
Sudah tiga hari lama nya satria tidak sadar kan diri dan Jenni selalu setia menemani nya, tidak selangkah pun jenni meninggal kan satri, bahkan saat ke toilet pun wanita itu gelisah takut jika tiba-tiba saja Satri tersadar dan mencari nya.
Seperti pagi ini Mommy Sinta selalu setia mengantar kan makanan untuk Jenni, karna wanita paruh baya itu tau kalau Jenni tidak akan makan jika bukan diri nya yang memaksa.
Ini sudah pagi ketiga Satria tidak sadar kan diri dan Daddy Satya harus melakukan perjalanan bisnis ke luar kota dan Mommy Sinta terpaksa tidak ikut mengingat kondisi putra semata wayang mereka.
" Sarapan dulu Jen, Mommy masak ayam saus teriyaki hari ini !" Ucap Mommy Sinta seraya mengeluar kan beberapa kotak bekal yang ia bawa dari rumah.
" Jenni belum laper Mom, kalo Mommy mau sarapan duluan gapapa nanti kalo Jenni udah laper pasti Jenni makan !" Jawab Jenni yang setia duduk di samping brankar Satria dan terus menggenggam tangan lelaki itu.
" Ya udah kalo gitu, tapi nanti kalo udah laper langsung makan ya jangan di tunda !" Ujar Mommy Sinta penuh penekanan dan di angguki oleh Jenni, setelah itu Jenni kembali fokus kepada Satria.
" Bangun yuk Sat, aku kangen !" Ucap Jenni lirih sambil mengelus pelipis Satria dengan lembut, Mommy Sinta hanya mampu mengalih kan pandangan nya ke arah lain melihat betapa terpuruk nya Jenni dengan kondisi Satria saat ini.
Tanpa Jenni sadari jemari Satria bergerak secara perlahan, nyata nya di alam bawah sadar nya Satria mampu mendengar semua ucapan Jenni, hanya saja mata nya masih sulit untuk terbuka.
Tidak lama pintu ruangan tersebut di buka dari luar dan ternyata dokter lah yang datang untuk melakukan visit terhadap Satria.
" Permisi salamat pagi !" Ucap dokter tersebut yang kira-kira seumuran dengan Jenni.
" Pagi dok !" Jawab Mommy Sinta sementara Jenni hanya diam saja.
" Kita periksa pasien dulu ya !" Ucap dokter itu lagi membuat Jenni sedikit menyingkir.
" Alhamdulillah, keadaan pasien sudah mengalami kemajuan yang cukup pesat, terus ajak pasien berinteraksi karna itu cukup bisa membantu membuat pasien cepat tersadar !" Ujar dokter tersebut dan di angguki oleh Mommy Sinta.
" Baik dokter, terima kasih !" Jawab Mommy Sinta dan kemudian dokter itu pun pamit.
Setelah kepergian dokter tersebut, Jenni kembali mendudukan diri nya di sebelah brankar Satria dan Jenni kembali menggenggam tangan Satria.
__ADS_1
" Kapan kamu bangun Sat, emang kamu gak kangen apa sama aku, kata nya kamu mau lanjutin rencana pernikahan kita, bangun Sat !" Gumam Jenni sambil menundukan kepala nya dan terisak.
Mommy Sinta yang mendengar Jenni terisak pun segera menghampiri calon menantu nya itu dan mengelus lembut punggung gadis itu.
" Udah Jen jangan nangis lagi, Satria gak akan suka kalo ngeliat kamu kaya gini, yakin lah Satria pasti akan sadar sebentar lagi !" Ujar Mommy Sinta memeluk Jenni dari samping.
" Tapi kapan Mom, ini udah hari ketiga Satria koma tapi gak ada tanda-tanda dia buat sadar !" Tangis Jenni terdengar pilu membuat Mommy Sinta tak kuasa menahan tangis nya dan tanpa mereka sadar Satria pun ikut menetes kan air mata nya.
" Jen lihat Satria ngeluarin air mata, itu tanda nya dia bisa denger apa yang kamu ucapin !" Ujar Mommy Sinta dengan bersemangat membuat Jenni ikut mengalih kan tatapan nya ke arah Satria.
Jenni langaung menghapus air mata nya dan juga air mata Satria yang ikut menetes, ada senyum bahagia yang terselip di bibir tipis nya.
" Kamu bisa denger aku kan Sat, ayo bangun, kamu gak kasian liat aku yang tiap hari nangisin kamu, kamu harus bangun Sat !" Tangis Jenni dan di respon gerakan jari oleh Satria.
" Jari kamu bergerak Sat, plis buka mata kamu sekarang, ayo kita menikah, bangun Sat plis !" Ucap Jenni lagi semakin melebar kan senyum nya dan tidak lama mata yang sudah tiga hari ini terpejam pun akhir nya mengerjap kan mata nya dengan perlahan.
" Mom Satria sadar Mom !" Pekik Jenni di angguki oleh Mommy Sinta.
" Sebentar mommy panggilin dokter dulu !" Ujar Mommy Sinta langsung memencet tombol di dekat brankar satria.
Tidak lama dokter yang tadi memeriksa Satria pun datang dan kembali mengecek keadaan lelaki itu.
" Alhamdulillah kondisi pasien sudah stabil !" Ucap Dokter tersebut membuat kelegaan terpancar di wajah mommy Sinta dan juga Jenni.
" Terima kasih dokter !" Ucap Mommy Sinta dan di angguki oleh dokter tersebut, kemudian dokter itu pun pamit.
" Akhir nya kamu sadar Sat, aku seneng banget !" Ucap Jenni sambil memegang tangan Satria dan sesekali ia kecup punggung tangan nya.
" Maafin aku ya !" Jawab Satria dengan nada yang sangat lirih membuat Jenni menggeleng kan kepala nya.
__ADS_1
" Gak usah minta maaf, kita sama-sama egois kemarin !" Ucap Jenni karna tidak ingin memperpanjang masalah.
" Mom !" Panggil Satria kepada sang ibu yang nampak berdiri mematung menatap nya.
Mommy Sinta perlahan memajukan langkah nya mendekati Satria dan tangis nya langaung pecah saat mendekap tubuh putra nya itu.
" Jangan kaya gini lagi, mommy panik tau gak pas kemarin ada yang nelpon pake nomor kamu terus bilang kalau kamu kecelakaan, tuh liat calon istri kamu sampe berantakan kaya gitu karna khawatir sama kamu !" Oceh Mommy Sinta membuat Satria meringis kecil mendengar nya dan langsung mengalih kan tatapan nya ke arah Jenni lagi dan benar saja keadaan wanita itu saat ini sangat memprihatin kan, wajah sembab karna terus menangis dan juga lingkar mata yang menghitam akibat kurang tidur.
" Maafin aku ya udah bikin kamu khawatir !" Ucap Satria menatap Jenni dalam membuat Jenni membuang muka ke arah lain lantaran malu di tatap seperti itu oleh Satria.
" Jangan banyak ngomong dulu, kamu masih harus banyak istirahat biar cepet pulih !" Ujar Jenni mengalih kan pembicaraa.
" Aku bakal cepet sehat, biar bisa cepet bawa kamu ke KUA !" Sahut Satria sambil tersenyum tipis ke arah Jenni membuat Jenni reflek memukul lengan nya dengan pelan.
" Baru sadar dari koma masih sempet-sempet nya gombal !" Gerutu Jenni di balas kekehan oleh Satria dan juga mommy Sinta.
" Aku gak gombal, emang kenyataan nya kaya gitu aku pengen cepet-cepet nikah sama kamu !" Jawab Satria dengan nada santai membuat Jenni memutar bola mata nya malas.
" Terserah kamu aja lah, inti nya kamu sehat !" Ucap Jenni di angguki oleh Satria dengan pasti.
" Siap ibu negara !" Jawab Satria.
*
*
*
# Happy Reading 😘😘😘
__ADS_1