
Mommy Sinta langsung menjerit histeris saat dokter mengatakan jika kondisi Satria sangat kritis dan saat ini lelaki itu mengalami koma akibat benturan di kepala nya yang membuat ia mengeluarkan banyak darah.
" Dad satria Dad !" Tangis pilu mommy Sinta membuat Daddy Satya juga meneteskan air mata nya.
" Tenang Mom, Daddy yakin Sat bakal baik-baik aja dia anak yang kuat !" Ucap Daddy Satya berusaha menenangkan sang istri yang nampak shock saat mendengar kondisi sang anak.
Mommy Sinta tidak dapat menimpali kembali ucapan Daddy Satya karna saat ini ia masih mengkhawatirkan keadaan sang anak.
" Dad, mommy belum ngabarin Jenni !" Ucap Mommy Sinta tiba-tiba membut Daddy Satya terlonjak kaget.
" Ya ampun Daddy juga lupa ngabarin yang lain !" Ucap Daddy Satya.
Kemudian Mommy Sinta pun mencoba menghubungi Jenni sementara Daddy Satya menghubungi kedua anak nya yang sedang study di luar negri dan juga menghubungi kedua teman Satria yaitu Adit dan Adam.
Sedangkan di posisi Jenni saat ini wanita itu tengah terisak pilu saat Mommy Sinta menghubungi nya tadi.
" Maafin aku Sat !" Tangis Jenni dan langsung menyambar tas nya untuk pergi ke rumah sakit melihat keadaan Satria.
Ia menjadi teringat kembali ucapan Satria yanh mengatakan bahwa ia rela masuk rumah sakit asal kan bisa terus bersama Jenni, apakah ucapan itu adalah sebuah pertanda kalau Satria akan mengalami hal buruk tetapi mereka tidak menyadari nya.
Saat Jenni keluar dari kamar nya ia berpapasan dengan bibi Sumi yang baru saja keluar dari dapur.
" Loh kamu kenapa nangis Jen, terus ini mau kemana buru-buru begini ?" Tanya Bibi Sumi dengan panik saat melihat Jenni keluar dari kamar nya dengan wajah memerah karna menangis.
" Bik satria Bik !" Ucap Jenni seraya sesegukan dan langsung berhambur memeluk nya membuat bibi Sumi tidak mengerti apa yang di bicarakan oleh keponakan nya itu.
" Iya kamu tenang dulu Jen, dan jelasin yang bener Nak Satria kenapa ?" Tanya Bibi Sumi mencoba menenangkan Jenni yang terus terisak.
" Satria kecelakaan Bik, dan sekarang dia koma, andai Jenni gak egois pasti Satria gak akan kenapa-napa sekarang !" Jawab Jenni dengan terisak karna ia merasa bersalah, andai saja Jenni mau menahan ego nya dan kembali menerima Satria pasti lelaki itu tidak akan pulang dengan rasa kecewa dan Jenni yakin pasti Satria kurang Fokus saat mengendarai mobil nya karna memikirkan hubungan mereka.
Walaupun Jenni tau jika Satria salah karna sudah menduakan nya tetapi Jenni sadar gak seharus nya ia bersikap egois.
__ADS_1
" Innalillahi, ya allah terus sekarang kamu mau ke sana ?" Tanya Bibi Sumi dan di angguki oleh Jenni.
" Ya udah biar bibi panggilin si mang udin dulu buat nganterin kamu ke rumah sakit, Bibi gak mau kamu bawa motor sendiri dalam keadaan yang kaya begini !" Lanjut Bibi Sumi, mang Udin adalah tetangga Bibi Sumi berprofesi sebagai tukang ojek.
Bibi Sumi segera keluar dari rumah untuk memanggil mang Udin dan memintanya mengantar Jenni ke rumah sakit, sementara Jenni menunggu di teras rumah dengan wajah yang sembab akibat menangis.
" Ayo neng !" Ucap Mang Udin yang sudah tiba dengan motor metic kesayangan nya itu bersama Bibi Sumi menyadarkan Jenni yang sedang terbengong memikirkan keadaan Satria.
" Iya mang !" Jawab Jenni lirih dan langsung naik ke motor milik mang Udin.
" Hati-hati ya Jen, bibi titip salam buat keluarga Satria insya allah nanti bibi nyusul ke rumah sakit, kamu yang tenang, sabar ya !" Ucap Bibi Sumi sebelum Jenni pergi bersama mang Udin menuju rumah sakit.
" Iya Bik, Jenni jalan dulu, assalamuallaikum !" Sahut Jenni.
" Waallaikum salam !" Ucap Bibi Sumi dan Mang Udin pun langsung melajukan motor nya menuju rumah sakit terdekat.
Setengah Jam kemudian Jenni tiba di Rumah Sakit dan saat akan membayar ongkos ojek pada Mang Udin lelaki paru baya itu menolak karna sudah di bayar lebih dulu oleh bibi Sumi.
" Ya udah gapapa ambil aja mang, Jenni masuk dulu !" Paksa Jenni lalu memberikan uang itu kepada mang Udin.
" Aamiinn !" Jawab Jenni dan gadia itupun lalu masuk ke dalam rumah sakit sementara mang Udin kembali melajukan motor nya meninggalkan area rumah sakit.
Jenni menghampiri meja Resepsionis untuk menanyakan ruangan Satria karna ia lupa bertanya pada Mommy Sinta dan sekarang ponsel Mommy Sinta tidak dapat di hubungi.
" Permisi Sus, korban kecelakaan atas nama Satria Xavier Rajendra di rawat di ruangan mana ya ?" Tanya Jenni.
" Sebentar ya Mbak saya Cek dulu !" Jawab Suster tersebut dan hanya di balas anggukan oleh Jenni.
" Pasien atas nama Satria Xavier Rajendra sudah di pindahkan ke ruang VVIP mawar 3 mbak, ruangan ny berada di lantai 7 !" Sambung suster tersebut dengan ramah.
" Terima kasih sus !" Jawab Jenni dan langsung berlari menuju ke arah lift.
__ADS_1
Saat lift telah sampai di lantai 7 Jenni segera mencari keberadaan kamar rawat Satria dan ia melihat di sana ada Daddy Satya yang baru saja selesai menerima telepon.
" Om !" Sapa Jenni dengan muka memerah menahan tangis.
" Jenni !" Jawab Daddy Satya langsung menghampiri kekasih dari anak nya itu.
" Gimana keadaan Satria om ?" Tanya Jenni.
" Satria ada di dalem sama mommy nya, lebih baik kamu masuk untuk melihat langsung keadaan nya !" Jawab Daddy Satya karna ia sendiri pun tidak kuasa untuk menjelaskan keadaan Satria yang cukup parah.
Dan tanpa berlama-lama lagi Jenni pun segera memasuki ruang rawat inap Satria, karna sudah di pindahkan ke ruang VVIP maka dari itu Jenni bisa masuk walaupun saat ini Satria masih dalam keadaan koma.
Ceklek
Saat membuka pintu Jenni melihat mommy Sinta yang sedang terisak sambil memegang tangan anak nya yang sedang terbaring lemah.
" Tante !" Tangis Jenni langsung pecah saat melihat keadaan Satria yang di penuhi dengan alat.
" Jen, Satria Jen !" Sahut Mommy Sinta dan langsung menghambur memeluk Jenni dan kedua wanita itu pun menangis bersama.
" Maafin Jenni Tan, semua ini salah Jenni, andai aja Jenni gak egois pasti Satria gak akan kaya begini !" Ucap Jenni.
" Engga sayang ini semua takdir, kamu jangan ngomong kaya begitu !" Jawab Mommy Sinta.
" Liat gih Satria nya, mommy yakin pasti setelah denger suara kamu dia bakal sadar, dia pasti cuma lagi ngerjain kita doang, Mommy keluar dulu ya mau nyusul Daddy !" Sambung Mommy Sinta dan di angguki oleh Jenni, mommy Sinta pun langsung keluar dari ruang rawat Satri dan menyusul sang suami yang sedang berada di luar.
Jenni langsung menghampiri brankar Satria dan air mata nya langsung bertambah deras saat melihat begitu banyak alat yang menempel di tubuh dan hidung Satria.
" Maafin aku Sat !" Lirih Jenni.
*
__ADS_1
*
Jejak, jejak, jejak guys 😍😍😍