
Sesampai nya di rumah, Lira langsung menghempaskan tubuhnya diatas kasur dikamarnya. Peristiwa bersama Azzel tadi membuatnya tidak mood, walaupun hanya sekedar mengganti pakaian.
Tanpa ia sadari ada yang mengalir di kedua sudut matanya. Ini terasa begitu aneh, mengapa harus sesakit ini.
" Tidak... Tidak."
" Aku tidak boleh terbawa perasaan seperti ini." Benak Lira.
" Ayo fokus Lira, kamu harus kuliah yang benar, harus lulus dengan baik, urusan cinta- cintaan letakkan diurutan belakang." Lira duduk berdiri mengambil handuknya dan masuk ke kamar mandi.
...
Satu minggu dinas di ruangan terakhir sungguh terasa begitu cepat berlalu. Akhirnya hari yang ditunggu- tunggu Lira pun tiba. Yups, hari ini ia dan teman- temannya akan mendaki gunung. Tentu saja setelah meminta izin pada emak tersayang.
Lira sibuk membongkar isi lemari nya, mencari sesuatu.
" Dimana ya?" Lira mencoba mengingat- ingat.
" Oh iya, waktu itu aku minjamin ke Azka jaketku." Decak Lira sambil menepuk jidatnya sendiri.
Kemudian ia meraih ponselnya dan menekan nomor Azka.
Drrrt... Drrrrttt...
Ponsel Azka berbunyi, cowok itu sedang menyusun perlengkapannya ke dalam sebuah tas ransel. Ia melirik ponselnya yang berdering, cepat - cepat ia meraih ponsel itu ketika tau bahwa Lira yang menelponnya.
" Assalamualaikum". Azka mengangkat telponnya.
" Waalaikumsalam." Terdengar suara yang dirindukannya dari seberang sana.
"Ada apa Ra?"
"Ka, jaketku masih sama kamu kan ya?" Lira bertanya.
" Iya masih, nanti aku antar kerumah sekalian jemput kamu boleh? kita berangkat bareng." Pinta Azka.
Lira tampak berfikir sejenak, kemudian ia menyetujuinya.
Setelah menutup telpon, Azka langsung melompat kegirangan. Ia lupa kalau ia sudah membuat janji ke Ron untuk mengajaknya juga ke gunung dan berangkat bersama. Seketika ia tersadar.
__ADS_1
" Ron !!!" Ya ampuun, aku lupa."
Cepat- cepat ia meraih ponselnya, dan menghubungi sahabatnya itu.
" Ron, kamu dimana?" Tanya Azka.
" Dirumah, jam berapa jemput aku ? Aku dah siap nih." Ron menjawab dari seberang sana.
" Kita bawa motor masing- masing aja ya, aku mau jemput Lira dulu. Kamu ke rumah aku terus kita berangkat bareng, lewat rumah Lira."
" Wow. Gini nih kalau udah kemakan cinta, temen sendiri disingkirkan." Balas Ron.
" Ya udah, aku cabut sekarang." Tambahnya.
" Sorry bro." Azka mengacak- acak rambut belakangnya sambil cengengesan diseberang sana.
Lira berpamitan pada emaknya ketika melihat motor Azka sudah bertengger di depan pagar rumah.
" Hati- hati ya."
" Tolong jagain Lira ya Ka." Pinta emak sambil berdiri di depan pintu.
" Iya mak." Azka mengangguk sambil tersenyum.
"Ron !!!" Teriak Lira.
"Pulang kampung ya?" Tanya gadis itu sambil tersenyum.
" Udah hampir sebulan Ra, aku di ajakin Azka ikut camping. Boleh gabung sama kampus kalian kan?" Tanya Ron.
" Boleeeh dong." Jawab Lira cepat- cepat.
Motor keduanyanya pun melaju, berbaur dengan kendaraan yang telah memenuhi jalan raya. Perjalanan ke kaki gunung memakan waktu setengah jam dari kota, dengan jarak tempuh sekitar 15 km mengarah ke tenggara.
Aldo selaku koordinator kegiatan memang mengumumkan untuk berkumpul di kaki gunung. Tepat dirumah mbah Sukiran selaku juru kunci gunung Kaba.
Cuaca cukup bersahabat, tidak terlalu panas dan juga tidak mendung ketika motor keduanya tiba di lokasi. Beberapa teman yang lain sudah berkumpul. Lira langsung berbaur bersama Tari dan Alin.
Ada juga Meta yang membawa pacarnya, beberapa kakak tingkat yang tergabung dalam komunitas pecinta alam juga ada dalam kelompok. Dan Lira tidak salah lihat, itu Azzel bersama genk nya. Ia juga ikut, paling mencolok diantara yang lain.
__ADS_1
"Yunia gak ikut Ra?" Tanya Meta.
" Kemaren aku telpon, katanya gak mau ikut, takut gak kebawa badan Ta." Jawab Lira sambil tertawa.
...
Mbah Sukiran sudah berdiri di halaman rumahnya, mengajak kelompok itu kumpul sebentar sebelum mendaki . Mbah Sukiran merupakan juru kunci gunung kaba, ia sudah sepuh, mungkin usianya sudah 70 an tahun, tapi ia masih tampak kuat dan sehat.
Ia biasa memberi pengarahan kepada para pendaki sebelum mereka mulai berpetualang.
Tampak dari dekat sosok gunung yang akan mereka taklukkan tengah berdiri dengan angkuhnya. Memiliki ketinggian sekitar 1638 meter dari permukaan laut dan dikelilingi oleh hutan yang rimbun membuat Gunung itu tampak menantang sekaligus menyeramkan.
Gunung Kaba merupakan satu- satunya gunung aktif yang ada di provinsi Bengkulu tepatnya berada di kabupaten Rejang Lebong, gunung ini memiliki 2 kawah yang salah satunya sudah mati atau tidak aktif.
Untuk sampai ke puncak gunung, para pendaki bisa memilih 2 jalur yang tersedia, yaitu melewati jalur hutan yang di kelilingi pohon lebat, serta jurang dikiri- kanannya atau jalan yang sudah dikeraskan dengan aspal.
Tentu saja para pendaki kebanyakan memilih jalur hutan, disamping lebih menantang, juga lebih berasa menjadi pendaki. Begitupun Lira dan teman- temannya memilih untuk melewati jalur hutan.
Sebelum memulai pendakian, seorang kakak tingkat yang berperan sebagai ketua kelompok pendakian mereka hari itu, memberi arahan sedikit.
" Baiklah teman- teman, hari ini kita akan memulai pendakian. Sebelumnya saya ingin bertanya, adakah disini yang memiliki riwayat penyakit asma, jantung atau penyakit lain?"
Mereka saling menoleh, kemudian serentak menggelengkan kepala.
" Berarti sekarang dalam kondisi fit semua kan ya?"
"Coba kalian lihat gunung itu." Kata Kakak tingkat sambil menunjuk gunung yang akan mereka daki.
" Itu adalah gunung yang akan kita taklukkan."
Semuanya berdecak, entah itu decakan kagum, takjub atau bahkan decak takut semua jadi satu.
" Ada yang pernah nonton film 5 CM ?" Tambah si kakak.
" Sekarang kita berada di posisi yang sama seperti adegan di film itu, jadi letakkan gunung itu tepat 5 cm di depan hidung kita, mata ini akan memandang lebih tajam dari biasanya, tangan ini akan bekerja lebih kuat dari biasanya, kaki ini akan melangkah lebih jauh dari biasanya dan otak ini akan berfikir lebih keras dari biasanya, sekarang...
SEMANGAAAAAT !!!!!!!!"
Di ikuti tepuk tangan dan kata- kata semangat dari yang lainnya.
__ADS_1
bersambung...
Yang sudah pernah mendaki gunung ayooo mana suaranyaaa????