Kembalinya Sang Pahlawan Penentu Nasib Dunia

Kembalinya Sang Pahlawan Penentu Nasib Dunia
Chapter 46 : Kebangkitan Artifact


__ADS_3

Di segela penjuru dunia, semua artifak yang berkaitan dengan swordbirth dan messenger of death bereaksi aneh. Mereka memancarkan sebuah cahaya hitam keunguan dengan aura yang mencekam.


Salah satunya Sky-Piercing Bow yang berada di kedalaman hutan tempat tinggal para elf. Semua penduduk di sana terlihat begitu terkejut melihat artifak yang selama ini tak bisa digunakan oleh siapapun bersinar seperti mereaksi kedatangan tuannya.


"Apa yang terjadi? Artefaknya memberikan sebuah reaksi? Apa ada seseorang yang dipilih sebagai tuannya?"


Sky Pierching Bow


Salah satu dari 12 Skill Granting Artifact. Berbentuk seperti busur dengan warna putih biru, terlihat seperti warna langit yang sangat cerah.


Artifak ini memberikan sebuah skill yang berhubungan dengan pemanah. Mata elang dan deteksi kehadiran. Pengguna juga bisa menciptakan anak panah dengan kemampuan apapun, panah api, panah es, panah racun, panah pembatuan dan lain sebagainya. Kekuatan penghancur dari panah ini juga sangat hebat, hanya dalam satu tembakan bisa membuat langit terbelah.


Karena reaksi yang tak biasa dari artifak itu, para elf tetua berkumpul untuk mengadakan rapat.


"Bagaimana ini? Artifak yang dikatakan bisa menembakkan anak panah yang membelah langit sudah mereaksi keberadaan tuannya"


"Kita harus mencari orang yang dipilih dan membawanya masuk kesini"


"Tapi bagaimana? Kita tak punya petunjuk keberadaan orang itu"


Salah satu tetua bangun berdiri dari kursi "Aku punya satu usulan, panggilkan Yukino" Ujarnya.


Seorang elf pergi keluar dan memanggil elf bernama Yukino ini. Seorang elf berambut putih dengan mata biru memasuki ruangan itu dan memberikan hormat pada para tetua.


"Salam hormat para tetua sekalian, saya datang kesini untuk memenuhi panggilan anda" Ujarnya dengan hormat.


"Duduklah Yukino".


"Iya"


Tetua yang memanggil Yukino mulai berbicara kembali "Aku ingin Yukino pergi mencari orang itu, soal petunjuk, bawa saja artifak itu untuk mereaksi tuannya" Ujarnya.


"Membawa artifak? Artifak itu sudah ada disini selama 700 tahun dan sudah menjadi pusaka berharga bagi desa"

__ADS_1


"Itu memang benar. Namun, tak ada satupun dari kita yang bisa menggunakannya, bahkan ada cerita yang berkaitan dengan artifak sejenis dengan Sky Piercing Bow. Namanya Messenger of Death, ada cerita jika seseorang berhasil menggunakannya dan malah menjadi seekor monster yang membinasakan kerajaannya sendiri. Jika itu bisa terjadi, bagaimana dengan panah itu? Apa elf yang memakainya secara paksa juga akan menjadi monster?"


Semua tetua tak bisa berkata apa-apa lagi setelah mendengar hal itu dan pada akhirnya mereka pun setuju membiarkan Yukino membawanya. Panah itu dibalut dengan kain khusus yang terbuat dari sihir untuk mencegah sihir Yukino diserap olehnya.


"Yukino hati-hatilah, jika bisa aku ingin kau membawanya ke desa dan kalau dia tak mau bilang saja kau akan menjadi istrinya" Ujar tetua yang merupakan ayah Yukino.


"I- Istri!? Tunggu sebentar ayah, ini terlalu tiba-tiba!" Ucap Yukino yang terkejut mendengar hal itu.


"Ayah tau, tapi, nasib kita bergantung pada ini. Raja iblis sudah mulai bangkit dan peperangan mungkin akan terjadi kembali. Kita memerlukan seseorang yang kuat untuk melindungi desa" Ujar ayahnya dengan serius.


"Baiklah... Aku tak keberatan menjadi istrinya, tapi bagaimana jika orang yanh terpilih itu seorang perempuan?" Tanya Yukino.


"Adikmu yang akan menikahinya" Ucap sang ayah dengan mengacungkan jempolnya.


Yukino hanya bisa menghela nafas melihat kelakuan ayahnya itu. Namun, ayahnya memang mengatakan hal yang benar, seseorang yang dipilih oleh artifak pastilah orang yang kuat. Ia mulai melakukan perjalanan untuk menemukan orang yang terpilih.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di sebuah kerajaan yang berada di selatan, tepatnya kerajaan para beastfolk tinggal. Terdapat salah satu Skill Granting Artifact bernama Beast Soul Neklace.


Salah satu dari 12 Skill Granting Artifact, berbentuk kalung dengan sebuah kristal berbentuk cakar hewan buas.


Kemampuan dari artifak ini mirip dengan Messenger of Death, kemampuan untuk mengendalikan sebuah pasukan. Bedanya artifak ini bisa mengendalikan para monster serta bisa menggunakan kemampuan milik mereka. Artifak ini memberikan satu skill yakni peningkatan insting bertarung.


Artifak itu diletakkan tepat di samping ruang singgasana raja. Saat melihat artifak itu memancarkan cahaya layaknya merasakan kedatangan pemiliknya. Raja serta para petinggi istana mulai berbondong-bondong mencari dan memeriksa semua kesatria yang ada disana.


Semuanya diperintahkan untuk mendekati artifak itu. Namun tak ada satupun dari mereka yang dipilih.


"Apa maksudnya ini?" Sang raja terlihat begitu heran.


"Yang Mulia, mungkin saja orang yang terpilih tidak berasal dari negara kita" Ujar salah satu penasihat raja.


"Jika memang begitu kita harus membawanya kesini. Jika dia seorang pria aku akan menikahkan putriku padanya" Ujar sang raja dengan serius.

__ADS_1


Putrinya yang mendengar hal itu cukup terkejut dan menentangnya "Tunggu sebentar ayahanda! Tiba-tiba membahas soal pernikahan" Ujarnya dengan raut muka memerah.


"Tak apa, lagi pula kau sudah di usia yang cukup" Ujar sang raja.


"Tapikan... I- ini terlalu tiba-tiba..."


"Jika kau tak mau tak apa, setidaknya cobalah untuk membawanya ke pihak kita. Pergilah dan bawa artifak ini, temukan orang yang dipilih dan bawa dia masuk kedalam pihak kita" Ujar sang raja memerintahkan putrinya.


"A- Aku yang harus pergi mencarinya!?" Ujar sang putri dengan begitu terkejut.


"Tentu saja, ini sebagai bukti kalau kita ingin berhubungan baik dengannya. Maaf karena aku memberikanmu tugas yang begitu berat Viana, tapi ini demi negeri kita" Ujar sang raja dengan raut muka merasa bersalah.


"Huft~ Tak apa ayahanda, tapi jika aku tak suka dengannya, aku tak akan menikahinya. Aku hanya perlu membawanya ke pihak kita, kan?" Ujar Viana untuk memastikan.


"Iya, itu saja tak apa" Jawab sang raja.


Keesokan paginya Viana pun berangkat dengan dikawal oleh kesatria bestfolk serigala yang hebat dalam bertarung.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Tak hanya dua itu, 8 artifak yang lain juga memberikan reaksi yang sama. Artifak yang berada di pulau terbang, dasar laut, di dalam dungeon, gunung berapi, hutan kematian, kerajaan suci, kastil raja iblis dan gurun.


Semuanya memberikan reaksi yang sama hingga membuat seisi dunia merasakan aura yang mencekam untuk sesaat. Gerhana matahari yang terjadi secara tiba-tiba dan lautan monster yang melonjak drastis membuat kepanikan di berbagai tempat.


Bahkan para iblis juga mulai bergerak untuk melancarkan serangan mereka ke berbagai wilayah kerajaan yang ada didunia ini demi memberikan persembahan mereka kepada raja iblis yang akan segera bangkit.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Satoru sudah terbaring selama 2 hari dan pada akhirnya bangun secara tiba-tiba.


"A- Apa yang terjadi!?" Gumamnya dengan begitu panik dan langsung duduk.


Ruangan kamarnya tampak kosong dan tak ada satu orang pun, hanya ada satu buah ember berisikan air dengan sehelai kain di dalamnya.

__ADS_1


Benar juga, aku pingsan lagi... Tapi kenapa? Aku sudah menahan tak membuat pedang selama satu bulan, terlebih lagi rasanya kali ini sangat berbeda. Mimpi aneh itu, rasa sakit yang kurasakan, apa maksudnya semua itu?


Satoru masih kebingungan dan hanya bisa duduk diam sembari menenangkan pikirannya.


__ADS_2