Kembalinya Sang Pahlawan Penentu Nasib Dunia

Kembalinya Sang Pahlawan Penentu Nasib Dunia
Chapter 39 : Penasaran


__ADS_3

Di sebuah ruangan kamar yang tampak mewah, seorang gadis berambut silver terbangun dari tidurnya. Membuka jendela kamar dan membiarkan sinar matahari masuk kedalam ruangan.


Setelah semua persiapan selesai, ia berangkat pergi menuju akademi. Sepanjang lorong akademi, banyak orang yang menyambutnya.


"Selamat pagi, Reina-sama"


"Anda tetap cantik seperti biasanya, Reina-sama"


Gadis itu hanya melambaikan tangannya dan berjalan dengan sebuah senyum di wajahnya. Satu hal yang membuatnya tergannggu adalah laki-laki yang selalu menghindarinya. Seseorang yang pernah menyelamatkan nya saat diserang oleh para bandit, laki-laki itu bernama Shin Satoru.


Saat ia mengunjungi kelasnya, laki-laki itu selalu tidak ada. "Hei, apa Satoru-sama tidak ada?" Tanya Reina kepada siswa di kelas itu.


"Satoru-san sedang izin, tak tahu kapan dia akan kembali" Ujar seseorang memberitahu Reina.


"Sudah berapa lama dia izin?" Tanya Reina penasaran.


"Sudah sekitar satu minggu, sepertinya dia pergi ketempat yang cukup jauh"


"Terima kasih sudah memberi tahu saya" Ujar Reina dengan memberi hormat lalu berjalan keluar kelas.


Seisi kelas cukup penasaran tentang hubungan Satoru dengan sang putri. Gadis bernama Reina yang merupakan putri dari kerajaan Earshied selalu datang ke kelas ini untuk mencari Satoru. Tetapi, Satoru selalu keluar dari kelas sebelum sang putri datang.


Layaknya sedang menghindar dari sang putri, hal itu cukup membuat Reina kesal. Pada saat terakhir kali dia membawa Satoru ke istana dengan sedikit paksaan, hal itu menjadi tidak baik karena Satoru terlihat tampak begitu kesal ketika berada di istana.


Reina menjadi penasaran dengan asal usul Satoru, ia bertanya kepada ayahnya sang raja. Namun, ayahnya tak mengetahui apapun, ia cuma bilang "Dia mirip dengan seseorang yang pernah menyelamatkan kerajaan ini."


Reina terus mencari tahu soal itu dan membaca banyak buku sejarah kerajaan di perpustakaan istana. Sejarah soal kerajaan Earshied yang dilanda kehancuran dan diselamatkan oleh seorang Sage.


Saat hendak diberikan penghargaan dan hadiah, sang Sage selalu menolaknya dan pergi begitu saja. Tak peduli hadiah macam apa yang diberikan, ia tak akan menerimanya.


"Aku datang kesini dan menolong kalian bukan karena menginginkan imbalan" Itulah yang dikatakan oleh sang Sage sebelum kepergiannya.

__ADS_1


Saat setelah membaca hal itu Reina termenung sejenak.


"Apanya yang sama!? Yah, memang benar jika mereka sama-sama tak mau menerima hadiah. Tapi, Sage ini lebih keren dan bijaksana, sedangkan laki-laki itu kebalikannya!" Teriak Reina kesal saat mengingat kejadian di istana sebelumnya.


Ia melanjutkan membaca buku itu dan saat di akhiran tertulis nama sang Sage "Shin Ryuha" Seketika ia terkejut melihat nama keluarga yang sama diantara sang Sage dan Satoru.


Nama keluarga mereka sama?!


Tidak, itu mustahil.


Buku ini menceritakan kisah 100 tahun yang lalu.


Karena rasa penasaran nya meningkat, Reina pergi menuju ketempat ayahnya untuk menanyakan hal itu. Saat itu bertepatan dengan waktu makan malam, semua keluarga sedang duduk dimeja makan.


"Ayahanda!" Ujar Reina.


"Ada apa Reina?" Tanya sang ayah heran.


Sang ayah menggelengkan kepalanya "Ayah tak tau, coba tanyakan pada kakekmu" Ujarnya.


"Kakek? Tapi kakek tak tinggal di ibu kota..." Ucap Reina tampak tak bersemangat.


"Tak perlu sedih begitu, bukannya Reina bisa pake surat" Ujar sang ibu tersenyum.


"Ah, itu benar! Makasih ibunda!" Reina yang bersemangat langsung keluar dari ruang makan dan pergi menuju kamarnya.


Di ruang makan, semua keluarga kerajaan tampak heran dengan tingkah laku Reina.


"Anak itu, sudah lama sekali aku tak melihatnya bersemangat" Ujar sang ayah.


"Benar juga, di sekolah dia juga selalu pergi menuju kelas tanpa tanda untuk menemui seseorang. Tapi sepertinya orang yang ingin ditemuinya selalu menghindar" Ujar putra kedua.

__ADS_1


"Fufu~ apa mungkin anak bernama Satoru ini?" Ujar sang ibu tertawa kecil.


"Tapi jika kita melihat tingkahnya pada saat itu, kurasa wajar saja kalau dia selalu menghindari Reina. Dia terlihat seperti membenci para bangsawan" Ujar sang ayah.


Di kamar


Reina duduk di kursi nya sembari menulis surat.


"Apa kabar kakek? Kuharap kakek selalu sehat. Kakek, aku bertemu dengan seorang anak laki-laki bernama Shin Satoru. Dia orang yang menyebalkan, lagian kenapa dia selalu menghindari ku? Padahal ada seorang putri dari kerajaan yang ia tinggali ingin berteman dengannya. Dia juga orang yang pernah menyelamatkan ku saat diserang oleh para bandit, saat itu ia juga langsung pergi saat melihat ku. Mengingat nya benar-benar membuatku kesal! Oh iya, kerajaan telah memanggil 4 orang pahlawan karena mendapatkan pesan kalau raja iblis akan segera bangkit. Mendengar kalau raja iblis akan bangkit membuat ku merasa cukup cemas, tapi aku yakin para pahlawan bisa mengatasinya. Oh iya, aku mau bertanya satu hal pada kakek, apa benar Shin Ryuha, Sage yang pernah menyelamatkan kerajaan kita memiliki seorang keturunan? Apa mungkin dia orang yang kukatakan tadi? Aku akan menunggu surat balasan dari kakek, semoga kakek selalu sehat penuh cinta Reina"


Reina membaca ulang surat yang ia tulis "Un~ Un~ Kurasa ini sudah bagus" Merasa kalau suratnya sudah bagus, Reina memberikannya kepada pelayan untuk dikirimkan kepada kakeknya.


Di kedalaman hutan


Seorang pria tua keluar dari pintu rumahnya dan menerima pesan dari burung elang. Mengambil surat yang diikatkan pada kaki sang burung.


"Surat? Dari siapa?" Gumamnya heran.


Saat melihat tanda cap yang ada di surat, seketika ia terkejut dan masuk kedalam rumahnya. Duduk di kursi, ia membuka dan membaca surat itu dengan teliti.


"Haft~ Kukira ada keadaan genting, ternyata cuma surat dari cucuku" Gumamnya sembari menghela nafas.


Pada awalnya saat melihat tanda cap keluarga kerajaan, ia merasa kawatir jika ada sebuah kejadian buruk yang terjadi di kerajaan. Namun, semua itu hilang seketika ketika ia selesai membaca surat itu.


"Tapi, tak kusangka dia akan bertemu dengan cucuku. Shin Satoru, mungkin kita akan bertemu lagi" Gumamnya tersenyum kecil melihat sepucuk surat itu.


Ia duduk dengan santai dan menulis surat balasan untuk cucunya itu.


"Untuk cucuku tersayang, kakek baik-baik saja. Soal pahlawan kakek sudah tau, latihlah mereka agar menjadi lebih kuat. Raja iblis bukanlah lawan yang bisa dianggap remeh, 100 tahun yang lalu, karena serangan mereka daratan yang ada di benua ini menjadi lautan api. Soal Shin Satoru, kakek harap kau bisa berteman baik dengannya, dia bukanlah orang yang jahat. Mungkin dia memang kurang suka dengan para bangsawan, tapi dia memiliki hati yang baik. Kakeknya, Shin Ryuha mengajarkan nya untuk selalu berbuat baik terhadap seorang wanita. Yah, mungkin cuma itu yang bisa kakek bilang. Sebentar lagi kakek akan kembali ke ibu kota untuk melihat turnamen kesatria sihir yang diadakan di ibukota"


Setelah menuliskan surat, ia mengikatnya di kaki burung elang pembawa pesan.

__ADS_1


__ADS_2