
Keesokan harinya, Lira sengaja menunggu Azka di pinggir koridor yang menuju ruangan pasien mereka, bukan apa- apa, ia hanya ingin meminta tolong lagi ke Azka untuk mendampinginya bertemu dengan Asiyah.
Azka yang melihat Lira sudah menunggunya, berpura- pura tidak melihat, ia langsung saja berjalan lurus tanpa menghiraukan Lira.
Hahaaaa... Sekali- kali di kasih pelajaran nih cewek, biar dia mohon- mohon dulu ke aku.
" Ka, Azka... Tunggu." Sambil berlari kecil, Lira mengimbangi langkah Azka.
" Ada apa?" Azka melirik Lira dingin.
" Bantuin aku lagi ya, kita barengan ketemu pasien."
"maaf Ra, aku gak bisa, hari ini jadwal terapi individu sama pasienku." Jawab Azka acuh.
" Jangan gitu dong Ka, kemaren kan kamu sudah janji sama Asiyah, nanti dia ngamuk gimana. Please oppa Hyun bin ya ?" Lira mengedip- ngedipkan matanya sambil memohon.
Azka mendengus sebal. Ia membuka ponselnya dan menampakkan wajah Hyun bin tepat ke depan muka Lira.
" Hyun bin seganteng ini kamu bilang seperti Tukul !"
"Hahaaaaaaa.." Lira tertawa sambil memegang perutnya.
" Waahhh, kamu benar- benar kepo ya sampe dicari tuh muka Hyun bin. Jangan- jangan kamu percaya kata Asiyah Hahaaaaa." Lira terus tertawa mengejek.
" Jangan Ge- Er dulu, kamu tidak setampan Hyun bin. " Lira tersenyum mengejek tapi sebenarnya di lubuk hatinya yang terdalam ia mengakui bahwa tingkat ketampanan Azka hampir diatas rata- rata.
" Jangan percaya sama orang yang jiwanya saja terganggu Ka, aku saja dibilang mirip Alysa Soebandono kemaren sama tuh cewek gila." Ucap Lira sok bijak sambil menahan senyum.
Azka berhenti melangkah kemudian memandang Lira secara intens, seperti menilai wajah Lira, tentu saja gelagat Azka membuat Lira jadi salah tingkah.
" Tapi kamu memang mirip Alysa Soebandono kok, manis." Kata Azka yang sontak membuat wajah Lira panas dan memerah seperti kepiting rebus.
Detik berikutnya, gantian. Sekarang Azka yang tertawa terpingkal- pingkal melihat reaksi Lira.
" Haahaaaaa... Waah, wajahmu kenapa merah Ra ?" Tawa Azka menggoda Lira.
__ADS_1
" Aku hanya bercanda, kamu tidak semanis Alysa Soenandono hahahaaaa !" Azka melangkah lagi meninggalkan Lira yang terpaku menahan malu.
" AZKAAAAAA...!" Lira berlari mengejar Azka dan menghujaninya dengan cubitan- cubitan kecil di lengan Azka. Tanpa mereka sadari tingkah keduanya diperhatikan oleh seseorang. Yaah, seseorang yang sangat mengharapkan kejadian itu dialami olehnya.
Matanya memerah melihat Azka dan Lira yang begitu dekat sehingga tanpa ia sadari entah sejak kapan bibit- bibit kebencian mulai tumbuh dihatinya, Azzel memalingkan wajahnya dari dua insan yang sedang bergurau itu, kemudian berbelok ke koridor yang berbeda.
...
Hari itu seperti biasa, mereka melaksanakan praktek perawatan jiwa kepada pasien masing- masing. Akhirnya Azka menyetujui untuk menemani Lira bertemu dengan pasiennya Asiyah, tentu saja setelah terjadi kesepakatan diantara mereka berdua, dengan imbalan, Lira harus menemani Azka pergi mencari beberapa keperluan Azka di luar gedung Rumah Sakit.
Merawat pasien yang mengalami gangguan mental memiliki daya tarik tersendiri, entah mengapa sejak mulai magang di rumah sakit jiwa, Lira jadi memiliki energi berlebih, terkadang ia tersenyum sendiri ketika mengingat kekonyolan yang dibuat oleh pasien pasien itu.
Yah, pasien disana adalah mereka yang telah kalah pada begitu banyak ujian hidup yang dialami. Menganggap kejadian buruk yang tengah mereka hadapi sebagai akhir dari segala- galanya, sehingga mereka takut untuk bangkit dan lebih memilih menyerah dan membiarkan sisi gelap menuntun mereka.
Dari mereka, Lira banyak belajar jika marah, sedih, kecewa adalah sesuatu yang wajar, sangat manusiawi. Tapi kita tidak bisa hidup berdasarkan manusiawi saja, harus ada nilai lebih, yakni iman dalam hati agar kita bisa selamat hidup didunia.
Bukankah dalam Al- quran sudah sangat jelas, demi masa, jadi sepanjang masa, sepanjang hidup nya manusia, sesungguhnya manusia berada dalam kerugian, kecuali mereka yang beriman. Semua pasti pernah merasakan kehilangan, merasa kecewa pada keadaan, terzholimi dalam hidup, frustasi pada kesedihan, tapi yang mampu bersabar atas segalanya, merekalah yang menang.
Pasien disini pun begitu, jika di dalam masyarakat mereka telah dianggap gagal, dikucilkan, ditakuti karena kesehatan jiwa mereka terganggu, tidak demikian dimata seorang perawat. Perawat justru tetap memandang mereka sebagai mahluk holistik yang utuh.
Seperti hari ini, dari sekian hari yang telah Lira lewati bersama pasiennya Asiyah, ia paling suka hari ini. Matahari sudah sepenggalah, Lira dan Asiyah duduk menantang matahari pagi itu. Sesekali Lira tersenyum melihat tingkah aneh Asiyah.
" Apa kamu masih sering mendengar suara- suara aneh ?" Lira bertanya lembut.
Asiyah menggeleng, kemudian cepat- cepat mengangguk sehingga membuatnya tampak lucu.
" Suara seperti apa yang kamu dengar?"
" Suara tak jelas, kadang mereka berbisik, kadang tertawa mengejekku, kadang mereka memanggil manggilku untuk melakukan sesuatu." Asiyah tampak berfikir.
Lira mengangguk paham, ia sedikit memberanikan diri untuk menyentuh punggung tangan Asiyah.
" Kamu harus rajin minum obat yang sudah disediakan suster disini ya. Hari ini aku akan mengajarkan bagaimana cara melawan suara- suara aneh itu." Senyum Lira selalu terukir diwajah manisnya
" Apa bisa ?" Asiyah mengeryitkan dahinya diikuti oleh anggukan bersemangat dari Lira.
__ADS_1
"Bisa, kamu pasti bisa." Lira menjeda kalimatnya kemudian mulai berbicara lagi.
" Suara- suara itu sebenarnya tidak nyata, itu hanya ilusi. Kamu hanya perlu menghardiknya ketika suara itu muncul." Jelas Lira.
Asiyah tampak bingung dengan penjelasan Lira, Lira tersenyum lagi pada gadis itu, menghembuskan nafas sebentar kemudian mencoba mengajari Asiyah cara menghardik halusinasi nya.
" Ketika suara itu mulai muncul, kamu harus berani melawannya, yakinkan pada dirimu sendiri bahwa suara itu tidak nyata, hembuskan nafas perlahan, kamu cukup memejamkan matamu, gelengkan kepala kuat- kuat dan hardiklah suara itu."
Lira menutup telinga dengan kedua tangannya, kemudian memejamkan matanya dan berteriak
"JANGAN GANGGU AKU !!! PERGI KAMU ! KAMU TIDAK NYATA!! PERGIIIIIII...
Asiyah melongo melihat Lira, kemudian mencoba menirukan apa yang Lira perbuat. Setelah tiga kali percobaan, mereka beristirahat. Untunglah hari ini kondisi Asiyah sedikit stabil sehingga terapinya berjalan lancar.
" Apa suster akan tetap disini selamanya?" Tiba- tiba Asiyah melontarkan pertanyaan yang mengejutkan. Lira terdiam sejenak, kemudian tersenyum.
" Kami cuma mahasiswa magang disini, setelah asuhan keperawatan selesai, kami akan pergi." Kata Lira pelan.
" Itu artinya kita tidak akan bertemu lagi? aku tidak bisa melihat oppa Hyun bin juga?" Desis Asiyah.
" Mudah- mudahan suatu saat nanti kita bertemu lagi, dan pada saat kita bertemu, Asiyah sudah sembuh, kamu harus bangkit, aku yakin kamu bisa, pasti bisa." Lira secara impulsif memegang tangan Asiyah.
" Besok kita akan mulai terapi bercakap- cakap, ketika kamu rasa sudah cukup menghardik, kamu harus mencari perawat yang ada disini untuk kamu ajak berbicara. InsyaAllah dengan begitu suara- suara aneh itu akan hilang dengan sendirinya." Jelas Lira.
Pertemuan hari ini diakhiri dengan lambaian tangan dan mata yang sendu dari seorang Asiyah. Setelah jam dinas habis, Lira bergegas pulang ke Mess perawat, ia membersihkan diri dan bersiap untuk keluar bersama Azka. Sesuai janjinya, Lira akan menemani Azka pergi belanja.
Lira memandang penampilannya di kaca Mess sebelum melangkahkan kaki keluar. Disudut jalan Azka sudah menunggunya, memakai celana pendek, kaos santai dan sepatu kets, dari jauh ia memang benar- benar mirip Hyun bin versi Indonesia.
Keduanya bergegas keluar dari pelataran Rumah Sakit melalui pintu samping, ternyata jarak 500 km dari Rumah Sakit terdapat sejenis pasar dengan beberapa minimarket berjejer disana.
" Ya ampun Ka, mau beli facial foam aja pake acara ngajakin aku, sendiri juga bisa." Dengus Lira ketika tau yang dibeli Azka cuma beberapa barang kebersihan diri.
" Sekalian jalan- jalan Ra, nanti kita pulang nya agak malam aja, kamu belum pernah kan lihat suasana malam disini." Azka sambil tertawa kecil.
Bersambung...
__ADS_1
Mohon dukung Author dengan like dan koment yaaa