Ketika Senja Berlalu

Ketika Senja Berlalu
Sekolah atau Kuliah?


__ADS_3

Pagi ini sungguh pagi yang sendu, tampak matahari masih berselimutkan awan kelabu, agaknya ia enggan menampakkan sengatannya hari ini, padahal waktu telah menunjukkan pukul 08.00 WIB. Di kejauhan terlihatlah seorang gadis tengah berlari menuju pagar yang kurang dari semeter lagi akan menutup.


"Tunggu pak,,!" Jerit sang gadis.


Lelaki paruh baya yang dipanggil dengan sebutan bapak tadi langsung melotot kearah si gadis.


"Cepat masuk, atau apel diluar kamu !" Hardik si bapak.


Gadis itu langsung menghambur ke dalam pagar, ia lempar tas nya sembarang dan langsung berlari masuk ke dalam barisan mahasiswa tingkat satu yang tengah Apel. Sungguh diluar ekspektasi si gadis, kuliah yang diharapnya bukan seperti ini.


Dulu ketika SMA ia membayangkan akan kuliah disebuah universitas, memakai kemeja bercorak, celana jeans, sepatu kets, tak lupa tas dijinjing disamping. Namun kenyataannya, ia malah berdiri disebuah lapangan kampus keperawatan dengan memakai baju seragam, atasan putih, celana dasar coklat, jilbab putih dengan list berwarna coklat mengelilinya, tak lupa sepatu pantofel berwarna putih plus kaos kaki putih.


Ini sekolah apa kampus sih, benak si gadis.

__ADS_1


Lira nama gadis manis tersebut, Lira harus mengubur cita-citanya untuk menjadi seorang guru matematika lantaran sang emak tersayang ingin anaknya menjadi seorang perawat, kata emak nanti kalau emak sakit ada yang nyuntik, anak emak tau obat obatan jadi gak langsung kedokter.


Sambil memainkan pasir dengan ujung sepatunya,lira mendengarkan ocehan bapak kaprodi yang tengah menyampaikan pengarahan di depan, sungguh ritual yang sangat membosankan. APEL telah usai, semua mahasiswa sudah bubar. Lira mengambil tas nya yang sudah ia lempar sembarang di bawah pohon beringin muda yang berada tepat di samping pintu gerbang kampus. Seorang gadis manis agak gendut berjilbab putih menghampirinya.


"Ra,, Lira yuk cepetan , mata kuliah pak hambali pagi ini," ajak gadis itu .


Gadis itu bernama Yunia, ia salah satu sahabat lira sejak pertama kali menginjakkan kaki di kampus ini, Yunia adalah gadis yang pintar, ia merupakan mahasisiwi dengan IPK tertinggi waktu semester 1, ia juga gadis sholehah yang setiap hari mengajak lira untuk ke mushola kampus, bukan hanya sekedar sholat pas waktunya datang, tetapi mengajak lira bersih bersih mushola pas dosen lagi gak ada, maklum lah Lira dan Yunia bukan mahasiswi kaya yang kalau gak ada dosen nongkrong nongkrong, bala bala kemana kemana.


Dengan langkah panjang kedua gadis itu menuju kelas. Pak hambali belum datang ketika kedua gadis itu masuk ke dalam kelas, Lira  dan Yunia langsung mengambil posisi duduk di kursi depan paling pinggir, karena menurut teori posisi duduk akan menentukan prestasi heheheheh. Azka yang duduk di belakang lira langsung menyentil bahu lira.


"Telat lagi Ra tadi?" tanya azka.


"Hmmm", jawab lira sambil menghembuskan nafas dalam.

__ADS_1


Azka adalah satu satunya sahabat Lira yang cowok,sebenarnya yang lain juga sahabatan tapi Azka yang paling paling dekat,saking dekatnya Lira udah gak malu malu lagi kalau harus ngutang duit ke Azka, minjam hp, curhat masalah keluarga, curhat tentang cowok yang Lira suka dan banyak lagi. Bagi Lira, Azka udah kayak keluarga sendiri, sampe sampe kalau cuaca lagi dingin, hujan deras misalnya, Lira gak malu cerita ke Azka kalau dia kekampus cuma cuci muka doang hahahhaha.


Azka merupakan cowok yang terbilang cool, dia tampan tapi gak tebar tebar pesona, punya hidung mancung, kulit bersih, Azka punya tulisan yang sangat rapi seperti diketik dikomputer padahal itu tulisan tangan nya dia.


Pernah dulu waktu SMA Lira minjem buku catatannya Azka, niatnya mau meniru bentuk tulisannya, alhasil bukannya seperti tulisan komputer tapi tulisan Lira jadi aneh, kayak tulisan sansekerta gitu hahahah.


Semester Dua ini, pelajarannya udah gak seperti semester satu dulu, kalau semester satu dulu pelajarannya masih mirip mirip kayak SMA, seperti PPKN, biologi, fisika kedokteran.


Di semester dua pelajaran sudah mulai menjurus ke dunia keperawatan, seperti mata kuliah pagi ini adalah KDM yakni Kebutuhan Dasar Manusia, lira dan teman teman mempelajari apa apa saja yang menjadi kebutuhan dasar manusia dari kebutuhan fisiologi, makan dan minum, sampai pada kebutuhan tertinggi yaitu kebutuhan aktualisasi diri.


Mata kuliah ini menghabiskan waktu 2 jam, sungguh membosankan, ditambah lagi Pak hambali, dosen yang mengajar sudah sepuh, dia mengajar masih pake metode zaman bahelak, CBSA alias catat buku sampai abis.


Sesekali Lira meregangkan kakinya, tanda bahwa kaki ini butuh rileks, akhirnya mata kuliah pak dosen sepuh pun berakhir, huffff

__ADS_1


__ADS_2