Ketulusan Hati

Ketulusan Hati
*** Kejutan ***


__ADS_3

Saat Nela menangis dan menutupkan kedua tangan di wajahnya,, Nela mendengar suara lelaki yang hampir mirip dengan suara papanya


"JANGAN MENANGIS SAYANG,, PAPA DISINI"


Dia semakin menangis tersedu-sedu,,, dia mulai menutup kedua telinganya karena dia merasa halusinasinya mulai bergeming di telinganya,,,


"SAYANG... PAPA DISINI "


Nela mencoba menghentikan tangisnya dan mulai mengusap air matanya,,,


"Ayolah Nel kamu jangan rapuh begini,,, kamu harus kuat,,, papa disana sedang bekerja keras demi kamu jadi jangan buat dia merasa sedih kalau sampai tau kamu menangis " Ucap Nela untuk meyakinkan dirinya sendiri dengan mengepalkan tangan kanan di depan dadanya sembari membuang nafas kasar dan langsung berdiri,, dia hendak keluar untuk ikut bergabung dengan beberapa teman sarjananya.


Saat dia mulai melangkahkan kakinya untuk memutar badannya,,, dia terkejut dengan kehadiran seorang lelaki paruh bayah yang sangat dia nantikan ,,,


"Papa.... " ucap Nela sambil mengucek kedua mata dengan tangannya,,, dia hanya diam tak percaya dengan apa yang dia lihat,,, mungkin hanya halusinasinya yang sedang beraksi


"Sayang... kok papa gak dipeluk sih? " tanya papa Sanjaya dengan membentangkan tangannya menunggu pelukan dari putri tercinta,,,

__ADS_1


"Ini beneran papa??? " tanya Nela sambil tersenyum bahagia dan membuatnya tersadar bahwa lelaki yang didepannya tersebut memang benar-benar papanya


"Iya ini papa" jawab papa Sanjaya dengan tetap membentangkan tangannya


Nela pun langsung memeluk papanya dengan tangis kebahagiaan,,, dia benar-benar tidak menyangka papanya akan datang di acara wisudanya hari ini


"Sudah jangan nangis terus,,, papa kan sudah disini,,, " ucap papa Sanjaya mengusap pundak Nela


"Iya pa... makasih sudah datang pa" jawab Nela lalu melepaskan pelukannya


" Makasih pa" Ucap Nela terseyum sangat bahagia,,,


Lalu Nela mengajak papanya menghampiri Sita


Pak Sanjaya yang sedang melihat Dimas terkejut,, bagitu pula dengan Dimas ,, karena tidak menyangka bisa bertemu lagi disini,,


2 minggu yang lalu mereka bertemu di perusahaan baru pak Sanjaya diluar kota untuk menandatangani kontrak kerja sama,,, Dimas mewakili pak Agung papa dari Dimas dan Sita,, karena semenjak kepulangan Dimas ke indonesia,, dia langsung ditunjuk pak Agung untuk menjadi presdir di perusahaan nya.

__ADS_1


" Nak Dimas " ucap pak Sanjaya sambil mengulurkan tangannya


" Pak Sanjaya" jawab Dimas dan membalas uluran tangan pak Sanjaya dengan sedikit membungkuk


"Gak nyangka ya kita bisa ketemu disini,,, kamu disini sama siapa? " tanya pak Sanjaya tersenyum


" Saya mengantar adek saya Sita pak,, karena kebetulan papa masih sibuk di kantor,, jadi saya yang gantiin papa buat jadi wali Sita" jawab Dimas sembari memeluk pundak adiknya


"Om... " ucap Sita dan mencium pundak tangan pak Sanjaya


"Sita... selamat y!! kamu sudah jadi sarjana ,, semoga kamu bisa menjadi pemudi yang sukses seperti kakakmu ini" ucap pak Sanjaya sambil menepuk halus pundak Sita dan melihat kearah Dimas


"What.... adik??? jadi... itu bukan pacarnya Sita tapi kakaknya,,, kenapa aku tadi membuatnya marah ,,, apalagi dia juga kenal papa,,, ****** aku" batin Nela menunduk takut melihat ke arah Dimas


" Ya sudah ayo kita mulai mengabadikan momen hari ini di kamera" ajak pak Sanjaya


Nela hanya mengangguk dan mengikuti ajakan papanya,,, pak Sanjaya pun mulai memanggil fotografer pribadi yang sedari tadi memotret Nela tanpa sepengetahuan Nela,,,

__ADS_1


__ADS_2