Ketika Senja Berlalu

Ketika Senja Berlalu
Dia Pergi Dan Tak Pernah Kembali


__ADS_3

Melihat sang suami yang tidak berusaha untuk membujuknya lagi, si istri tambah naik pitam. Ia memukul- mukul bantal yang ada di hadapannya. Kemudian membuka pintu dengan kasar.


BRAKKKK....


Lelaki itu terkejut melihat tingkah istrinya, apa mungkin bawaan ibu hamil pikirnya.


Dengan tatapan yang penuh kasih sayang ia menghampiri istrinya yang sudah melipat tangan di dada, memberi jarak kepada suaminya.


" Sayang, kamu kenapa? coba jelaskan salah ku apa?" Sang suami berkata dengan lembut.


"Huhhhh,, sok sok polos." Benak sang istri geram.


" Siapa Lisa?" Kata si istri menatap tajam suaminya, persis seperti elang yang siap menerkam mangsanya.


" Lisa siapa maksud kamu ?" Sang suami balik bertanya bingung.


" Alah... Mas tuh ya, pura- pura gak tau, Lisa mantannya mas kan?"


Si suami masih tampak bingung mencerna kata- kata istrinya.


" Aku gak punya mantan yang namanya Lisa." Jawab lelaki itu polos.


"Coba jelaskan, maksudnya apa ini?" Tanya sang suami masih terlihat sabar.


" Tadi Rudi kesini, ngantar berkas. Katanya dia gak enak ke kantor, karena masih status cuti, jadi dia titip kerumah." Cerita sang istri, tentunya masih dengan sikapnya yang super dingin.


Rudi adalah teman kuliah si suami dulu, yang sekarang bekerja dikantor yang sama dengan si suami.


" Terus?" Potong Lekaki tersebut kepada istrinya.


" Terus dia cerita, kalau dulu kalian bersaing memperebutkan seorang gadis yang namanya Lisa itu!"Kata si istri bernada tinggi.


"Dan sekarang gadis itu juga sekantor sama kamu kan mas!" Jerit sang istri yang mulai menangis.


Lelaki itu mengeryitkan dahinya tampak berfikir, kemudian tertawa kecil.


" Kamu percaya begitu saja dengan kata- kata Rudi?" Sambil memegang kedua bahu istrinya.


" Percayalah sayang, aku menikahimu karena kamu satu- satunya wanita yang udah bikin hati aku luluh, cuma kamu yang aku cintai." Sang suami berkata sambil berusaha memeluk sang istri, tapi dengan sigap si istri menangkis tangan suaminya.


"Dulu, si Rudi yang kesemsem sama tuh cewek, dia gak berani sendirian, jadi setiap PDKT dia ngajakin aku, aku gak tau klo ternyata tuh cewek suka nya sama aku bukan sama Rudi." Cerita sang suami sambil tertawa renyah.


Sontak saja itu malah memancing si istri untuk tambah marah.

__ADS_1


"Tuh kan benar!" Geramnya.


" Benar apanya?" Tanya sang suami meminta penjelasan.


" Sekarang itu cewek sekantor sama kamu kan? pasti ada apa- apanya!!!!" Jerit sang istri hampir berteriak.


" Astaghfirullah, sayang. Kamu ngomong apa sih, mana mungkin aku seperti itu." Kata sang suami membelalakkan matanya terkejut mendengar perkataan wanita yang sangat ia cintai itu.


"Ahh,,sudahlah mas, jangan banyak alasan." Kata sang istri sambil menangis menuju kamar. Sengaja ia kunci kamarnya.


Tok Tok Tok


Lelaki itu menggedor pintu.


"Sayang, ayolah jangan seperti ini." Kata sang suami dari luar pintu.


" Buka pintunya." Bujuk sang suami lagi.


Hampir setengah jam, ia membujuk istrinya, namun tidak ada reaksi dari dalam kamar.


Akhirnya ia memutuskan untuk tidur di sofa ruang keluarga.


Sangat mudah baginya tertidur, membiarkan TV yang masih menyala dengan siaran kocak yang terkadang tidak mendidik sama sekali.


Dengan mata nanar, ia mencari sosok suaminya. Dilihatnya lelaki itu tidur di sofa, perlahan ia mendekati seorang lelaki yang sangat dicintainya itu.


Lelaki itu tampak tertidur pulas, terlihat jelas tanda- tanda kelelahan diwajahnya.


Tiba- tiba wanita itu merasa sangat bersalah terhadap suaminya, diperhatikannya dalam- dalam wajah suaminya dari jarak dekat, kemudian air mata meleleh dari kelopak matanya yang memang sudah lembab dari tadi.


Lelaki ini adalah orang yang sama sekali tidak ada hubungan darah dengannya, tapi ia rela mengorbankan segalanya, bahkan rela menjadi penanggung jawab dosa- dosanya kelak di yaumil akhir.


Sang istri tampak merasa bersalah sekali atas tindakan kasarnya tadi, yang sudah cemburu tanpa bukti.


Akhirnya ia tak kuasa menahannya, ia menangis sambil membenamkan kepalanya di dada sang suami.


Lelaki itu terbangun, kaget melihat istrinya menangis di dadanya yang bidang, kemudian ia tersenyum.


Lalu ia memeluk istrinya erat.


"Mas, aku minta maaf ya." Kata sang istri pelan.


" iya, sayang. Aku juga minta maaf yah." Jawab sang suami.

__ADS_1


Wanita memang selalu aneh, mood nya bisa berubah- ubah setiap saat.


Suasana hening....


" Kita makan yuk." Ajak si Suami memecah keheningan.


" Aku mau makan nasi goreng." Jawab sang istri.


" Mau dibuatkan atau kita beli di luar?" Tanya lelaki itu pada sang istri.


"Kita beli aja yuk, sambil makan diluar". Pinta sang istri manja.


Lelaki itu melirik jam yang ada di dinding, hari sudah malam, sudah pukul 10 malam. Kemudian beralih menandang wajah istrinya.


" Tapi ini sudah malam sayang, biar aku aja yang keluar ya, kamu tunggu disini." Kata sang suami.


" Soalnya gak baik ibu hamil keluar malam- malam begini." Sambung nya lagi.


" Baiklah kalau begitu, bawa mobil aja mas, diluar hujan." Kata sang istri.


" Gak usah, aku pake motor biar cepat, lagian hujan nya udah reda." Jawab sang suami.


Entah mengapa ada perasaan aneh menyelinap dihati wanita itu ketika melihat suaminya pergi.


Sambil tiduran, ia menunggu suaminya, sudah 1 jam lebih suaminya pergi.


" Kenapa lama sekali." Batinnya


Ia mulai gusar, mengambil Hp nya dan menelpon nomor suaminya berkali- kali namun tidak ada jawaban.


Ia hampir frustasi, lalu tiba- tiba ponselnya berdering. Nomor suaminya yang menelpon. Cepat- cepat ia angkat, tapi yang terdengar bukan suara suaminya, melainkan suara laki- laki yang mengaku dari pihak kepolisian.


Ia terhenyak mendengar penjelasan polisi tersebut.


...........


Wanita itu masih menangis disamping jasad suaminya. Lira tak tahan melihat pemandangan ini, kalau saja ia tidak sedang memakai seragam putih- putih tentu ia akan ikut menangis bersama wanita itu.


Lira mendekati wanita itu, memegang bahu dan menggenggam tangannya. Ia tahu, wanita ini tengah mengalami fase kehilangan. Tugas perawat hanyalah mendukungnya, membiarkan ia mencurahkan segala perasaannya.


Inilah reaksi seseorang ketika mengalami fase kehilangan, pertama ia akan denial yakni menolak kejadian, lalu ia akan marah sebagai ungkapan kekecewaannya, kemudian mulai tawar- menawar dan pada akhirnya akan accept atau menerima keadaan nya sebagai takdir dari yang maha kuasa. Begitulah yang dialami wanita tersebut.


Senja telah berlalu, meninggalkan berkas kemerahan yang akan menjadi kenangan, malampun akan tiba, tapi yakinlah, malam akan segera pergi dan datanglah fajar yang indah.

__ADS_1


__ADS_2