Kembalinya Sang Pahlawan Penentu Nasib Dunia

Kembalinya Sang Pahlawan Penentu Nasib Dunia
Chapter 24 : Pernikahan Bangsawan


__ADS_3

Di malam hari Satoru sudah bersiap dan pergi menuju ke kediaman keluarga bangsawan Lionheart bersama dengan Airi.


"Tak kusangka Satoru-san yang tak terlalu suka dengan kemewahan mau pergi ke sebuah pesta pernihakan bangsawan" Ujar Airi di dalam kereta kuda.


"Yah, lagi pula ini pesta pernikahan dari kakak temanku. Tidak enak rasanya kalau aku tak datang ketika di undang olehnya" Jawab Satoru melihat Airi yang mengenakan gaun.


Dia terlihat begitu cantik...


"Ada apa Satoru-san?" Ujar Airi sembari melambaikan tangannya di depan muka Satoru.


Saat itu Satoru terdiam karena telah terpesona oleh kecantikan wanita yang ada di hadapannya. Sangat sulit baginya untuk mengalihkan pandangan dari gadis tersebut.


"Hei!" Airi berteriak sembari menepuk tangannya.


Satoru terbangun dari lamunannya "A~ Ada pa Airi-san?" Ujarnya gelagapan.


"Kenapa kau dari tadi diam saja?" Tanya Airi heran.


I~ itu karena... kau terlihat sangat cantik... jadi aku kesulitan untuk mengalihkan pandanganku darimu...


Mana mungkin aku mengatakan itu!!!


Di dalam batin Satoru berteriak dan berdebat. "Ah, tidak aku hanya sedikit gugup itu saja..." Ujar Satoru mengalihkan pandangannya ke luar jendela kereta.


Mereka sampai di mansion tempat tinggal bangsawan Lionheart. Di aula mansion ada banyak sekali orang-orang yang berdiri dan mengobrol satu sama lain.


"Wah, wah liat siapa yang datang" Ujar seorang bangsawan dengan angkuh mendekat ke arah Satoru.


Haah, orang bodoh ini juga ada disini ternyata...


Satoru mengabaikannya dan berbicara dengan Airi.


Merasa tak terima karena di ambaikan orang itu meningkatkan nada suaranya "Murid tanpa sihir sampah akademi seperti mu berani datang ke pesta bangsawan seperti ini benar-benar membuat suasana menjadi tak sedap" Ujarnya dengan lantang sehingga semua orang melihat.


"Apa yang kau katakan Alex Von Helfien?!" Saat itu Rey menyela pembicaraan dan berjalan mendekat ke Satoru.

__ADS_1


"Hahah, sekarang murid dari di sampah datang untuk membela gurunya" Ujar Alex dengan angkuh.


Saat Rey hendak membalas ucapannya Satoru berjalan kedepan Rey dan menyelanya. "Tak kusangka seorang bangsawan tak memiliki adab sepertimu bisa ada disini, bukannya menghormati tuan rumah dari pesta kau malah menghinanya"


"Hah? apa yang sampah seperti mu mengerti?" Jawab Alex tampak kesal.


"Ku bilang kau itu sampah nya seorang bangsawan. Jika kau memang ingin tahu seberapa kuatnya aku, bagaimana kalau kita berduel?" Ujar Satoru dengan senyum sinis.


"Tentu saja, aku akan membuatmu mengalami rasa sakit yang luar biasa karena telah menghina Alex yang agung ini" Alex menerima ajakan duel dari Satoru.


"Heee, kalau begitu aku akan memberikan kematian yang tak menyakitkan untukmu. Duel yang akan kita lakukan adalah duel hidup-mati" Ujar Satoru dengan wajah yang serius "Apa kau berani menerimanya, tuan bangsawan yang agung?"


Saat itu Rey mencoba menghentikannya "Hei, apa kalian bisa tak melakukannya!?"


Alex yang sudah terprovokasi menerima duel tersebut "Baiklah, kalau begitu aku akan membuatmu mengalami rasa sakit yang hebat sebelum membunuh mu!"


Mereka berpindah ke lapangan pelatihan kesatria milik keluarga Lionheart. Alex mengeluarkan sebuah pedang sihir yang cukup kuat untuk melawan Satoru.


Satoru hanya diam berdiri dan tak menarik katana di pinggang nya.


"Hmm? untuk melawan mu, tangan kosong saja sudah cukup bagiku" Jawab Satoru dengan senyuman mengejek.


"Mati kauu!!!" Alex mengeluarkan sebuah sihir serangan secara bertubi-tubi.


Hmm... dibandingkan dengan dark bullet milik iblis itu, serangan orang ini terlihat cukup lambat.


Satoru berjalan dengan cepat dan menghindari semua serangan dari Alex.


"Apa kenapa tidak bisa kena!?" Alex menjadi panik karena Satoru sudah semakin dekat dengannya.


"Itu karena kau lemah" Satoru sudah ada di dekatnya dan menghantam perut Alex dengan sangat keras hingga membuatnya terbaring di tanah.


"Uuugghwaahh!!!" Memegang perutnya yang kesakitan Alex melihat Satoru yang menarik keluar kata nanya secaa perlahan. "A~ apa yang ingin kau lakukan dengan katana itu...?" Ucap Alex dengan panik.


"Hmm? kenapa kau menanyakan hal bodoh seperti itu? tentu saja aku akan membunuh mu, jadi pejamkanlah matamu itu tuan bangsawan yang sombong" Ucap Satoru tersenyum sembari mengangkat katana nya.

__ADS_1


Stab!!


Katana itu di tancapkan di tanah tepat di depan muka Alex hingga membuatnya pingsan ketakutan. "Huft, itulah kenapa menghadapi orang bodoh itu menyebalkan" Gumam Satoru sembari menyarungkan pedangnya.


Para penyihir medis langsung berlarian menuju ke tempat Alex untuk mengobatinya. Airi langsung menghampiri Satoru "Apa kau tak apa-apa? apa ada yang terluka?" Ia tampak kawatir karena melihat Satoru menerjang ke arah tembakan sihir yang begitu banyak.


"Tak apa-apa, serangan semacam itu tak akan bisa memberikan luka kepadaku" Jawab Satoru dengan senyum simpul.


Ayah Rey, kepala keluarga Lionheart datang menghampiri Rey anaknya untuk membicarakan soal Satoru. "Hei, Rey. Siapa temanmu itu? ayah tak merasakan energi sihir darinya, tapi dia bisa bergerak dengan cepat. Terlebih lagi, ayah juga tak melihat dia memakai sebuah perlengkapan sihir"


"Namanya Satoru, dia memang tak memiliki sihir, tapi kemampuan berpedangnya sangatlah hebat ayahanda!" Jawab Rey dengan senang hati karena ayahnya menyadari kemampuan Satoru.


Acara pernikahan dilanjutkan tanpa adanya masalah, keluarga Helfien meminta maaf atas keributan yang di timbulkan oleh anak mereka. Alex akan di berikan teguran yang keras dan di berikan hukuman atas apa yang telah ia lakukan.


Di saat yang lainnya menikmati pesta di dalam ruangan, Satoru pergi ke balkon dan menikmati udara dingin di malam hari. "Hah, seperti yang ku kira, aku tak akan bisa menikmati hal semacam ini" Gumamnya sembari memangku dagunya dengan tangan.


"Satoru, apa kau menikmati pestanya?" Rey datang sembari membawa minuman dan memberikannya kepada Satoru.


"Yah... kurang lebih. Aku tak terlalu terbiasa dengan sebuah pesta" Jawab Satoru sembari meminum minuman yang di berikan oleh Rey. "Oh iya, ini hadiah pernikahan untuk kakakmu. Kalau begitu aku pamit dulu, maaf karena tak bisa mengikuti pestanya sampai selesai" Setelah memberikan kota hadiah, Satoru langsung meloncat dari balkon lantai dua dan pergi pulang kerumahnya.


"Ah... dia benar-benar langsung pergi pulang begitu saja. Apa yang dia berikan untuk kakakku yah?" Rey penasaran dengan isi dari kado yang di berikan oleh Satoru, kemudian ia masuk kedalam dan memberikan kado tersebut kepada kakaknya.


"Rey, keman temanmu yang tadi?" Tanya ayahnya.


"Dia sudah pulang karena ada urusan mendadak dan dia memberikan kado hadiah ini untuk pernikahan kakak" Ujar Rey menunjukkan kotak kecil di tangannya.


"Apa ini kado dari temanmu Rey?" Sela kakaknya menghampiri karena penasaran.


"Iya..." Rey memberikan kotak itu kepada kakaknya.


Saat kado itu di buka semua orang terdiam kaget melihat isinya. "Apa benar ini telur dari kumbang kristal!!!?" Sebuah material yang sangat langka dan memiliki kandungan sihir yang luar biasa, serta memiliki nilai jual yang sangat tinggi.


"Si~ siapa sebenarnya temanmu itu Rey...?" Ayah dan kakak Rey begitu penasaran dengan siapa Satoru sebenarnya.


Di rumah

__ADS_1


Satoru sedang memberi makan kelincinya. "Hhachuu! apa ada seseorang yang membicarakan ku?" Gumamnya setelah bersin.


__ADS_2