
Di ruang tamu saat tak ada banyak orang, hanya ada Satoru dan masternya duduk di sofa.
"Satoru, aku sudah pernah bilang didalam surat. Aku ingin meminta bantuanmu untuk menjaga keamanan saat festival ini berlangsung. Tentu saja aku akan memberikanmu bayaran atas pekerjaan ini, anggap saja sebagai quest khusus dariku. Kau seorang petualang, kan?" Ujar sang master dengan serius.
"Baiklah aku akan menerimanya, tapi master tak perlu memberikanku apapun" Jawab Satoru.
Ia beranjak dari sofa dan berpamitan pada masternya. Satoru langsung pergi begitu saja kembali kerumahnya, dimana Airi dan Haruna masih menyiapkan para kelinci.
"Apa sudah semua?" Ujar Satoru saat sampai didepan rumah.
"Iya sebentar lagi" Jawab Airi yang duduk di teras depan rumah sembari mengelus satu kelinci di pangkuannya.
"Kalau gitu aku kekamar dulu, ada sesuatu yang ingin ku ambil" Ujar Satoru berjalan masuk kedalam rumah menuju kekamarnya.
Di dalam kamar, ia mengunci pintu dan menutup jendelanya dengan rapat.
Ini sudah satu bulan berlalu, seharusnya sudah cukup aman bagiku menciptakan sebuah pedang. Aku harus menciptakan pedang yang bisa menangani kemampuan regenerasi musuh, tapi aku juga ingin sebuah pedang yang bisa menangani energi suci.
Satoru terus berfikir keras untuk memilih sebuah pedang apa yang akan ia buat. Pedang dengan kemampuan korosi atau penghilang kekuatan suci.
Setelah berfikir cukup panjang, Satoru akhirnya memutuskan untuk menciptakan sebuah pedang dengan kemampuan korosif demi melawan musuh yang memiliki kemampuan regenerasi.
Hmmm... Kurasa korosif masih cukup kurang bagus, bagaimana jika langsung bisa membunuh musuh dalam satu tebasan? Sebuah pedang yang hanya menyerang ke arah jantung lewat racun.
Tapi... Pedang ini bagaikan senjata bermata dua, jika aku yang terkena maka aku juga bisa mati ditempat. Apa ini terlalu berbahaya? Apa lebih baik kubuat pedang korosif saja?
"Ah sudahlah! Muncullah Murasame!"
Di depan Satoru muncul sebuah katana dengan bilah putih mengkilap, namun hanya terkena sayatan kecil dari katana ini, seseorang bisa mati dalam sekejap akibat racun yang bergerak menghentikan detak jantung.
Dump!
A- Apa yang...? Seharusnya ini sudah satu bulan... Kenapa tubuhku tetap terasa ingin...
Satoru terjatuh pingsan saat setelah menciptakan pedang itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
"Kenapa kau melakukan ini!!?"
Teriak seseorang dengan begitu keras.
"Apa? Tentu saja karena aku bosan" Jawab orang yang diteriaki dengan begitu angkuh.
"Bosan kau bilang? Hanya karena itu kau mengacaukan seisi dunia!?"
"Kau pikir hanya karena bosan kau bisa bersenang-senang dengan membunuh dan menghancurkan dunia ini!?"
Orang itu pun menjawab dengan senyuman yang begitu angkuh "Kalau iya kenapa? Kalian semua tak akan bisa menghentikanku" Ujarnya.
Orang itu dikelilingi oleh 6 orang dari segala sisi, semuanya mengacungkan senjata mereka dan siap untuk bertarung.
"Hei, kembalilah seperti dulu... Kenapa kau menjadi seperti ini £¢°€¢?"
"Sudahlah, dia tak akan kembali walaupun kau berkata seperti itu"
"Itu benar! Kita harus menghentikannya terlebih dahulu"
Pertarungan itu membuat seisi dunia menjadi kacau, kota-kota menjadi rusak parah, dataran rumput dan hutan menjadi lautan api, monster-monster menjadi lebih kuat dan meraja rela. Sebuah kejadian yang begitu mengerikan dan hampir membuat semua kehidupan musnah.
"Aku akan menjadi umpan, kalian serang dia saat kubuat lengah" Ujar seseorang memberikan rencana.
"Baiklah"
Disisi lain orang itu berdiam diri melihat keenam orang itu berkumpul dan berbisik satu sama lain.
"Apa kalian sudah selesai membuat rencana nya? Jika sudah aku akan menyerang lagi!" Ia bergerak dengan begitu cepat dan menyerang semuanya sampai terpental jauh dan terhempas ketanah dengan keras.
"Ahahahaha!!! Tak ada satupun dari kalian yang bisa mengalahkanku!" Ia tertawa dengan begitu kencang saat melihat keenam orang itu terduduk lemah di hadapannya.
Namun...
Steb!!
Salah satu dari mereka berhasil menusuk jantungnya dari belakang.
__ADS_1
"Ughwaahh!!! A- apa? Kenapa kau bisa ada dibelakangku?" Ujarnya dengan heran sembari memuntahkan darah.
"Hmph, kau pikir kami tak bisa mengalahkanmu!? Yah, kau benar soal itu. Makanya aku akan menyegelmu!" Pedang yang menusuk jantungnya bersinar dengan terang dan membuat orang yang tertusuk menggerang berteriak kesakitan.
Dengan tersegelnya dia, dunia kembali menjadi damai walaupun kehancuran ada dimana-mana. Seiring berjalannya waktu dunia yang hancur mulai kembali seperti semula, pepohonan dan rerumputan mulai tumbuh kembali, kota-kota sudah mulai dibangun dan makhluk hidup sudah mulai berkembang biak kembali.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Satoru terbangun dengan begitu terkejut, tubuhnya basah dipenuhi oleh keringat dingin. "Apa itu tadi? Ingatan? Mimpi?" Gumamnya kebingungan.
Satoru mencoba bangun berdiri namun tubuhnya terasa begitu berat, saat ia menundukkan kepalanya terlihat sebuah bercak darah tepat di dada kirinya.
"!!!? A- Apa yang? Ugwahh!!" Satoru memuntahkan darah dan pandangannya menjadi berkunang-kunang.
Ia membuka pintu kamar dan terjatuh pingsan kembali.
"Satoru lama sekali... Apa yang dia cari yah?" Airi yang penasaran pergi masuk kedalam dan berjalan menuju kamar Satoru.
Namun, saat ia sampai disana, ia dikejutkan dengan Satoru yang terjatuh pingsan dengan sebuah bercak darah di dada dan mulutnya.
Menutup mulutnya dengan ekspresi kaget "A- Apa yang terjadi...? Satoru-san! Hei, kau tak apa-apa kan!? Hei! Jawab aku!" Airi menjadi begitu panik dan menggoyangkan tubuh Satoru sembari berharap ia akan sadar.
Disisi lain, Haruna yang mendengar teriakan Airi langsung berlari naik. "Ada apa Airi-chan!?" Ujarnya dengan khawatir.
"S- Satoru-san..." Wajah Airi terlihat begitu panik ia tak tau harus melakukan apa.
"Tenang dulu Airi-chan, aku akan segera kembali membawa potion tingkat tinggi" Ujar Haruna berlari mengambil potion dari toko star santuary.
Airi tetap diam disana sembari menunggu Haruna membawakan potion tingkat tinggi. Saat sampai mereka langsung memberikan Satoru potion itu, namun ia tetap tak kunjung bangun.
"Kenapa! Kenapa kau tak bangun!?" Teriak Airi dengan begitu kawatir.
"Tenanglah Airi-chan... Kita harus memindahkan Satoru-san dulu" Ujar Haruna yang sama khawatirnya, namun ia tetap berusaha untuk tetap tenang.
Airi mengangguk pelan, mereka berdua mengangkat Satoru naik keatas kasur. Mereka memeriksa dada Satoru karena melihat bercak darah di pakaiannya. Bukannya terluka atau apa, di dada kirinya Satoru terlihat sebuah garis-garis hitam yang mengeluarkan aura yang begitu mengerikan.
"A- Apa ini? Kutukan?" Gumam mereka berdua saat melihat garis-garis hitam itu.
__ADS_1
Mereka sudah tak paham lagi dengan apa yang terjadi, siapa yang menyerang Satoru dan kenapa bisa terjadi hal yang begitu mengerikan seperti itu. Mereka hanya bisa berdiam diri dan mencoba merawat Satoru semampu mereka dan meminta penyihir serta dokter terbaik di kerajaan untuk mengobatinya.