
Mobil Dimas berhenti di sebuah restoran mewah dengan nuansa alam,,,, Mereka pun segera masuk ke restoran,,,
Pak Sanjaya memilih tempat duduk sebelah jendela yang memang khusus untuk 4 orang ,,, Pak Sanjaya duduk di depan Sita lalu Nela duduk di samping Pak Sanjaya,,, dan itu membuat Nela harus duduk di depan Dimas
Nela merasa sangat gugup,, ,karena harus duduk berhadapan dengan Dimas,,, Nela terus dihantui dengan wajah Dimas yang sedang marah tadi pagi sehingga Nela takut untuk melihat Dimas,,,
Seorang pelayan pun datang dan memberikan 2 buku menu makanan pada Pak Sanjaya dan Sita,,, pak Sanjaya dan Sita pun langsung memesan makanan lalu memberikan menu makanan pada Nela dan Dimas untuk memesan sesuai selera mereka juga,,,
"Saya nasi goreng seafood " ucap Nela dan Dimas bersamaan
Membuat wajah mereka saling pandang,, tak lama Nela langsung menunduk,,, Dimas pun langsung kembali melihat buku menunya dengan ekspresi datarnya untuk memilih minum
"Iya ... minumnya mbak? mas? " ucap pelayan restoran
"Jus apukat " ucap Nela dan Dimas bersamaan lagi
"Baik... kalian memang pasangan serasi mbak mas" ucap pelayan dengan senyuman dan mencatat pesanannya lalu pergi
__ADS_1
"Kalian memang sangat serasi,,, benar kata mbaknya tadi (pelayan restoran) ,, kalian punya selera yang sama baik makanan atau minuman? " ucap pak Sanjaya sambil tersenyum menggoda melihat kearah Nela lalu Dimas
"Bener banget om,,, mereka kompak banget " ujar Sita sambil bertepuk tangan kecil di bawah dagunya
Dimas hanya diam dan tenang sedangkan Nela jadi salah tingkah sendiri dengan ucapan Pak sanjaya dan Sita,,, sampai-sampai dia mengambil tisu di depannya dan mengusapkan ke dahinya
"Kamu berkeringat Nel? Disini kan ruangannya sangat sejuk ,,masak kamu gerah sih? " ucap Sita yang menggoda Nela karena tau sahabatnya salah tingkah
"e...e... enggak kok,,, cuma pengen aja hehehe" Jawab Nela bingung sambil melihat kearah Sita
Sita dan Pak Sanjaya tak hentinya terus menggoda Nela dan Dimas,,, membuat wajah Nela menjadi sangat memerah karena malu,, berbeda dengan Dimas yang tetap tenang dan hanya memberi senyuman tipis,,
10 menit kemudian
Makanan mereka sudah datang,, ,mereka segera memakannya,,, Nela yang merasa sangat gugup langsung menghabiskan 1 gelas jus apukatnya ,,, Pak Sanjaya dan Sita tersenyum melihat Nela yang begitu lucu,,,
Nela hanya makan sedikit karena dia sudah kekenyangan akibat menghabiskan jus apukat 1 gelas tadi,,,
__ADS_1
Setelah makan Nela merasa haus karena jus apukatnya sudah habis,, dia pun langsung mengambil 1 botol air mineral yang memang sudah tersedia di meja,,,
"Sayang... bukannya kamu gak suka minum air mineral kemasan" ucap papa Sanjaya lalu menahan tangan Nela
"Ha... papa apaan sih " jawab Nela bingung menatap pak Sanjaya dan tetap mengambil botol air mineral dan mulai membukanya
"Tapi sayang... kamu kan gak biasa minum kemasan gini" ucap pak Sanjaya dengan wajah begitu meyakinkan.
"Ihh... papa ap.... " sebelum Nela melanjutkan
"Minum ini saja " sahut Dimas dengan menyodorkan jus apukat ke Nela dan mengambil air mineral yang dipegang Nela lalu meminumnya
Nela pun terkejut dengan sikap Dimas,,
"Ternyata dia tak sejahat yang aku fikirkan" batin Nela dengan sedikit tersenyum
Pak Sanjaya terlihat bahagia karena rencananya berhasil yang bilang Nela tak biasa minum air mineral kemasan, tentu saja itu memang hanya akal-akalan pak Sanjaya untuk mengetes Dimas
__ADS_1
Sita juga terlihat sangat senang melihat sikap kakaknya yang begitu perhatian kepada sahabatnya itu