain. Terus bagaimana jika kalian tidak mendapatkan uang pajak dari para rakyat? apa kalian tetap bisa menjaga negara ini? bagaimana jika kalian tak mendapat hasil panen dari para petani, apa kalian bisa makan? Setelah kau paham akan hal itu, kau akan tahu jika semua manusia itu sama"


Mendengar kan hal itu, Alex hanya terdiam membisu. Ia sadar jika ucapan Satoru itu benar apa adanya, ia merasa bersalah karena selalu berpikiran bahwa rakyat jelata hanyalah sampah. "Maaf, ternyata selama ini aku lah yang salah... kau benar, aku akan mencoba berubah"


"Baguslah kalau begitu, sepulang sekolah nanti datanglah ke lapangan latihan" Ujar Satoru dengan tersenyum.

__ADS_1


"Iya! terima kasih abang!" Ujar Alex dengan menundukkan kepalanya dan berlari keluar dari perpustakaan.


Satoru terdiam ketika mendengar kalau Alex memanggilnya abang. "Apa yang dikatakan oleh anak itu? yah, sudahlah. Lagi pula dia mau berubah dan itu hal yang baik" Gumam Satoru sembari melanjutkan bacaannya.


Waktu berlalu dengan cepat dan saat sepulang sekolah, Satoru datang ke lapangan latihan dan melihat Alex menundukkan kepalanya meminta maaf kepada Rey dan teman-teman nya.


"Yo! maaf membuat kalian menunggu" Sapa Satoru mencairkan suasana.


Rey langsung mendekat dan berbisik kepada Satoru "Hei, Satoru. Aoa yang terjadi dengan Alex? setelah kejadian semalam sifatnya benar-benar berubah drastis" Bisik Rey karena heran dengan tingkah Alex yang jauh berbeda.


"Ah, sepertinya dia sudah mendapatkan pencerahan, bukannya itu bagus Rey-senpai" Jawab Satoru dengan senyum.


"Ah, yah kau benar"


Semenjak itu Alex selalu mengikuti latihan bersama Satoru dan Rey. Perilakunya juga sudah berubah drastis dan selalu ramah kepada setiap orang yang di temuinya. Tak hanya itu, kekuatannya juga sudah meningkat berkat latihan yang di ikuti olehnya. Walaupun Satoru tak bisa menggunakan sihir, dia masih bisa mengajarkan mereka soal konsep sihir dari buku-buku yang ia baca.


Setelah 3 hari, mereka mencoba melakukan latih tanding di lapangan. Kemampuan mereka sudah meningkat dan bisa melawan monster rank C. "Bagus, kekuatan kalian semua sudah cukup meningkat" Ujar Satoru yang menonton latih tanding setiap orang.


"Yaa!! terima kasih telah melatih kami!" Ujar semua orang.


Saat keluar dari area pelatihan, Satoru di hadang oleh tuan putri dan ke empat pahlawan. "Apa ada yang bisa ku bantu?" Tanya Satoru dengan senyum palsu di wajahnya.


"Aku sudah mencoba menemui mu selama 3 hari, tapi kau selalu tak ada di kelasmu!" Ujar Sang putri tampak kesal.


Satoru menunjukkan tampang heran serta kebingungan mendengar hal itu. "Apa ada yang tuan putri perlukan dari ku?" Tanyanya.


"Besok nanti sepulang sekolah, aku ingin kau datang ke istana" Ujar sang putri.


Mendengar hal itu Satoru tampak tak terlalu senang. "Kalau saya boleh tahu, ada urusan aoa yah sampai sayah yang tak punya sihir ini di panggil ke istana?"


"Pokoknya datang aja!" Ujar Sang Putri dan pergi meninggalkan Satoru sendirian.


Tapi aku tak akan datang kesana, pasti akan ada hal yang merepotkan...

__ADS_1


Satoru pulang kerumahnya dan memberi makan para kelinci. "Sebentar lagi akan ada liburan setelah ujian, aku ingin pergi ke dungeon. Apa aku bisa menitipkan para kelinci ini pada seseorang yah?"


Satoru duduk diam di depan kandang pada kelinci sembari memberi makan mereka. Saat itu ada sebuah tangan yang menutup matanya dari belakang. "Ayo tebak, siapa ini?"


"Haruna-san bukan?" Ujar Satoru sengaja menjawab salah.


"Iih! apa kau tak mengenali suara ku?" Ujar Airi dengan cemberut.


"Ahahah, maaf"


"Hmmphh!" Airi memalingkan wajahnya karena kesal.


"Sudah, sudah, ini apa kau mau memberi makan mereka?" Ujar Satoru memberikan sebuah wortel segar kepada Airi.


Mereka berdua memberi makan para kelinci dengan tenang dan tak lama kemudian Haruna datang. "Apa aku mengganggu kalian?" Ucapnya saat melihat Airi dan Satoru memberi makan para kelinci.


"Enggak kok, ayo sini Haruna-chan kita kasih makan mereka" Ujar Airi mengajak Haruna.


Saat sedang memberi makan para kelinci Haruna bertanya kepada Satoru "Apa kamu sudah siap untuk ujian nanti Satoru-san?"


"Iya, hanya saja bagian sihir kau tak akan mengikutinya" Jawab Satoru.


Saat mendengar hal itu Airi terkejut "Eh? bukannya Satoru-san punya sihir angin yang hebat?"


Mendengar hal itu Haruna cukup kaget karena dia tak pernah melihat Satoru mengeluarkan sihir sama sekali, bahkan tak bisa mendeteksi energi sihir darinya.


"Ahahaha... itu karena pedang ku Airi-san. Aku tak bisa menggunakan sihir karena tak memiliki mana" Ujar Satoru dengan tertawa canggung.


"Ah, benar juga. Apa aku bisa menitipkan para kelinci pada kalian selama satu minggu?" Ujar Satoru kepada dua gadis itu.


Keduanya tampak kebingungan dan saling menatap satu sama lain "Apa kamu mau pergi ke suatu tempat?" Tanya Airi.


"Iya, aku mau pergi ke kota dungeon" Ucap Satoru dengan bersemangat.

__ADS_1


__ADS_2