Ketika Senja Berlalu

Ketika Senja Berlalu
Rasa apa ini??


__ADS_3

Azka berdiri di depan cermin sambil merapikan bajunya.


Cowok ini memang benar benar tampan dilihat dari sisi manapun, punya alis tebal, bibir tipis, hidung mancung, jari tangan yang panjang. Benar benar makhluk ciptaan Allah yang sempurna.


Azka mengambil tas nya dan bersiap untuk berangkat ke kampus. Hari ini lira akan meminjam tangan nya untuk praktek infus.


"Buk,Azka berangkat ya". Azka berpamitan pada ibunya.


Azka adalah anak bungsu dari 4 bersaudara, kakak kakaknya telah berumah tangga semua, sementara ayahnya telah meninggal dunia, jadi azka hanya tinggal berdua bersama ibunya.


Setelah APEL, mahasiswa yang kemarin mengulang prakteknya sudah berkumpul dengan membawa calon pasien masing masing di depan ruang praktek. Sesekali Azka melirik lira yang sedari tadi tampak cemas.


"Lira tampak menggemaskan kalau lagi cemas seperti ini." pikir Azka.


" Pinjem tangan bentar ka." Kata lira tiba tiba sambil meraih tangan azka, yang sontak membuat Azka gelagapan.


Lira memegang tangan kiri Azka, menepuk nepuk pergelangan tangannya, menarik nya sedikit berusaha untuk mencari pembuluh darah Azka yang lurus supaya nanti pas praktek udah tau lokasi yang mau ditusuk. Melihat ulah Lira tersebut, Azka tersenyum tipis.


Dosen sudah datang, semua mahasiswa dan pasiennya sudah siap di bed masing masing.


Lira mendapat giliran pertama kali,


Sambil menghembuskan nafas dalam, lira mempersiapkan alat alat.

__ADS_1


Setelah siap lira mendekati Azka yang sudah berbaring di bed.


Azka memperhatikan gerak lira yang cekatan, gadis ini memang lincah dari dulu. Dengan lembut lira memegang tangan Azka,kemudian menatap sahabatnya itu.


Dan


Deggg....


Mata kedua nya bertemu, seperti ada yang mengalir di dada Azka, seketika Azka jadi grogi.


"Rasa apa ini. " Pikir Azka dalam hati.


Dengan cepat ia mengalihkan pandangannya ke arah samping, membiarkan Lira mengutak atik pergelangan tangannya.


" Nggak,lanjutin aja." Balas Azka.


"Bismillah,Siap Bosque." senyum Lira yang sukses membuat jantung Azka remuk redam.


...


Sesampai dirumah, Azka berbaring di kamarnya, kamar yang di desain minimalis, tanpa ranjang.


Azka memperhatikan tangan kirinya yang telah ditusuk oleh Lira. Dan ia teringat kejadian tadi pagi, Azka mulai berfikir,mengapa tiba tiba ada sensasi yang berbeda ketika ia menatap Lira, gadis itu memang manis, dulu waktu di sekolah menengah, Lira tidak berhijab, pas masuk kuliah ia mulai berhijab, itu menambah poin plus untuk Lira, selain periang ia juga gadis yang kuat, Azka hampir tidak pernah melihat gadis itu menangis.

__ADS_1


Azka menghembuskan nafas dalam, memejamkan matanya, kemudian menggeleng gelengkan kepala.


"Tidak, aku tidak mungkin jadi suka ke Lira." Batinnya.


Tapi kemudian ada notif dari hpnya, Azka membuka hp yang sedari tadi tergeletak di pinggir kasur.


" Ka, makasih ya udah pinjamin tangan, besok besok aku traktir, tapi tunggu ada duit, hehee."


Azka membaca pesan dari Lira sambil tersenyum tipis.


" siip,,,apa sih yg nggak buat kamu." Dengan cepat Azka membalas pesan dari sahabatnya itu.


Dan


deggg...


Seperti ada yang mengalir lagi di dada Azka.


Ada rasa yang tak biasa, yang mulai dirasakan, yang entah mengapa Azka sendiri tidak bisa mengartikannya.


Apa mungkin ini pertanda bahwa Azka sudah jatuh cinta??


Entahlah,, Azka memejamkan matanya kemudian tertidur dengan tangan masih memegang hp di dada.

__ADS_1


__ADS_2