
akhirnya setelah menempuh perjalanan beberapa menit mereka pun tiba di rumah jenni.
" gak usah mampir ya !" ujar jenni begitu mobil satria sudah berhenti di depan pagar rumah nya, dan kata-kata jenni barusan membuat satria melongo.
" orang mah di suruh mampir mba kasih minum kek, ini malah to the point banget langsung ngusir !" gerutu satria tidak terima.
" hahaha becanda elah gitu aja ngambek !" tawa jenni pecah karna melihat wajah manyun satria.
" yuk masuk !" ajak nya, lalu mereka berdua langsung turun dari mobil satria dan melangkah masuk ke rumah jenni yang tidak terlalu besar itu.
" assalamualaikum !" salam mereka berdua. jenni langsung membuka pintu rumah nya dan mempersilahkan satria untuk duduk di sofa yang tersedia di ruang tamu.
" tunggu di sini bentar ya aku bikinin minum dulu sekalian mau panggil ibu !" ujar jenni sambil meletakan tas nya di sofa dan berlalu menuju dapur untuk membuat kan minum untuk satria sekalian memanggil sang ibu yang sudah pasti sedang berada di dapur memasak untuk makan malam.
" bu ada temen jenni tuh di ruang tamu !" ucap jenni begitu tiba di dapur membuat sang ibu dan satu ART nya terkejut.
" ya allah jen kamu tuh ngagetin ibu aja sih !" decak ibu seraya mengelus dada nya.
" heheh maaf bu !" sahut jenni cengengesan.
" temen kamu siapa ?" tanya bu rima pasal nya jenni jarang sekali membawa temen nya ke rumah.
" satria !" sahut jenni santuyy sambil membuat jus untuk satria.
" cowo ?" tanya bu rima lagi dengan tampang polos nya.
" iya lah bu, nama nya juga satria bukan sartiyem !" sahut jenni cekikikan.
" pacar kamu ?" tanya bu rima lagi membuat jenni jengah. pasal nya ibu nya ini sudah seperti wartawan yang kebanyakan nanya.
" bukan buk, udah ah jenni mau ke depan lagi !" sahut jenni begitu ia sudah selesai membuat jus nya.
" ibu ikut, bi titip masakan nya ya !" pekik ibu rima seraya melepas apron yang melekat di tubuh nya dan langsung berlari kecil menyusul sang anak.
" di minum dulu !" ujar jenni seraya meletakan gelas yang berisikan jus itu di hadapan satria.
" ini temen kamu jen ?" sela bu rima bertanya sembari menghampiri kedua nya.
__ADS_1
satria langsung berdiri dan menyalami bu rima " iya tante, saya satria !" ujar satria memperkenalkan dirinya.
" duduk nak gak usah sungkan, panggil ibu aja biar sama kaya jenni !" sahut bu rima dengan sikap ramah nya.
" iya bu !" sahut satria menganggukan kepala nya.
" kalian udah temenan lama ?" tanya bu rima penasaran karna jenni tidak pernah membawa teman lelaki nya kecuali bobby sang mantan tunangan.
ya! jenni sudah menceritakan semua nya kepada kedua orang tua nya, bapak sangat marah mendengar itu sekaligus senang karna sebenarnya pak firdaus tidak terlalu suka dengan bobby yang menurut nya kurang sopan.
" kita baru kenal kemarin bu !" sahut satria jujur.
" HAH KEMARIN ?" pekik bu rima terkejut, satria menganggukan kepala nya membenarkan ucapan bu rima.
" dia yang jenni ceritain bu !" sela jenni sebelum sang ibu kembali berbicara.
" ohh !" bu rima hanya berohh ria saja dan mengangguk-anggukan kepala nya, lalu ia menatap satria dari atas sampai bawah membuat satria mengikuti arah pandang bu rima.
" kamu udah kerja ?" tanya bu rima kepo satria mengangguk.
" wah hebat, umur kamu berapa sekarang ?" tanya bu rima lagi.
" 25 tahun bu !" sahut satria dengan senyum manis nya karna respon bu rima yang di luar dugaan tentang pekerjaan nya, satria pikir tadi bu rima akan langsung mengusirnya karna ia hanya seorang asisten. dan di larang berteman dengan anak perempuan nya seperti di tv-tv. ( satria korban sinetron mak karna suka nemenin mommy nya nonton di rumah 🤣 ).
" beda dua tahun berarti ya sama jenni !" ujar bu rima.
satria hanya menangguk dan tersenyum, mereka kembali mekanjutkan obrolan nya hingga terdengar deru mesin mobil dan tidak lama ada yang mengucap salam dari luar.
" itu pasti bapak nya jenni !" ujar ibu rima lalu berdiri untuk menyambut kedatangan sang suami. tidak lama kemudian bu rima kembali dengan seorang pria paru baya di gandengan nya.
" nih pak temen nya jenni yang tadi pagi di ceritain itu !" ujar bu rima dengan semangat, satria langsung berdiri dan menyalami pak firdaus.
" nama kamu siapa ?" tanya pak firdaus dengan suara tegas nya namun tetap lembut.
" satria pak !" sahut satria tersenyum manis.
" ohh satria, ya udah di lanjut lagi ngobrol nya bapak mau bersih-bersih dulu !" pamit pak firdaus seraya menepuk punggung satria pelan dan berlalu menuju kamar nya di ikuti oleh bu rima.
__ADS_1
setelah kepergian kedua orang tua jenni mereka melanjutkan obrolan nya yang tidak jelas sampai sesekali terdengar gelak tawa entah apa yang mereka omongkan.
" mbak saya pamit dulu ya udah sore banget soal nya !" ujar satria seraya melihat jam di pergelangan tangan nya.
" ehh tunggu makan malam dulu, baru pulang !" sela bu rima yang baru saja nongol.
" makasih bu, tapi saya harus pulang sekarang, lain kali saya pasti gak akan nolak hehe !" ujar satria mencairkan suasana.
" ya udah deh kalo gitu mah, tapi bener ya lain kali mesti makan masakan ibu !" sahut bu rima pasrah.
" siap bu !" ujar satria membuat yang lain terkekeh.
Lalu satria pun keluar dari rumah itu dengan diantar oleh jenni sampai ke mobil nya.
" saya pulang dulu ya mba !" pamit satria begitu mereka sudah tiba di dekat mobil satria yang terparkir di luar.
" hati-hati, makasih untuk hari ini, makasih juga buat kaktus goyang nya !" ujar jenni seraya terkekeh di akhir kalimat.
satria ikut terkekeh mendengar nya dan ia berlalu memasuki mobil dan meninggalkan rumah jenni.
setelah mobil satria menghilang dari pandangan nya baru jenni kembali masuk ke dalam rumah.
💋💋💋
sementara di dalam mobil satria terus saja menampakan senyum nya sesekali ia terkekeh seraya menggelengkan kepala nya. entah apa yang ia pikirkan tapi yang jelas sangat terlihat dari raut wajah nya kalau ia sangat bahagia.
Satu jam kemudian satria tiba di rumah, ia memasuki rumah seraya bersiul dan tangan kangan nya menenteng paperbag berisikan kaktus goyang request an sang daddy.
" bagus ya jam segini baru pulang, selesai meeting bukan nya balik ke kantor malah kelayapan !" ujar seseorang yang sedang duduk di sofa ruang keluarga seraya memaka kacang yang berada di toples yang sedang ia peluk.
" hehehe santai dad, tadi aku beli pesenan daddy dulu !" sahut satria seraya cengengesan dan menghampiri sang daddy yang sedang duduk bersama mommy nya yang hanya menatap tajam ke arah nya.
mata daddy satya langsung berbinar ia segera meletakan toples ke meja dan segera mengambil paperbag yang di berikan satya, membuat mommy sinta menepuk kening nya melihat kelakuan anak dan suaminya.
🦚🦚🦚🦚🦚🦚🦚🦚🦚🦚🦚🦚🦚🦚🦚🦚🦚🦚🦚🦚🦚🦚🦚🦚
jangan lupa tinggalkan jejak ya para kesayangan 😘
__ADS_1