Kembalinya Sang Pahlawan Penentu Nasib Dunia

Kembalinya Sang Pahlawan Penentu Nasib Dunia
Chapter 22 : Ke salah Pahaman


__ADS_3

Di pagi hari, Satoru memberi makan horn rabbit yang ia pelihara di halaman belakang rumahnya. Awalnya kedua kelinci itu sangat agresif dan sulit untuk di dekati, namun setelah banyak percobaan kedua horn rabbit tampak lebih tenang.


"Mau dilihat bagaimana pun tingkah mereka sama seperti kelinci biasa, hanya saja mereka memiliki sebuah tanduk di kepala" Satoru bergumam sembari memberikan wortel segar kepada kedua kelinci itu.


Setelah memberikan pakan untuk kelinci itu dan mengisi air minumnya Satoru pergi berangkat kesekolah. Di depan gerbang sekolah ia bertemu dengan Haruna yang juga baru sampai.


"Eh, selamat pagi Satoru-san..." Sapa Haruna dengan senyum canggung.


"Yah, selamat pagi juga Haruna-san" Balas Satoru mendekat berjalan ke Haruna. "Bagaimana dengan penjualan potion mu?" Tanya Satoru dengan penasaran.


"Ehumm... yah, kalau begitu aku ke kelas ku duluan" Haruna mengangguk dan langsung berlari menjauh dari Satoru pergi menuju ke ruang kelasnya.


Satoru heran dengan tingkah Haruna yang tidak seperti biasanya. "Apa dia sedang menghindari ku?"


Singkat waktu jam istirahat pun tiba, Satoru pergi mencari Haruna ke ruangan club alkimia. "Oh itu dia" gumamnya saat melihat Haruna yang sedang meracik potion.


"Haruna-san!" Satoru menyapa Haruna yang sedang membuat potion di sebuah meja.


"Eh, Sa~ Satoru-san! ada apa?" Wajah Haruna tampak kaget saat melihat Satoru tiba-tiba berada di sampingnya. Ia melihat kesana kemari mencari sebuah alasan untuk pergi dari situasi itu. "Ah, maaf aku melupakan buku catatan ku, aku permisi dulu" Haruna langsung pergi dari sana meninggalkan Satoru.


Aku sedang dijauhi kan? benarkan?


Satoru tak tahu apa yang terjadi sehingga membuat Haruna menghindarinya. Setelah pulang sekolah Satoru pergi kelapangan latihan untuk melatih Rey dan teman-teman nya.


"Ada apa Satoru? wajahmu terlihat masam" Tanya Rey.


"Ah, tidak" Satoru mencoba untuk tersenyum dan melanjutkan latihan mereka. Setelah satu minggu lebih berlatih, kemampuan berpedang mereka meningkat cukup baik.


"Kalau begitu latihan selesai, kita akan melanjutkan nya besok nanti" Ujar Satoru mengembalikan pedang latihan milik sekolah ke tempatnya.


"Kalau besok sepertinya tidak bisa Satoru" Rey memberi tahu kalau besok mereka tak akan bisa ikut latihan.


Mendengar hal itu Satoru merasa heran "Ada acara apa besok?" Ia bertanya kepada Rey karena penasaran.

__ADS_1


"Besok, akan ada acara pernikahan kakak ku. Jadi aku tak bisa ikut latihan, dan teman-teman ku juga di undang ke acara itu. Oh iya, kau juga boleh datang besok Satoru" Rey menjelaskan soal acara yang akan terjadi besok dan mengundang Satoru untuk datang.


Jadi acara pernikahan bangsawan yah... sebenarnya aku tak ingin pergi kesana, tapi aku sudah mengenal Rey dengan baik.


"Baiklah, aku akan datang besok nanti" Ujar Satoru dengan senyum di wajahnya. Rey memberikan sebuah surat undangan kepada Satoru dan pergi bersama dengan teman-teman.


Satoru pun pergi menuju ke guild petualang, di perjalanan ia melihat Haruna yang sedang membawa box berisi potion. Satoru menghampirinya dan mencoba menyapanya. Haruna yang melihat Satoru mendekatinya langsung berlari mencoba menjauh, hingga kakinya tersandung batu dan terjatuh.


Di saat itu Satoru langsung berlari dengan cepat dan memeluk Haruna serta menangkap box berisi potion itu. "Apa kau tak apa-apa?" Tanya Satoru.


"A~ aku tak apa-apa, terima kasih..." Muka Haruna memerah dan ia menundukkan kepalanya.


Satoru masih memegang box berisi potion itu agar si Haruna tak menjauh darinya. "Jadi kenapa kau menjauhiku? apa aku melakukan hal buruk kepada mu secara tak sengaja?" Satoru menunjukkan raut muka yang heran dan terlihat seperti merasa bersalah.


Melihat wajah Satoru yang begitu dekat dengan wajahnya, Haruna menjadi salah tingkah. "Tidak... ha~ hanya saja aku tak mau menyakiti hati pacarmu jika aku dekat denganmu..."


"Pa~ car?" Satoru merasa heran dengan apa yang di katakan oleh Haruna. "Apa yang kau katakan?"


Saat itu Satoru sadar kalau Haruna melihat dirinya bersama dengan Airi kemarin. "Ah, gadis itu Airi-san, dia putri dari pemilik perusahaan Star Santuary. Aku tak memiliki hubungan seperti itu dengannya" Ujar Satoru menjelaskan hal yang sebenarnya.


"Benarkah?" Haruna mencoba memastikannya lagi.


"Tentu, oh iya, bagaimana jika kamu menjual potion disana? aku akan coba bilang ke Airi-san agar kau bisa menjual potion disana" Ujar Satoru.


"Eh jangan, tidak mungkin potion kelas rendah yang ku buat bisa bersaing dengan pembuat potion terkenal disana..." Ujar Haruna dengan pesimis.


Satoru yang melihat wajah pesimis Haruna langsung berbalik badan dan berjalan membawa box berisi potion itu ke gedung perusahaan Star Santuary.


"S~ S~ Satoru-san...? a~apa yang ingin kau lakukan?" Haruna gemetaran saat berada di depan bangunan.


Satoru berjalan masuk dan di sala oleh para pekerja disana dengan hangat. Melihat hal itu, Haruna menjadi bingung karena melihat para pekerja itu begitu menghargai Satoru.


"Oh, Satoru-san! apa yang kau perlukan hari ini?" Sambut Airi dengan senyuman. Saat itu melihat seorang wanita di samping Satoru, wajah nya tampak terlihat kesal sedikit "Hei, Satoru-san siapa wanita di samping mu? Apa jangan-jangan dia pacarmu?" Ucapnya dengan senyum dingin.

__ADS_1


"T~ tidak kami tak memiliki hubungan semacam itu..." Ujar Haruna dengan wajah memerah.


Airi menatap Haruna yang sedang terlihat malu-malu karena ucapannya barusan. "Jadi apa yang ingin kau lakukan disini? tak mungkin kau hanya ingin mengenalkan gadis baru mu ini pada ku saja bukan?" Ujar Airi yang terlihat cukup kesal.


"A~ Airi-san... kenapa kau terlihat marah begitu?" Satoru bertanya karena heran dengan Airi yang tiba-tiba terlihat marah dirinya.


"Aku tidak marah!" Airi langsung membantah ucapan Satoru. "Jadi apa yang ingin kau perlukan?" Tanya Airi sekali lagi.


"Ah, aku ingin bertanya, apa kau bisa menerima potion ini untuk di jual di tempatmu?" Satoru menunjukkan potion yang berada di dalam box yang di pegangnya pada Airi.


"Potion? apa gadis itu yang membuat ini?" Ujar Airi sembari memegang potion di tangannya.


Kedua mata Airi bersinar, ia sedang menggunakan skill mata penilai miliknya untuk menilai harga dari potion tersebut. "Ini!!? hei, namamu Haruna-san bukan?" Airi tampak terkejut setelah memeriksa potion tersebut.


"I~ iya!" Haruna spontan menjawab ketika Airi memanggilnya.


"Apa benar kau yang membuatnya?" Tanya Airi dengan serius.


Haruna mengangguk dengan tatapan serius. Saat itu Airi tersenyum dan mengulurkan tangannya "Haruna-san apa kau mau bekerja di perusahaan Star Santuary?"


"Eh?! eeeeeehhh!!!!!???" Haruna terkejut sejadi-jadinya mendengar hal itu. "A~apa yang anda katakan Airi-sama... sa~ saya bekerja disini? tapi saya kurang yakin dengan kemampuan saya" Ujar Haruna dengan pesimis.


"Apa yang kau katakan! potion yang kau buat lebih baik dari potion-potion yang berada di pasaran. Walaupun sekilas sama, penyembuhan yang di berikan oleh potion mu lebih tinggi 20% dari potion yang beredar. Kau memiliki bakat yang bagus Haruna-san!" Airi memuji Haruna dengan antusias dan memberi tahu soal bakat hebat miliknya untuk membangun kepercayaan diri padanya.


"Be~ benarkah...?" Ucap Haruna dengan tak percaya.


Airi pun mengangguk dengan muka yang serius. Haruna menoleh ke arah Satoru, dan laki-laki itu tersenyum padanya.


"Baiklah, aku akan melakukan yang terbaik di bawah naungan anda Airi-sama!" Ujar Haruna sembari menunduk.


"Airi, tak perlu menambah kan -sama. Panggil saja aku Airi yah, Haruna" Ucap Airi dengan senyum manis.


Di hari itu terbentuk sebuah ikatan secara tak langsung dari kedua gadis itu.

__ADS_1


__ADS_2