
Dikota yang terlihat damai, sebenarnya tidaklah damai seperti yang kelihatannya. Terdapat sebuah makhluk yang di katakan sebagai musuh manusia, mereka adalah iblis atau roh jahat. Itulah kenapa ada sebuah organisasi khusus yang bergerak secara sembunyi-sembunyi untuk membasmi mereka, orang-orang yang berada di organisasi itu disebut sebagai pemburu iblis. Mereka menggunakan ilmu spiritual atau ilmu gaib dan meminjam kekuatan dari roh yang membuat kontrak dengan mereka.
Akatsuki Sena, salah seorang pemburu iblis yang sudah melakukan kontrak dengan roh angin berupa musang putih. Sena bisa menggunakan teknik angin berkat bantuan dari roh yang membuat kontrak dengannya. Saat menyelamatkan Satoru, muncul sebuah energi spiritual yang begitu besar dari markas para pemburu iblis di kota.
Semua keluarga besar para pemburu iblis berkumpul disana, Akatsuki, Inazuma, Mizutamari, dan Tamashinohi. Keempat keluarga ini adalah keluarga besar yang memiliki banyak sekali pemburu iblis yang hebat setiap generasinya. Di markas para pemburu iblis, pemimpin besar memberi tahu kalau kipas roh sudah mulai memancarkan kembali kekuatannya.
Karena hal itu akan diadakan turnamen untuk memilih pemilik dari sang kipas yang selalu di pajang itu. Tentu saja semua keluarga pemburu iblis sangat bersemangat untuk memiliki kipas itu. Sebuah senjata legendaris yang mengandung energi roh spiritual yang sangat besar, siapapun yang bisa menggunakannya akan bisa menjadi pemburu iblis terkuat.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di kediaman keluarga Akatsuki, Sena kembali kerumah keluarganya karena adanya rapat. Para tetua berkumpul dan mendiskusikan soal turnamen yang akan diadakan oleh pemimpin. Setiap keluarga hanya boleh mengirimkan 3 anggota saja, bukan hanya keluarga besar saja tetapi semua keluarga pemburu iblis yang lain, tak terkecuali orang yang tak terikat oleh keluarga pemburu iblis sekalipun. Yang artinya turnamen ini bebas di ikuti oleh siapapun.
Turnamen akan di adakan di sebuah lapangan luas yang sudah di siapkan oleh pemerintah. Para pemburu iblis yang hebat dalam kemampuan penghalang sudah memasang dinding agar orang-orang tak bisa masuk kesana ataupun melihat.
"Sena, aku ingin kau mengikuti turnamen itu," ujar salah seorang tetua.
"Ya!" jawab Sena menerimanya.
"Dua yang lain akan kami cari lagi, berlatihlah dengan giat dan menangkan turnamen itu, bawa kipas legenda itu kedalam keluarga kita."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di kediaman keluarga Inazuma, Ren juga dipanggil untuk rapat keluarga dan terpilih sebagai orang yang akan ikut turnamen. "Huft~ merepotkan sekali, padahal tau kalau aku ini pengguna pedang bukan kipas," keluh Ren saat ditunjuk sebagai perwakilan.
__ADS_1
Tapi walaupun begitu ia tetap harus mengikuti turnamen itu karena kewajibannya sebagai anggota keluarga.
Di lagi hari yang cerah Satoru berangkat kesekolah bersama dengan Ren seperti biasanya. Namun, saat itu Sena datang menghadang jalan mereka. "Ada apa Sena-chan?" tanya Ren. Sena berjalan mendekat sembari melakukan segel tangan yang bertujuan untuk menghapus ingatan Satoru soal kejadian di atap sekolah.
Ren langsung berjalan cepat dan menghentikan segel tangan Sena. "Apa yang ingin kau lakukan?!" ujar Ren dengan sedikit marah.
"Temanmu itu, dia melihatku saat mengalahkan oni yang muncul di atap sekolah dan aku belum menghapus ingatannya karena panggilan mendadak kemarin," jelas Sena sembari menunjuk Satoru.
"Apa itu benar Satoru?" tanya Ren untuk memastikan.
Satoru mengangguk dan menarik sebuah katana yang ada di pinggangnya. "Aku akan memperbolehkanmu menghapus ingatanku jika kau berhasil mengalahkanku," tantang Satoru.
Ren dan Sena sontak terkejut karena ucapan Satoru. "Apa kau yakin? Orang biasa sepertimu mau melawan diriku yang merupakan pemburu iblis?" balas Sena dengan angkuh.
Saat itu Ren melihat mata Satoru yang begitu serius. Sebuah senyum kecil terlihat di wajah Ren, "bagaimana kalau kau terima saja, Sena-chan."
"Apa kalian bisa bermesraan nanti? Aku hanya ingin dengar jawabannya, kau terima atau tidak. Apa mungkin kau takut pada orang biasa sepertiku?" sela Satoru dengan senyum sinis.
Sena yang merasa direndahkan menerima tantangan itu. "Baiklah! Jika kau mati aku tak akan peduli, itulah hal yang harus kau tau saat menantang seorang pemburu iblis!"
Mereka bertiga berpindah ke sebuah lapangan di pinggir sungai, Ren memasang penghalang agar orang-orang tak bisa melihat pertarungan mereka. "Aku sudah memasang penghalang, kalian bisa mulai bertarung," ujarnya.
"Jika kau menang kau bisa menghapus ingatanku, tapi jika aku yang menang kau harus jelaskan soal iblis dan pemburu iblis," ujar Satoru.
__ADS_1
"Baiklah, lagi pula aku tak mungkin kalah," terima Sena.
Mereka berdua mengambil jarak dan Ren berada di tengah mereka untuk menjadi wasit. Saat tangan Ren bergerak kebawah, pertarungan itupun dimulai. Sena yang menganggap remeh Satoru hanya diam ditempat dan berniat menyuruh Satoru yang melancarkan serangan pertama.
Satoru tersenyum kecil dan bergerak begitu cepat dan menghantam pedang milik Sena dengan keras hingga terlepas. "Ambil pedangmu! Aku bukanlah orang yang bisa kau anggap remeh," ujar Satoru sembari mengacungkan pedangnya.
Ren dan Sena terdiam saat melihat apa yang terjadi, bahkan mereka tak bisa melihat gerakat Satoru sampai dia berada di depan Sena. "Aku tau jika Satoru sangat hebat saat berada di dojo, tapi tak kusangka dia sebenarnya sekuat ini... apa mungkin dia seorang pemburu iblis juga?" gumam Ren dalam batinnya.
"A-Apa mungkin kau juga seorang pemburu iblis?" tanya Sena.
"Entahlah..."
Satoru menarik pedangnya dan mengambil jarak kembali untuk pertandingan ulang. "Aku ingatkan kembali, bertarunglah dengan serius! Kau juga boleh menggunakan angin seperti saat di atap sekolah," tegas Satoru.
Tatapan Sena menjadi berbeda dari sebelumnya, ia mulai serius dan memanggil roh yang membuat kontrak dengannya. "Ayo kita kalahkan dia!" ujarnya pada sang roh musang angin.
Saat pertandingan dimulai, Sena lah yang menyerang pertama kali dengan sebuah tornado angin dan tebangan pisau angin. Namun, Satoru bisa menghindari itu semua dengan gerakan yang begitu cepat. Sena merasa tak percaya jika ada orang yang bisa bergerak secepat itu dan berhasil menghindari semua serangannya. Padahal angin sangat sulit untuk dilihat.
"!!!"
Bam!
Satoru menyilinap dibelakang Sena dan menendangnya dengan keras hingga terhempas menabrak dinding penghalang dengan keras.
__ADS_1
Sekarang aku ingat, yang ku alami sebelumnya bukanlah sebuah mimpi. Aku benar-benar ada didunia lain, semua kekuatan dalam tubuhku saat disana mulai kembali. Tapi, aksesku terhadap para artifak sepertinya terblokir karena berpindah dunia. Aku harus mencari cara kembali ke dunia itu, jika para pemburu iblis ini punya informasi maka aku harus menggali informasi dari mereka.
"Ada apa? Apa hanya ini kemampuan dari pemburu iblis?" ujar Satoru memandang rendah Sena yang terpuruk di tanah.