Kembalinya Sang Pahlawan Penentu Nasib Dunia

Kembalinya Sang Pahlawan Penentu Nasib Dunia
Chapter 33 : Dungeon


__ADS_3

Setelah mengitari kota Satoru tiba di guild petualang, disana sangatlah ramai. Ada banyak sekali petualang dari berbagai kota dari petualang tingkat bawah hingga tingkat atas, semuanya berkumpul di dalam guild itu.


Satoru datang menuju meja resepsionis untuk bertanya soal dungeon baru yang dirumorkan. "Dungeon yang baru lahir itu ada dimana?"


"Apa anda ingin memasukinya? jika iya, maka hentikan saja niatan mu" Ujar resepsionis itu dengan wajah serius.


"Ada apa? apa terjadi sesuatu di dungeon itu?" Tanya Satoru heran.


"Iya... katanya ada monster tulang yang sangat kuat, monster itu memang masuk kedalam spesies undead. Mungkin saja dia merupakan bos dungeon itu, soalnya dungeon itu hanya memiliki 10 lantai saja. Sudah banyak petualang yang tewas setelah memasuki dungeon itu, bahkan petualang tingkat tinggi sekalipun pulang dengan luka yang sangat parah" Ujar resepsionis menjelaskan.


"Undead yah... baiklah, dimana tempatnya?" Tanya Satoru.


"Eh! apa kau tak dengar apa yang kukatakan tadi!?"


"Tenang saja, walaupun begini aku sangat kuat loh" Ujar Satoru tersenyum simpul.


Resepsionis itu memberikan lokasi dungeon itu kepada Satoru dengan berat hati. "Hati-hati lah, jika kau rasa bahaya segeralah berlari!" Ucapnya dengan kawatir.


"Iya, terima kasih" Satoru pergi keluar dari guild.


Saat itu ia berpapasan dengan rombongan Charlotte yang lewat di depan guild petualang. "Akh...!" Satoru langsung menyelinap menghilang agar tak dilihat oleh mereka.


"Hmm? apa kalian mendengar sesuatu?"


"Tidak, mungkin itu hanya perasaanmu"


Mereka pergi menuju ke arah dungeon yang ingin di datangi oleh Satoru.


Ah, kenapa aku bisa bertemu dengan mereka...


Bisa gawat kalau aku ketahuan keluyuran keluar dari kamar, gadis itu pasti akan memarahiku...


Satoru berjalan menuju ke dungeon itu sembari bersembunyi. Hingga sampai di depan pintu dungeon.


Jadi ini yah, dungeon yang baru lahir...


Jika monster disini bertipe undead, tenseiga seharusnya sangat efektif untuk melawan mereka...

__ADS_1


Satoru masuk setelah rombongan Charlotte, ia selalu menjaga jarak dari mereka agar tak ketahuan sembari melihat mereka bertarung dari kejauhan. Karena merasa cukup aman, Satoru langsung bergerak cepat melewati mereka dan mengalahkan semua undead dengan mudah.


Tenseiga sangat efektif melawan monster yang berasal dari ranah kematian seperti undead. Ia terus bergerak maju dengan cepat hingga sampai di lantai 10, tepatnya berada di depan pintu ruangan bos.


Bukannya dungeon ini cukup mudah?


Ah, benar juga kalau tak salah yang mengalahkan banyak petualang itu bosnya.


Baiklah, ayo kita lihat bos macam apa yang menungguku di balik pintu ini...


Sreettt!!!


Satoru membuka pintu ruangan itu dan berjalan masuk. Berbeda dengan lantai atas, ruangan itu seperti gua biasa dengan satu kerangka besar yang berada di dekat dinding. Kerangka tengkorak itu berkepala manusia dengan tubuh yang besar, kerangka tubuhnya mirip harimau dengan tambahan gerigi tajam di punggung, serta dua buah tanduk besar di kepala.


Apa dia bosnya?


Satoru menarik keluar tenseiga dan bergerak cepat menebas tengkorak besar itu.


Bamm!!!


Saat pedangnya menyentuh sedikit monster itu langsung bergerak dan memukul Satoru dengan keras. Berbeda dengan para undead sebelumnya, bos dungeon itu tampak tak merasakan apapun setelah terkena pedang tenseiga.


"Sial... kenapa tubuhnya tak terkena dampak dari Tenseiga? Apa jangan-jangan dia bukan undead melainkan makhluk yang masih hidup!?"


Tulang-tulang yang runcil mulai bermunculan dan melesat dengan cepat menyerang Satoru. Berlari dan terus menghindari semua tulang itu, Satoru juga mendekati monster itu. Sekali lagi dia menggunakan Tenseiga menyerang tengkorak raksasa itu, namun tak terjadi apa-apa. Hanya terlihat sebuah asap hitam yang terlihat samar dari bekas tebasan itu.


Asap? apa maksudnya?


Penasaran dengan hal itu Satoru terus-terusan menebaskan Tenseiga pada makhluk itu. Asap-asap terus-terusan keluar dan tampak kerangka itu menjadi aneh, tidak terlihat seperti kesakitan, ia lebih merasa seperti lega karena asap itu keluar.


Tak memikirkan hal itu Satoru tetap menyerangnya secara bertubi-tubi hingga pada akhirnya sosok tengkorak itu berbicara. "Ahahaha!!! bagus, ayo lakukan lagi!"


Mendengar hal itu Satoru menghentikan serangannya dan mengambil jarak sembari meningkatkan kewaspadaan nya. "Apa monster bisa berbicara?" Ucap Satoru kebingungan.


Tengkorak besar itu seperti gemeteran "Kau! cepat menyingkir dari sana!!" Teriaknya.


Satoru menyingkir dari tempat berdirinya yang tiba-tiba memunculkan sebuah tangan tengkorak besar. Tangan itu bergerak dan mencoba menangkap Satoru.

__ADS_1


Kenapa dia memperingati ku!?


Aku tak pernah mendengar ada monster yang bisa berbicara...


Sebenarnya apa yang terjadi!?


Bingung dengan apa yang terjadi, Satoru hanya bisa melawan dan menebas tangan tengkorak itu. Berbeda dengan tubuh asli bos dungeon, tangan itu bisa menghilang setelah tertebas oleh tenseiga.


"Hei kau! cepat bunuhlah aku!!" Ujar bos dungeon meminta agar dirinya dibunuh.


"Hah?" Satoru tampak kebingungan melihat sebuah bos dungeon meminta agar dirinya dibunuh. Tapi memang itulah alasan Satoru datang kedungeon, ia ingin mencari pengalaman bertarung melawan bos di sana.


"Apa yang kau katakan? Tak perlu diminta aku juga akan membunuh mu, karena alasan itulah aku datang kesini" Ujar Satoru mengarahkan pedangnya.


"Ahahah benar juga, kalau begitu tebaslah aku lebih banyak lagi agar semua roh itu keluar dari tubuhku" Ujar bos dungeon dengan senang hati.


Satoru menyerangnya secara cepat dan membuat sekujur tulang dari bos itu mengeluarkan asap hitam. Tak lama setelah itu asap itu berhenti keluar dan bos dungeon itu terlihat begitu lega.


"Terima kasih, berkatmu aku mendapatkan kesadaranku kembali" Ujar bos dungeon tersebut.


Satoru hanya diam saja dan berdiri tepat di hadapan bos dungeon tersebut.


"Ouh! pedang yang kau pegang sekarang berasal dari kemampuan Swordbirth bukan!?" Ujar bos dungeon itu bersemangat.


"I~ iya? bagaimana kau bisa tau?" Tanya Satoru heran.


"Tentu saja aku tau, lagi pula aku juga pemegang dari 12 skill granting artifact" Ujarnya.


Mendengar istilah yang asing Satoru penasaran akan hal itu. "Apa itu? aku belum pernah mendengarnya"


"Benarkah? tapi kau terlihat sangat ahli dalam mengendalikan kemampuan dari salah satu Skill Granting Artifact : Swordbirth" Ujar bos dungeon itu dengan heran.


Satoru makin bingung mendengar hal itu. Pada saat itu bos dungeon itu tampak ingin duduk. "Apa kau bisa membunuhku? aku sudah tak tahan lagi jika hidup sebagai monster tanpa akal. Tapi sebelum itu aku ingin memberikan Skill Granting Artifact yang kumiliki padamu" Ujarnya.


"Hah? memberikan ku sebuah artifak?"


"Iya, tapi aku akan menyampaikan hal ini, jangan pernah terjatuh kedalam keserakahan akan kekuatan, jika tidak mungkin kau akan jadi sepertiku" Ujarnya dengan serius.

__ADS_1


Sebuah cahaya ungu keluar dari tulang dan bergerak mengarah ke dekat Satoru. Saat cahaya itu menghilang terlihat sebuah gulungan kertas berwarna hitam dengan pita merah darah.


"Ini adalah salah satu dari Skill Granting Artifact : Messenger of Death"


__ADS_2