Ketika Senja Berlalu

Ketika Senja Berlalu
Tertinggal


__ADS_3

Lira pulang ke Mess dalam keadaan malu yang luar biasa. Asiyah benar- benar keterlaluan, membuatnya seperti kepiting goreng didepan Azka. Ia mengemasi barang- barangnya yang ada dikamar dengan tidak semangat, karena sore ini mereka akan pindah lokasi.


Mulai besok mereka akan magang di Rumah Sakit rujukan terbesar di provinsi Sumatera Selatan. Mereka akan tinggal di sebuah wisma yang berada tak jauh dari Rumah Sakit jiwa tempat mereka sekarang, hal itu dimaksudkan agar dosen mudah memantau dua kelompok mahasiswa yang tengah magang di Rumah Sakit yang berbeda itu.


Namun ini sedikit menyulitkan bagi mahasiswa yang magang di Rumah Sakit Umum, dikarenakan jarak antara wisma dan Rumah Sakit cukup jauh, mereka harus menaiki bus atau angkot dengan lama perjalanan sekitar 20 menitan.


Dosen menghimbau kepada setiap mahasiswa yang magang di RS umum untuk selalu berangkat praktek bersama- sama mengingat mereka tergolong baru berada di kota besar tersebut. Mereka pun selalu pergi dan pulang bersama menggunakan angkutan umum, jika ada beberapa teman yang belum keluar dari ruangan, mereka akan saling menunggu.


Lira sama sekali tidak menyangka jika ia dan Azzel diletakkan dalam kelompok yang sama, otomatis mereka berada dalam satu ruangan dan setiap hari akan melihat wajah Azzel yang menjengkelkan.


Minggu pertama Lira praktek, semuanya berjalan lancar, mereka sibuk membuat laporan, melakukan pengkajian pasien, melaksanakan praktek keperawatan mandiri. Terkadang mereka juga berbaur dengan mahasiswa dari kampus lain, juga dengan mahasiswa kedokteran yang sedang mengambil Coas.


Lira cukup senang karena selain banyak mendapatkan ilmu juga banyak mendapatkan teman baru disana. Minggu kedua mereka sudah rotasi ruangan, kali ini mereka praktek diruang operasi.


Di ruangan ini, mahasiswa magang hanya diperbolehkan melihat tindakan sebagai bahan pembelajaran, mengamati para dokter dan perawat senior yang tengah melakukan tindakan operasi membuat Lira berdecak kagum, sesekali mereka mencatat sesuatu yang penting dibuku saku mereka.


Hari ini kebetulan mereka mendapatkan jadwal shiff sore. Jam di dinding ruangan sudah menunjukkan pukul 8 malam, ketika mereka akan memasuki ruang ganti, salah satu perawat senior memanggil Lira, memerintahkan Lira untuk mengantarkan baki instrumen medis ke ruang sterilisasi alat yang berada di lantai 1 diruangan yang sama.


Ketika akan memasuki lift, tak sengaja Lira berpapasan dengan Azzel yang ingin menuju ruang ganti, Azzel langsung cepat- cepat mengalihkan pandangannya dari Lira. Lira yang masih kesal dengan ucapan Azzel waktu itu, tak kalah sengitnya menatap Azzel. Mereka persis seperti dua orang musuh yang siap menerkam satu sama lain.


Selesai mengantarkan baki instrumen medis, Lira langsung cepat- cepat berganti pakaian dan keluar ruangan lewat pintu samping, ia mempercepat langkahnya, khawatir ditinggal oleh teman- teman yang lain.


" Udah keluar semua dari ruangan?"Aldo bertanya pada teman- temannya.


"Sepertinya sudah." Kata Azzel sambil celingak- celinguk tampak mengabsen, ia tau bahwa masih ada satu orang lagi yang belum keluar, tapi ia sengaja tidak memberi tahu yang lain.


" Lira mana ?" Tanya Alin.


" Gak liat tuh, mungkin udah duluan sama teman- teman kloter pertama tadi." Azzel mengedikkan bahunya.


" Oh ya udah yuuk, itu angkotnya dah nunggu." Aldo melangkah keluar dari pelataran Rumah Sakit, diikuti oleh teman- teman yang lain.


Lira mempercepat langkahnya, ia tiba di taman depan Rumah Sakit tempat dimana mereka sering berkumpul, tapi tidak ada satupun teman kampusnya, yang ada hanya pengunjung Rumah Sakit yang tampak berseliweran disana.

__ADS_1


Hati Lira berdesir, jangan- jangan ia sudah ditinggal, ia berlari keluar dari pelataran Rumah Sakit, dengan nafas yang ngos- ngosan tak beraturan ia mencoba mencari teman kampusnya tapi hasilnya nihil.


Tak seorang pun yang ia kenal disana, Lira berdiri ditrotoar, ia hampir menangis. "Bagaimana ini, haruskah aku naik angkot sendiri?" tidak tidak, aku terlalu takut, bagaimana jika aku dibawa lari, seperti berita- berita di TV lalu diperkosa dan dibunuh." Lira memejamkan matanya, menggeleng berusaha mengusir pikiran liarnya.


" Kalau aku naik bus, sepertinya lebih aman, di bus pasti banyak penumpang, tapi aku tidak tau tempat pemberhentiaannya dimana, nanti kalau kelewat bagaimana." Lira sudah menangis memikirkan kemungkinan- kemungkinan buruk yang akan terjadi.


Ia membuka ponselnya, yang terlintas di kepalanya saat ini hanyalah menelpon Azka. "Tapi, aku terlalu malu bagaimana ini, sejak terakhir berbicara di Rumah Sakit Jiwa, aku bahkan belum berbicara lagi dengannya." Lira mengurungkan niatnya untuk menghubungi Azka.


Dua puluh menit telah berlalu, Lira belum mengambil keputusan dan masih berdiri dibibir trotoar. Ia bimbang untuk melangkah, sementara air mata makin deras saja keluar dari sudut matanya.


...


Alin dan teman- temannya sudah sampai di wisma, dilihatnya teman- teman kloter pertama yang pulang sudah memasuki halaman wisma tapi...


Deegggg...


Lira tidak ada dikelompok mereka, jangan- jangan Lira tertinggal. Alin lansung berlari menemui teman- teman kloter pertama dan mereka tidak melihat Lira. Tubuh Alin bergetar, benar dugaannya Lira masih di Rumah Sakit.


" Ada apa Lin?" Azka membuka pintu kamarnya lebar- lebar.


"Maaf Ka, kamu lagi ngapain?"


"Gak ada, baru mau tidur. Ada apa Lin ?"Azka mengulangi pertanyaannnya.


" Maaf ganggu Ka, aku bisa minta tolong. Lira.." Suara Alin tercekat.


" Ada apa dengan Lira ?"


" Lira tertinggal di Rumah Sakit, kami tidak tahu kalau ia belum keluar dari ruangan tadi." Kata Alin pucat.


Azka mematung beberapa saat, detik berikutnya ia langsung memakai jaketnya dan berlari keluar meninggalkan Alin di depan pintu kamarnya. Ia tidak bisa menyembunyikan wajah paniknya, Lira Lira, otak itu hanya dipenuhi oleh seorang gadis yang bernama Lira.


Azka tahu persis bahwa Lira belum pernah menginjakkan kaki dikota besar, ia membayangkan wajah panik gadisnya sendiri di Rumah Sakit. Ia membuka ponselnya dan menghubungi kontak Lira. Terdengar suara di ujung telpon.

__ADS_1


" Ra, Kamu dimana?" Aku jemput sekarang !!!!" Suara Azka sedikit berteriak.


" Aku di depan Rumah Sakit." Lira menjauhkan ponsel dari telinganya.


Kemudian telpon terputus. Dengan memakai motor penjaga wisma, Azka melaju menuju Rumah Sakit. Hanya dengan waktu sepuluh menit Azka sudah berada di Rumah Sakit, entah menggunakan kecepatan motor berapa cowok itu.


Lira tertegun melihat Azka sudah berada di depannya. Walaupun hanya menggunakan celana boxer tidur, kaos oblong dibalut jaket, tapi dimata Lira Azka seperti pangeran tampan berkuda putih yang gagah, yang sedang menyelamatkan tuan putri.


" Ayo naik." Suara Azka memecahkan lamunan Lira.


Lira mengambil helm yang disodorkan Azka. Keduanya melaju membelah keramaian jalan raya. Tidak ada yang berbicara sampai mereka tiba di halaman wisma. Lira turun dari motor, ketika ingin membuka helm, helmnya terkunci begitu kesat, Lira kesusahan membukanya.


Ketika tangan Lira masih berusaha untuk membuka helm, Azka sudah berdiri dihadapannya, tangannya membantu membuka helm. Berada pada jarak yang sedekat ini dengan Azka membuat Lira gugup setengah mati, bahkan Lira bisa merasakan hembusan nafas Azka yang berbau mint segar.


Helmnya sudah terlepas dari kepala Lira tapi Azka masih berdiri mematung disana, matanya menangkap mata Lira yang bulat, makin lama jarak mereka semakin dekat. Lira bahkan sudah tidak tau lagi degupan jantungnya seperti apa, mungkin jika di rekam dengan mesin EKG hasilnya akan sangat berantakan.


Aku pernah nonton film, jika ada adegan dimana pemeran pria sudah mendekat seperti ini selanjutnya si wanita akan menutup mata dan tejadilah....


Oh tidak tidak, Aku harus bagaimana ??


Apa aku harus menutup mataku ?


Jangaaan...


Lira menelan salivanya, alih- alih menutup mata ia malah makin melebarkan matanya. Sontak saja itu membuat Azka gelagapan salah tingkah.


" Masuklah, sudah malam." Akhirnya Azka berbicara juga.


" Makasih Ka." Lira berbalik dan berlari kecil menuju kamarnya.


Bersambung..


mohon likee nyaaa ya guys

__ADS_1


__ADS_2