
Memandang seorang wanita itu jangan menggunakan nafsu, tapi pandanglah ia lewat hati. Karena ketika kita memandang wanita dengan nafsu, maka setan akan ikut andil disana, menjadikan segalanya terasa begitu indah sehingga kita ingin berusaha memilikinya.
Lain halnya ketika kita memandang seorang wanita melalui hati, hati akan menuntun kita untuk selalu melindungi mahluk lemah ciptaan Allah itu.
"Jadikanlah pandangan kita sebagai mahar untuk calon istri kita kelak. Dengan cara menundukkan dan menjaga pandangan dari wanita tentunya." Ujar Ron.
"Masyaa Allah, sejak kapan temenku jadi bijak kayak gini." Azka berdecak kagum.
" Bukan kata- kata aku, itu kutipan tausiah nya ustad Hannan Attaki."
" Akupun baru berusaha belajar ka, gak gampang ternyata." Ucap Ron.
" Hmmmm..."
Azka mengiyakan pernyataan temannya itu.
Ron berpamitan pulang setelah dipaksa ibu Azka untuk makan malam terlebih dulu sebelum pulang.
...
Azka
Menundukkan pandangan??
Selama ini, itu yang coba aku lakukan terhadap wanita. Tapi entah jika bersama Lira, pertahananku sepertinya di uji.
__ADS_1
Lira sudah sangat mempengaruhi kejiwaanku, memenuhi otakku dan sudah membuat sebuah kerajaan tak kasat mata dihatiku. Dan ia sudah tentu menjadi ratunya disana.
Terkadang seharian aku memikirkannya, apakah ia sudah makan, ia ada uang tidak hari ini, apakah ia pulang dengan selamat, jangan- jangan ada yang mengganggunya. Semua itu membuatku ingin selalu berada didekatnya.
Apakah itu yang dinamakan cinta? atau sekedar sayang? entahlah aku sama sekali tidak mengerti.
Lira adalah gadis yang unik, perasaannya sulit ditebak. Dulu waktu masih memakai seragam putih abu- abu, ia pernah curhat padaku bahwa ia naksir kakak kelas, tanpa di duga ternyata si kakak kelas juga punya perasaan pada Lira.
Kupikir Lira akan menerima pernyataan cinta cowok itu, tapi ternyata tidak. Dan yang lebih mengagetkan lagi dia bilang.
" Aku kan cuma naksir ka, tapi aku tidak *a*kan membiarkan** seorangpun masuk dalam lingkaran kehidupanku. Setidaknya tidak untuk sekarang."
Aku sempat tercengang sesaat, mendengar ucapannya kala itu, begitu kuat prinsip yang ia pegang. Mungkin begitulah caranya menjaga diri.
Tapi mengapa aku dengan bodohnya mengucapkan tiga kata yang sangat tabu bagi Lira, yah tiga kata yang membuat seorang Lira berubah drastis, tiga kata yang membuatnya langsung mendirikan sebuah benteng pertahanan yang sangat sulit diruntuhkan.
Kuhembuskan nafas dalam- dalam. Mungkin ada baiknya jika aku menjauhi Lira. Menjauh beberapa waktu akan memberi ruang pada kami untuk menyelami perasaan masing- masing.
Siapa tahu dengan menjauh darinya akan terbentuk secercah rasa rindu dihati gadis itu. Aku tersenyum percaya diri memikirkannya. Benar kata Ron tadi, Allah maha membolak- balikkan hati.
Jika nanti Lira adalah jodohku, pasti dengan cara apapun Allah akan mendekatkan kami, untuk sementara ini menjaga jarak adalah pilihan yang terbaik untukku, batinku mantap.
...
Pertengahan bulan Juni seharusnya cuaca masih kemarau di negara yang memiliki iklim tropis ini, tapi entah mengapa iklim sudah tidak bisa di prediksi lagi.
__ADS_1
Hujan deras sering kali mengguyur kota kecil yang berada di balik deretan perbukitan yang berbaris indah itu. Hal ini tentu saja menyulitkan bagi seorang Lira.
Bagaimana tidak, ia harus pulang pergi naik ojek ke Rumah Sakit di saat awan hitam seakan memuntahkan semua isi perutnya ke bumi, sesekali mereka saling menyapa sehingga menimbulkan percikan kilat dan suara gemuruh yang mengerikan.
Cuaca benar- benar sangat tidak bersahabat, Lira mendapat jadwal sift sore di ruang bedah, bayangkan dari sejak datang sampai sudah hampir habis jam dinasnya, pasien full tindakan.
Satu pasien baru datang dengan keluhan luka bakar derajat 2, mengenai dada, perut, lengan. dengan persentase kurang lebih 36%.
2 orang pasien dengan diagnosa apendiksitis akut yang harus segera dioperasi, salah satunya harus dilakukan tindakan laparatomi karena ususnya telah pecah dan menyebar.
3 orang pasien post kecelakaan. 1 diantaranya mengalami fraktur di tulang femur dan dilakukan tindakan transfusi darah.
Lira meneguk sisa air terakhir dalam botol minumnya, badannya terasa remuk sekali, tampak butir- butir keringat mengalir dari pelipisnya.
Diliriknya jam dinding yang ada di tengah koridor, ternyata sudah menunjukkan angka 9 kurang 15 menit, itu artinya ia sudah melebihi jam dinas 45 menit.
Seharusnya pergantian jadwal dinas jam 8 malam. Dikarenakan pasien benar- benar ramai, mau tidak mau seluruh perawat harus menambah jam dinas mereka.
Awan hitam yang berisi air sudah mengintai dari langit malam, Lira bergegas keluar dari pelataran Rumah Sakit menuju pangkalan ojek yang ada di depan.
" ohh tidaakk."
Tak satupun ojek terlihat mangkal disana. Mungkin dikarenakan cuaca yang sedikit menyeramkan membuat para tukang ojek memilih bergelung dengan selimut mereka dirumah ketimbang harus mencari penumpang.
Bersambung ...
__ADS_1
jangan lupa kasih like ya temen- temen tercinta
Mohon dukungannya